IHSG Hari Ini Masih Rawan Koreksi? Simak Rekomendasi dari Analis
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berada dalam fase rawan koreksi pada perdagangan Kamis (22/1/2026), setelah indeks ditutup melemah 1,36 persen ke posisi 9.010 pada Rabu kemarin.
Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memprediksi IHSG sedang berada pada fase awal wave (iv) dari wave 5.
Karena itu indeks rawan melanjutkan koreksi di kisaran 8.710-8.887. “Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini sedang berada di awal wave [iv] dari wave 5, sehingga IHSG masih rawan melanjutkan koreksinya ke rentang 8.710-8.887,” ujar Herditya dalam analisis hariannya.
Di tengah tekanan tersebut, peluang penguatan jangka pendek masih terbuka, meski terbatas.
IHSG diperkirakan berpotensi menguji area penguatan di rentang 9.026 hingga 9.054.
Untuk level teknikal terdekat, IHSG memiliki area support di 8.956 dan 8.905.
Sementara area resistance di posisi 9.120 dan 9.192.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 9.000-9.200.
Saham apa saja yang dapat dicermati pada perdagangan hari ini di Bursa Efek Indonesia?
Berikut rekomendasi dari dua sekuritas:
MNC Sekuritas:
Saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) ditutup di Rp 1.550 dan direkomendasikan speculative buy. Pergerakan saham ENRG dinilai tengah membentuk bagian dari wave [b] dari wave 4, yang membuka peluang terjadinya pergerakan lanjutan dalam jangka pendek, meski tetap dengan risiko volatilitas yang tinggi.
Saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) ditutup di harga Rp 3.550 dengan rekomendasi buy on weakness. IMPC dinilai berada di fase awal wave 5 dari wave (5), yang mengindikasikan potensi penguatan lanjutan apabila terjadi koreksi terbatas dan mampu bertahan di area support terdekat.
Saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) juga masuk dalam daftar saham dengan rekomendasi buy on weakness. MBMA ditutup di level Rp 780 dan secara teknikal berada pada bagian awal wave v dari wave (iii). Posisi ini membuka peluang kenaikan lanjutan dalam tren naik, meskipun pergerakan jangka pendek tetap berpotensi berfluktuasi mengikuti kondisi pasar.
Saham perbankan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) ditutup di harga Rp 4.990 dengan rekomendasi sell on strength. BMRI diperkirakan berada di awal wave [c] dari wave 2, sehingga setiap penguatan cenderung dimanfaatkan sebagai peluang ambil untung, sejalan meningkatnya risiko koreksi lanjutan.
Pilarmas Investindo Sekuritas
Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) diperdagangkan di harga Rp 4.270. ANTM memiliki area support Rp 3.990, sementara resistance berada di Rp 4.450. Dengan struktur pergerakan tersebut, ANTM berpeluang menguji target penguatan di area Rp 4.410.
Saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) di harga Rp 2.550. Saham ini memiliki support terdekat di Rp 2.440 dan resistance di kisaran Rp 2.770. Apabila mampu bertahan di atas area support, HRTA berpotensi bergerak menguji target penguatan di Rp 2.750.
Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) diperdagangkan di harga Rp 1.265. BRMS memiliki area support di Rp 1.205, dengan resistance di Rp 1.335. Pergerakan saham ini membuka peluang penguatan lanjutan menuju target Rp 1.315.
Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.
Tag: #ihsg #hari #masih #rawan #koreksi #simak #rekomendasi #dari #analis