Sanksi FA Hantui Matheus Cunha Usai Selebrasi Kasar Saat Manchester United Bungkam Arsenal
Matheus Cunha (Manchester United)
17:48
27 Januari 2026

Sanksi FA Hantui Matheus Cunha Usai Selebrasi Kasar Saat Manchester United Bungkam Arsenal

Baca 10 detik
  • Matheus Cunha terancam sanksi FA akibat kata-kata kasar saat selebrasi gol kemenangan MU.

  • Komentator Sky Sports meminta maaf setelah ucapan kotor Cunha bocor di siaran langsung.

  • Federasi Inggris menganggap teriakan ke arah kamera sebagai pelanggaran citra sepak bola profesional.

Kemenangan dramatis Manchester United atas Arsenal pada hari Minggu (25/1) menyisakan buntut panjang bagi sang pahlawan.

Matheus Cunha kini berada dalam bidikan Football Association (FA) akibat tindakan kontroversialnya di atas lapangan hijau.

Penyerang berbakat asal Brasil tersebut berhasil mencetak gol krusial yang memastikan skor berakhir 3-2 untuk Setan Merah.

Namun kegembiraan yang meluap tersebut justru berujung pada potensi hukuman yang bisa merugikan tim asuhan Ruben Amorim.

Pihak otoritas sepak bola Inggris dikabarkan tengah meninjau rekaman video terkait selebrasi yang dilakukan sang pemain.

Berdasarkan laporan yang dirilis oleh SPORT Illustrated pada Selasa, insiden ini bermula sesaat setelah gol penentu tercipta.

Cunha yang terbawa suasana emosional melakukan tarian kemenangan sebelum akhirnya menghampiri kamera siaran langsung secara agresif.

Saat wajahnya berada tepat di depan lensa, ia tertangkap basah melontarkan kalimat yang dianggap tidak pantas oleh publik.

Tanpa sensor, ia meneriakkan sebuah frasa yang sangat provokatif, “we’re the f***** biggest”.

Kalimat tersebut terdengar sangat nyaring dan jelas oleh jutaan pasang mata yang menyaksikan pertandingan tersebut dari rumah.

Kejadian yang tidak terduga ini langsung memaksa pihak penyiar untuk memberikan klarifikasi secara cepat dan sigap.

Peter Drury yang bertugas sebagai komentator di saluran Sky Sports langsung menyadari adanya pelanggaran etika penyiaran tersebut.

Ia merasa perlu menyampaikan rasa penyesalannya atas kata-kata yang keluar dari mulut pemain bernomor punggung tersebut.

Permohonan maaf ini menjadi sinyal kuat bahwa apa yang dilakukan Cunha adalah sebuah kesalahan fatal dalam etika olahraga.

Hingga detik ini, pihak FA memang belum merilis pernyataan tertulis mengenai langkah disiplin yang akan mereka ambil.

Meski demikian, publik sepak bola Inggris sudah sangat paham mengenai ketegasan regulasi yang berlaku di Premier League.

Setiap pemain dilarang keras melontarkan sumpah serapah atau kata-kata kotor, apalagi jika diarahkan langsung ke arah kamera.

Dalam regulasinya, FA menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran yang “jelas dan disengaja” serta dapat mencoreng citra permainan.

Tindakan tersebut dipandang sebagai bentuk perilaku tidak sportif yang mampu merusak reputasi kompetisi kasta tertinggi di Inggris.

Nasib Matheus Cunha kini sepenuhnya bergantung pada hasil investigasi dan sidang komisi disiplin yang akan segera digelar.

Kehilangan sosok penyerang yang sedang on-fire tentu akan menjadi kerugian besar bagi skuat Manchester United kedepannya.

Tim medis dan staf kepelatihan tentu berharap sanksi yang dijatuhkan tidak akan berdampak pada larangan bertanding yang lama.

Akan tetapi, sejarah mencatat bahwa FA jarang memberikan toleransi bagi pemain yang berkonfrontasi dengan kamera menggunakan kata kasar.

Kini sang striker hanya bisa menunggu dengan cemas mengenai keputusan resmi yang akan dikeluarkan oleh otoritas sepak bola tersebut.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Tag:  #sanksi #hantui #matheus #cunha #usai #selebrasi #kasar #saat #manchester #united #bungkam #arsenal

KOMENTAR