Harga Perak Naik Tajam, Imbas Sentimen Global dan Pelemahan Dollar AS
Ilustrasi perak batangan.(canva.com)
17:00
28 Januari 2026

Harga Perak Naik Tajam, Imbas Sentimen Global dan Pelemahan Dollar AS

- Harga perak mencatat penguatan signifikan pada perdagangan Asia, Rabu (28/1/2026).

Mengacu laporan FXStreet, harga perak naik dan diperdagangkan di sekitar 113,50 dollar AS per troy ounce, atau menguat lebih dari satu persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Pergerakan ini terjadi seiring meningkatnya minat investor terhadap aset safe-haven di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

Baca juga: Harga Perak Tembus 100 Dollar AS, Reli Tajam Picu Euforia dan Kewaspadaan

Ilustrasi perak, investasi perak.PEXELS/MERWAK.RAW Ilustrasi perak, investasi perak.

Kenaikan harga perak tersebut berlangsung bersamaan dengan pelemahan dollar AS dan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (The Fed).

Kondisi itu mendorong investor global kembali melirik logam mulia, tidak hanya emas, tetapi juga perak yang dikenal memiliki karakter ganda sebagai aset lindung nilai dan logam industri.

Sentimen safe-haven kembali menguat setelah pelaku pasar mencermati sejumlah faktor risiko global, mulai dari ketidakpastian pertumbuhan ekonomi hingga dinamika geopolitik yang belum sepenuhnya mereda.

Dalam situasi seperti ini, logam mulia kerap menjadi tujuan arus dana karena dianggap mampu menjaga nilai di tengah volatilitas pasar keuangan.

Baca juga: Harga Perak Naik 4,5 Persen, Capai Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Safe-haven kembali menjadi pilihan

Penguatan harga perak tidak berdiri sendiri. Permintaan terhadap aset safe-haven secara umum meningkat, tercermin dari pergerakan harga emas yang juga berada di level tinggi.

Reuters melaporkan, emas sempat menyentuh rekor baru pada Januari 2026 karena investor global meningkatkan alokasi ke aset lindung nilai, seiring kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi dunia dan prospek kebijakan moneter.

Ilustrasi perak, harga perak, investasi perak. Harga perak naik lebih dari 6,5 persen pada Jumat (9/1/2026) dan kembali menembus angka 80 dollar AS. Lonjakan ini terjadi setelah sebelumnya harga sempat turun cukup dalam dalam beberapa hari terakhir.PIXABAY/PAUL (PWLPL) Ilustrasi perak, harga perak, investasi perak. Harga perak naik lebih dari 6,5 persen pada Jumat (9/1/2026) dan kembali menembus angka 80 dollar AS. Lonjakan ini terjadi setelah sebelumnya harga sempat turun cukup dalam dalam beberapa hari terakhir.

Dalam laporan FXStreet, disebutkan bahwa minat terhadap perak menguat karena investor mencari alternatif lindung nilai selain emas.

Perak dinilai relatif lebih volatil dibanding emas, tetapi dalam fase tertentu dapat mencatatkan kenaikan harga yang lebih tajam ketika sentimen risiko meningkat.

Baca juga: Prediksi Robert Kiyosaki: Harga Perak Tembus 200 Dollar AS pada 2026

Peran kebijakan suku bunga dan dollar AS

Salah satu faktor utama yang turut memengaruhi pergerakan harga perak adalah ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter The Fed.

Setelah melakukan beberapa kali penurunan suku bunga pada periode sebelumnya, pasar menilai The Fed berpotensi mempertahankan sikap yang lebih akomodatif sepanjang 2026.

Ekspektasi suku bunga yang lebih rendah cenderung menguntungkan aset non-yielding seperti perak. Ketika imbal hasil obligasi turun, biaya peluang memegang logam mulia menjadi lebih kecil, sehingga daya tariknya meningkat di mata investor.

Selain itu, pelemahan dollar AS turut memberi dorongan tambahan. Indeks dollar dilaporkan berada di dekat level terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Harga Emas dan Perak Turun dari Rekor, Sentimen Geopolitik Mereda

Kondisi tersebut membuat harga perak yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi relatif lebih murah bagi investor pemegang mata uang lain, sehingga meningkatkan permintaan global.

Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menilai dollar AS “masih kuat” meski mengalami pelemahan, justru direspons pasar dengan tekanan lanjutan pada mata uang tersebut. Situasi ini memperkuat sentimen positif bagi logam mulia, termasuk perak.

Volatilitas dan peringatan analis

Meski harga perak menunjukkan tren penguatan, sejumlah analis internasional mengingatkan adanya potensi volatilitas tinggi.

Ilustrasi uang dollar AS. FREEPIK/PVPRODUCTIONS Ilustrasi uang dollar AS.

Reli tajam dalam waktu relatif singkat sering kali diikuti fase koreksi, terutama ketika pasar mulai menilai harga sudah terlalu tinggi.

Baca juga: Isu Greenland Bikin Harga Emas dan Perak Cetak Rekor Lagi

Mike McGlone, Senior Commodity Strategist di Bloomberg Intelligence, menyoroti risiko pembalikan tren setelah lonjakan cepat.

“Saya pikir harga perak akan mencapai titik tertinggi tahun ini dan bertahan selama bertahun-tahun. Ketika harga bergeser dengan kecepatan tinggi seperti itu, defisit akan berbalik,” ujar McGlone.

Dinamika harga perak dalam beberapa pekan terakhir

Perjalanan harga perak sepanjang Januari 2026 menunjukkan fluktuasi yang cukup lebar. Pada awal bulan, perak sempat bergerak di bawah level psikologis tertentu setelah sentimen safe-haven mereda.

Namun, seiring munculnya kembali kekhawatiran global, harga berbalik arah dan mencatat penguatan signifikan.

Baca juga: Harga Perak Koreksi Tajam usai Trump Tahan Tarif Mineral Kritis

Dalam beberapa sesi perdagangan sebelumnya, perak bergerak naik mengikuti lonjakan emas. Kenaikan tersebut didorong oleh kombinasi faktor makroekonomi, mulai dari ekspektasi suku bunga hingga dinamika pasar valuta asing.

Di sisi lain, beberapa analis teknikal menilai bahwa level 113 sampai 115 dollar AS per ounce menjadi area yang diawasi ketat oleh pelaku pasar. Pergerakan harga di sekitar level tersebut dinilai krusial untuk menentukan arah jangka pendek berikutnya.

Perak sebagai logam industri

Berbeda dengan emas, perak memiliki porsi permintaan industri yang signifikan. Sekitar 60 persen permintaan perak global berasal dari sektor industri, termasuk elektronik, panel surya, kendaraan listrik, dan infrastruktur teknologi.

Perkembangan teknologi energi bersih dan digitalisasi global turut meningkatkan kebutuhan perak.

Baca juga: Sentimen Inflasi AS dan Geopolitik Dongkrak Harga Emas dan Perak

Logam ini dikenal memiliki konduktivitas listrik dan termal yang tinggi, sehingga menjadi komponen penting dalam berbagai aplikasi teknologi modern.

Dalam konteks ini, penguatan harga perak tidak hanya dipengaruhi sentimen safe-haven, tetapi juga oleh prospek permintaan industri jangka menengah dan panjang.

Ketika pasokan global tidak bertambah secepat permintaan, tekanan ke atas pada harga cenderung muncul.

Tag:  #harga #perak #naik #tajam #imbas #sentimen #global #pelemahan #dollar

KOMENTAR