Thomas Djiwandono Bantah Dicalonkan jadi Gubernur BI Usai Jadi Deputi
Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono di Kementerian Keuangan pada Rabu (28/1/2026).(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)
14:40
28 Januari 2026

Thomas Djiwandono Bantah Dicalonkan jadi Gubernur BI Usai Jadi Deputi

- Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono dengan tegas membantah rumor yang beredar bahwa ia akan dicalonkan sebagai Gubernur BI.

Rumor ini muncul terjadi usai dirinya terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031 menggantikan Juda Agung yang memutuskan mengundurkan diri sebagai Deputi Gubernur BI.

"Soal (jadi) Gubernur BI, tidak," kata Thomas kepada awak media di Kementerian Keuangan pada Rabu (28/1/2026).

Baca juga: Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Presdir BCA: Harapannya Beliau Bisa Bawa Ide-ide Baru...

Tommy sapaan akrabnya bercerita di awal Maret 2025 ia telah mengundurkan diri sebagai bendahara umum partai Gerindra. Bahkan menurutnya namanya sudah tidak ada dalam jabatan bendahara umum itu.

Sehingga hal ini seharusnya tidak dipermasalahkan oleh publik.

Ia juga menegaskan bahwa penunjukannya sebagai Deputi Gubernur BI dilakukan melalui proses dan mekanisme yang telah ada, tanpa ada satu pun tahapan yang dilewati ataupun dilanggar.

"Saya Ditunjuk sebagai Deputi Gubernur BI apa nah itu dilakukan juga melalui proses dan mekanisme yang sudah ada tidak ada satu hal yang di lewati atau dilanggar," ungkapnya

Ia juga bercerita saat ditunjuk jadi Wakil Menteri Keuangan Menurut Tommy, di sekretariat tidak ada aturan bahkan larangan bahwa pengurus partai menjadi pimpinan di kementerian Keuangan.

Pada akhirnya, ia memilih melangkah menjadi Wakil Menteri Keuangan dan meninggalkan kursi partai karena merasa lebih baik fokus di Kementerian Keuangan.

Baca juga: FILONOMICS: Thomas Djiwandono, Akankah Menuju Pucuk Bank Indonesia?

Selain itu, ia menegaskan saat mengundurkan diri sebagai anggota per 31 Desember 2025.

Keputusan tersebut juga kembali diambil atas dasar pertimbangan prinsip, meskipun di Kementerian Keuangan tidak ada aturan yang secara tegas mewajibkan langkah tersebut. Ia menilai, secara etika, keputusan itu lebih tepat diambil.

Tommy menegaskan bahwa poin utama yang ingin disampaikannya adalah seluruh proses Deputi Gubernur BI yang berjalan, termasuk proses penunjukan dirinya, tetap dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.

Terkait latar belakang dirinya, ia mengakui pernah menjadi politisi serta memiliki kedekatan keluarga tertentu dengan Presiden Prabowo Subianto ia tak menampik hal tersebut.

Namun, ia berharap gesernya ia menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) tersebut dilihat secara berimbang dengan rekam jejak dan pekerjaan yang telah ia jalani selama ini.

"Tapi yang saya ingin tegaskan kalau soal bahwa latar belakang saya sebagai dulu politisi atau bahkan kedekatan keluarga ya itu fakta. Tapi kan tolong dilihat rekam jejak yang sudah saya lakukan sebelumnya," tuturnya.

Sebagai informasi, Thomas sebelumnya telah melaksanakan fit and proper test pada Senin kemarin.

Selain Thomas, terdapat dua kandidat lain yang ikut menjalani uji kelayakan untuk menjadi Deputi Gubernur BI, yaitu Solikin M. Juhro dan Dicky Kartikoyono. Keduanya berasal dari pegawai internal BI.

Dengan keputusan ini, maka Thomas resmi menggantikan Juda Agung yang telah mengajukan pengunduran diri sejak 13 Januari 2026.

Tag:  #thomas #djiwandono #bantah #dicalonkan #jadi #gubernur #usai #jadi #deputi

KOMENTAR