Harga Emas Melonjak, Imbas Rencana Trump Kuasai Greenland
Ilustrasi emas batangan. Harga emas dunia pada Kamis (18/12/2025) menguat dan bergerak mendekati rekor tertinggi. Kenaikan ini terjadi di tengah sikap investor yang menanti rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) serta mencermati meningkatnya ketegangan geopolitik di Venezuela.(DOK. Shutterstock.)
21:08
19 Januari 2026

Harga Emas Melonjak, Imbas Rencana Trump Kuasai Greenland

- Harga emas dan perak dunia mengalami kenaikan lagi pada Senin (19/1/2026), usai investor mencerna rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menguasai Greenland.

Rencana Trump itu memicu investor untuk mengalihkan aset mereka ke yang lebih aman atau safe heaven.

Mengutip CNBC, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari 2026 naik 1,71 persen menjadi 4.674,2 dollar AS per ons. Minggu lalu, harga emas juga mencapai rekor tertinggi mencapai 4.668,14 dollar AS per ons atau naik 1,6 persen.

Ilustrasi emas. Harga emas hari ini pada Minggu (4/1/2026) DOK. Pixabay/hamiltonleen. Ilustrasi emas. Harga emas hari ini pada Minggu (4/1/2026)

Manajer portofolio SDM di Ninety One George Cheveley mengatakan, reli harga emas tersebut terjadi di tengah rencana Trump menguasai Greenland, serta kenaikan tarif barang dari delapan negara Eropa.

"Reli (harga) emas didasarkan pada fundamental yang masih sangat kuat dengan suku bunga riil yang kemungkinan akan turun. Di sisi lain, bank sentral terus mendiversifikasi cadangan mereka," kata Cheveley.

"Kami melihat lebih banyak alasan bagi emas untuk berkonsolidasi atau naik sedikit daripada mengalami penurunan tajam," imbuh dia.

Cheveley memprediksi bahwa harga emas bisa melonjak 5 kali lipat pada tahun ini, dibanding tahun 2024. Demikian juga dengan harga perak yang mengikuti harga emas.

Adapun kontrak berjangka perak untuk Maret 2026 cenderung fluktuatif. Harga perak sempat berada di level 93,03 dollar AS per ons, setelah sebelumnya menyentuh level 93,02 dollar AS per ons.

Harga perak spot juga sempat naik 3,55 persen dibanding 93,16 per ons.

Ilustrasi emas, emas batangan.FREEPIK/RAWPIXEL.COM Ilustrasi emas, emas batangan.

Emas dan perak cenderung berkinerja baik di tengah periode ketidakpastian yang meningkat karena aset yang lebih berisiko. Kondisi ini juga membuat saham, kehilangan daya tariknya.

Sebagai informasi, masalah tarif dan upaya menguasai Greenland menjadi sentimen pasar menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh AS pada 3 Januari 2026 lalu.

Adapun serangan AS terhadap Venezuela terjadi lantaran rencana Trump ingin menguasai dan mengendalikan industri minyak.

Trump juga mengisyaratkan akan melakukan serangan militer terhadap Iran usai kerusuhan yang terjadi.

Pasar saham Eropa dan Asia-Pasifik turun pada awal pekan ini karena investor khawatir dengan ancaman geopolitik.

Saham produsen mobil terbesar di Eropa dan perusahaan barang mewah juga melemah karena investor mencerna kemungkinan tarif pada negara-negara Eropa.

Rencananya, Trump akan menerapkan kebijakan tarif sebesar 10 persen mulai 1 Februari mendatang, naik menjadi 25 persen mulai 1 Juni 2026 jika tidak ada kesepakatan yang tercapai.

Indeks saham Stoxx Europe 600 Automobiles & Parts turun 2,2 persen, demikian juga dengan indeks Stoxx Europe Luxury p10 yang juga melemah 2,9 persen.

Negara-negara Eropa dilaporkan tengah mempertimbangkan kenaikan tarif balasan dan tindakan penanggulangan, agar tak menimbulkan dampak ekonomi yang lebih luas.

Harga emas bersinar sepanjang 2025

Harga emas dunia bersinar sepanjang tahun 2025 sebagai aset lindung nilai. Harga emas kemudian masih lanjut naik pada tahun ini.

Sepanjang 2025, harga emas naik sekitar 63 persen, menandai salah satu kenaikan tahunan tertinggi dalam beberapa dekade terakhir.

Harga emas sudah naik sekitar 6 persen sepanjang Januari 2026.

Sentimen geopolitik menjadi salah satu penyebab kenaikan harga emas dan perak. Dalam kondisi penuh ketidakpastian, emas dan perak kembali menjadi tujuan alokasi dana karena dipandang mampu menjaga nilai kekayaan.

Reuters mencatat, arus permintaan safe haven meningkat seiring kekhawatiran investor terhadap stabilitas global dan prospek ekonomi dunia.

Selain itu, sejumlah analis juga menyoroti meningkatnya ketidakpastian terkait kebijakan fiskal dan moneter AS ke depan. Keraguan pasar terhadap arah kebijakan ekonomi dan independensi bank sentral ikut memperkuat minat terhadap logam mulia, terutama emas.

Tag:  #harga #emas #melonjak #imbas #rencana #trump #kuasai #greenland

KOMENTAR