Indonesia Economic Summit 2026 Dibidik Jadi Ruang Temu Reformasi Ekonomi RI Bakal Bahas Pemikiran Global untuk Katalis Pertumbuhan Ekonomi
Ketua Dewan Pengawas Indonesia Business Council (IBC) Arsjad Rasjid dalam konferensi pers Kick Off Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (26/8/2025). (Kompas.com/Dian Erika)
15:16
26 Januari 2026

Indonesia Economic Summit 2026 Dibidik Jadi Ruang Temu Reformasi Ekonomi RI Bakal Bahas Pemikiran Global untuk Katalis Pertumbuhan Ekonomi

– Indonesia Economic Summit (IES) 2026 akan digelar pada 3–4 Februari 2026 di Hotel Shangri-La, Jakarta.

Forum ini diposisikan sebagai ruang temu pemimpin bisnis, pembuat kebijakan, dan tokoh global untuk membahas arah reformasi serta penguatan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

IES 2026 diinisiasi Indonesian Business Council (IBC) dengan tema "Coming Together to Boost Resilient Growth and Shared Prosperity".

Forum ini dirancang memadukan sesi terbuka dan diskusi tertutup tingkat tinggi guna mendorong dialog yang lebih mendalam dan terarah.

Dorong Reformasi dan Daya Saing

CEO IBC Sofyan Djalil mengatakan, IES hadir sebagai respons atas tantangan ekonomi nasional yang kian kompleks dan membutuhkan pendekatan yang pragmatis serta berorientasi solusi.

“Tujuan utama adalah untuk mendukung reformasi ekonomi, memperkuat daya saing, dan membuka peluang perkembangan jangka panjang dan berkelanjutan,” ujar Sofyan di Jakarta, Senin (26/1/2026).

Menurut Sofyan, forum ini dirancang menjadi agenda tahunan agar dapat terus berkontribusi membuka wacana dan solusi atas berbagai persoalan ekonomi Indonesia dengan memanfaatkan perspektif global dan komparatif.

Jembatan Dialog Global dan Nasional

COO IBC William Sabandar menekankan, IES dirancang sebagai platform yang menjembatani pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat sipil dengan dunia bisnis global dan regional.

Ia menyebut, nilai tambah utama IES terletak pada kemampuannya menghadirkan pemikiran serta praktik terbaik dari berbagai negara untuk menjawab tantangan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Jadi nilai tambah dari Indonesia Economic Summit ini karena dia membawa pemikiran global. Nah yang terakhir itu kata catalyst, jadi dia bertindak sebagai catalyst untuk mengatasi hambatan pertumbuhan atau peluang pertumbuhan,” kata William.

William menambahkan, IES sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, pengentasan kemiskinan, serta peningkatan daya saing melalui pertumbuhan yang inklusif dan berkeadilan.

Hadirkan 100 Pembicara

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas IBC Arsjad Rasjid mengungkapkan, IES 2026 akan menghadirkan sekitar 100 pembicara dari Indonesia dan berbagai negara. Dari dalam negeri, forum ini akan dihadiri antara lain oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, serta Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional.

Selain itu, sejumlah menteri, wakil menteri, kepala badan, hingga perwakilan Danantara juga dijadwalkan hadir. Dari internasional, forum ini akan menghadirkan pimpinan lembaga global, investor, dan sovereign wealth fund dari Asia, Timur Tengah, Eropa, hingga Amerika Utara, termasuk perwakilan Bank Dunia, OECD, ADB, AIIB, EIB, serta sovereign fund seperti Khazanah dan Mubadala.

“Yang kita butuhkan untuk membangun pertumbuhan adalah dua kapital besar, yaitu kapital pemerintah dan kapital swasta nasional maupun internasional,” ujar Arsjad.

Ia berharap, melalui dialog yang praktis dan berorientasi hasil, IES 2026 dapat menjadi ruang kolaborasi untuk mendorong investasi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Karena tujuan kita adalah bagaimana bersama-sama, bergotong royong, kita memperkirakan ekonomi Indonesia. Karena ujung-ujungnya adalah membuka lapangan pekerjaan, dan bagaimana menaikkan pendapatan daripada rakyat Indonesia,” tegas dia.

Tag:  #indonesia #economic #summit #2026 #dibidik #jadi #ruang #temu #reformasi #ekonomi #bakal #bahas #pemikiran #global #untuk #katalis #pertumbuhan #ekonomi

KOMENTAR