AI Bisa Tingkatkan Kompetensi Pekerja Profesional, Identifikasi Potensi SDM lewat Data
Ilustrasi kecerdasan buatan (AI).(SHUTTERSTOCK)
19:52
25 Januari 2026

AI Bisa Tingkatkan Kompetensi Pekerja Profesional, Identifikasi Potensi SDM lewat Data

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kian mendorong transformasi Sumber Daya Manusia (SDM).

Dalam dunia profesional, kehadiran AI juga memperkaya fungsi human resources (HR) dari peran administratif menjadi mitra strategis bisnis.

Pemanfaatan AI dinilai mampu memperkuat pengembangan kepemimpinan dan manajemen talenta secara lebih efektif, objektif, serta berbasis data.

Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). WIKIMEDIA COMMONS/JERNEJ FURMAN Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Dalam pengelolaan talenta, AI digunakan untuk mengidentifikasi potensi karyawan, menganalisis kinerja, hingga memprediksi kebutuhan pengembangan kompetensi.

Teknologi ini juga mempercepat proses rekrutmen dan membantu fungsi HR mengambil keputusan yang lebih akurat dalam pemetaan talenta internal maupun perencanaan suksesi.

Founder of Digimaster dan Coachee360 Elisa Indriasari, mengatakan pemanfaatan AI telah mengubah peran HR menjadi lebih strategis dalam mendukung keberlanjutan organisasi.

"Pemanfaatan AI menjadikan HR tidak lagi berfokus pada fungsi administratif semata, melainkan bertransformasi menjadi mitra strategis bisnis dalam menciptakan organisasi yang adaptif dan berkelanjutan,” ujar Elisa dalam keterangan resmi, Minggu (25/1/2026).

Meski demikian, Elisa menambahkan bahwa penerapan AI di bidang HR tetap perlu memperhatikan aspek etika, perlindungan data karyawan, serta mitigasi potensi bias algoritma agar manfaat teknologi dapat dirasakan secara optimal.

Di sisi pengembangan kepemimpinan, AI berperan dalam menilai potensi kepemimpinan karyawan melalui analisis data kinerja, umpan balik, serta perilaku kerja.

Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). shutterstock Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

AI juga memungkinkan penyusunan program pembelajaran yang dipersonalisasi, termasuk pelatihan berbasis simulasi dan virtual coaching, guna meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan dan kepemimpinan.

Dengan pemanfaatan AI yang tepat, Elisa menilai organisasi memiliki peluang lebih besar untuk menyiapkan pemimpin masa depan sekaligus mengelola talenta secara unggul di tengah dinamika dunia kerja yang terus berubah.

Dalam kesempatan yang sama, Elisa juga meluncurkan Coachee360, sebuah AI-enabled coaching ecosystem yang dirancang untuk membantu organisasi membangun talenta yang siap menghadapi tantangan masa depan (future-ready).

Coachee360 mengintegrasikan metodologi professional coaching dengan teknologi untuk menghadirkan proses coaching yang lebih terstruktur, personal, dan terukur, selaras dengan kebutuhan bisnis serta pengembangan individu.

Elisa menjelaskan, Coachee360 dikembangkan sebagai respons atas transformasi dunia kerja dan meningkatnya kebutuhan organisasi terhadap strategi pengembangan talenta yang adaptif, berkelanjutan, serta tetap berorientasi pada pertumbuhan yang human-centered.

“Coachee360 adalah platform coaching berbasis AI yang mendukung pengembangan kepemimpinan dan talenta melalui pendekatan holistik dan berbasis data. Platform ini mendorong pembelajaran berkelanjutan, efektivitas kepemimpinan, dan pertumbuhan organisasi yang berkesinambungan,” terang dia.

Coachee360 memposisikan diri sebagai strategic partner bagi organisasi yang ingin mengintegrasikan coaching sebagai bagian dari strategi pengembangan talenta jangka panjang.

"Melalui pendekatan berbasis data dan jalur pengembangan yang personal, platform ini diharapkan mampu mendorong kinerja organisasi secara berkelanjutan," tutup dia.

Tag:  #bisa #tingkatkan #kompetensi #pekerja #profesional #identifikasi #potensi #lewat #data

KOMENTAR