200 Fresh Graduate Magang di Lapas Nusakambangan
- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menyebut, sebanyak 200 lulusan perguruan tinggi tengah menjalani program Magang Nasional di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.
Sekretaris Jenderal Kemenaker Cris Kuntadi mengatakan, para fresh graduate itu mengikuti magang pada formasi yang disediakan di Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pemasyarakatan Nusakambangan, di bawah naungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas).
Cris menyebut, 200 lulusan kampus itu hanya bagian dari 30.000 peserta magang yang dimintakan Kementerian Imipas.
Baca juga: Anggota DPR Ungkap Ada Peserta Magang Diminta Uang oleh Perusahaan
“Setelah seleksi dan penyesuaian, yang disetujui sebanyak 21.686 peserta dan tersebar di 835 satuan kerja Kemenimipas," kata Cris sebagaimana dikutip dari keterangan resmi, Rabu (28/1/2026).
Di Jawa Tengah, 2.004 lulusan perguruan tinggi diterima magang di lingkungan lapas.
Menurutnya, jumlah tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap tenaga kerja.
Cris menyebut, program magang ini memberikan manfaat ganda bagi lembaga penyedia magang dan lulusan perguruan tinggi.
“Program ini memberi manfaat ganda. Satuan kerja terbantu, sementara lulusan baru mendapatkan pengalaman kerja langsung yang relevan dan terstruktur,” tutur Cris.
Pihaknya memandang, program Magang Nasional ini menjadi solusi konkret bagi lulusan perguruan tinggi yang sulit masuk dunia kerja karena kurangnya pengalaman.
Ia mewanti-wanti agar magang tidak hanya menjadi kegiatan administratif melainkan memberikan pengalaman kerja bagi para fresh graduate.
“Kegiatan ini bagian dari monitoring dan evaluasi untuk memastikan pemagangan meningkatkan kompetensi dan kesiapan kerja lulusan perguruan tinggi,” kata Cris.
“Ini penting agar mereka tidak terhambat hanya karena tidak punya pengalaman kerja,” tambahnya.
100.000 Peserta Magang
Sebagai informasi, Magang Nasional merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam program ini, perusahaan swasta dan instansi pemerintah pusat hingga daerah mendaftar sebagai penyelenggara magang.
Peserta yang mengikuti magang lalu dibayar dengan standar upah minimum oleh negara.
Dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX di DPR RI Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan kuota magang sebanyak 100.000 pada 2025 sudah terpenuhi.
Terbaru, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengumumkan pemerintah akan kembali membuka 100.000 kuota magang pada pertengahan 2026.
“Pemerintah akan kembali membuka kesempatan bagi para lulusan baru perguruan tinggi pada pertengahan tahun 2026 dengan kapasitas minimal 100.000 peserta magang,” kata Seskab Teddy dalam keterangan resmi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) di Jakarta, Selasa (27/1/2026) dikutip dari Antara.