Pelaku Industri RI Gandeng Raksasa Global Bangun Perusahaan Patungan Semikonduktor
Pelaku industri nasional bersama pengusaha internasional mematangkan pembentukan perusahaan patungan atau joint venture semikonduktor di Indonesia.
Inisiatif ini dipimpin Himpunan Kawasan Industri Indonesia sebagai upaya memperkuat basis industri teknologi tinggi nasional.
Ketua Umum HKI Akhmad Ma’ruf Maulana mengatakan, penjajakan kerja sama tengah berlangsung dengan sejumlah perusahaan semikonduktor dari Amerika Serikat, Taiwan, dan China.
HKI mendorong investor internasional masuk melalui skema joint venture bersama mitra nasional.
“Skema ini dirancang agar investasi yang masuk tidak berhenti pada pembangunan fasilitas produksi, tetapi juga mendorong percepatan transfer teknologi, penguatan rantai pasok dalam negeri, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia,” ujar Akhmad Ma’ruf Maulana lewat keterangan pers, Kamis (29/1/2026).
Baca juga: Trump Terapkan Tarif 25 Persen untuk Impor Semikonduktor, Nvidia Ikut Kena
Investasi dari Amerika Serikat mulai direalisasikan tahun ini dengan pembangunan fasilitas industri. Investor asal Taiwan masih berada pada tahap penjajakan dan negosiasi.
Proses investasi dari China sejatinya telah berjalan. Pembangunan fisik yang direncanakan mulai 2025 mengalami keterlambatan akibat proses perizinan yang lambat.
Situasi ini menjadi perhatian karena berpotensi menghambat momentum pengembangan industri teknologi tinggi nasional.
Ma’ruf menjelaskan, rencana investasi semikonduktor dari Taiwan dan Tiongkok memiliki karakter berbeda dibanding konsorsium Amerika Serikat dan Jerman yang tengah membangun pabrik semikonduktor di Batam.
Perbedaan terlihat pada struktur konsorsium, pendekatan teknologi, dan orientasi pasar.
Seluruh inisiatif tetap berada dalam kerangka penguatan basis industri nasional serta integrasi Indonesia ke rantai pasok internasional.
HKI telah menyiapkan sejumlah kawasan industri strategis untuk pengembangan industri semikonduktor.
Lokasi tersebut meliputi Kawasan Industri Batamindo di Batam, Kawasan Industri Wiraraja, Kawasan Industri Kabil, serta Galang Batang di Bintan.
Baca juga: Perkuat Desain Chip, Indonesia Bidik Jadi Pemain Semikonduktor Dunia
Kawasan ini dinilai memiliki keunggulan dari sisi infrastruktur, akses logistik internasional, dan ekosistem industri yang terus tumbuh.
“Pengembangan industri semikonduktor melalui pembentukan joint venture di kawasan industri Indonesia merupakan langkah strategis untuk membangun fondasi ekonomi masa depan. Ini akan menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja berkeahlian tinggi, memperdalam hilirisasi industri, dan memperkuat posisi Indonesia dalam peta industri teknologi global,” paparnya.
Ia menambahkan, kawasan industri Indonesia memasuki fase ekspansi agresif.
Pada fase ini, semikonduktor ditempatkan sebagai sektor kunci, seiring meningkatnya kebutuhan chip dan komponen elektronik untuk berbagai industri, mulai dari kendaraan listrik hingga kecerdasan buatan.
Tag: #pelaku #industri #gandeng #raksasa #global #bangun #perusahaan #patungan #semikonduktor