K3 Jadi Penopang Kelancaran Distribusi Pupuk Bersubsidi Petrokimia Gresik
Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi salah satu faktor kunci dalam menjaga keberlangsungan produksi dan distribusi pupuk bersubsidi nasional.
Bagi Petrokimia Gresik, aspek K3 tidak hanya berkaitan dengan keselamatan pekerja di area pabrik, tetapi juga berkaitan langsung dengan kelancaran operasional industri pupuk yang menopang ketahanan pangan Indonesia.
Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menyatakan, penerapan K3 di lingkungan perusahaan telah berkembang dari sekadar kewajiban regulatif menjadi kebutuhan operasional.
Sebanyak 508.216 ton pupuk telah disiapkan Petrokimia Gresik, guna mendukung kebijakan baru tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi.
Hal ini sejalan dengan peran strategis Petrokimia Gresik sebagai produsen pupuk bersubsidi yang memasok jutaan ton pupuk ke berbagai wilayah Indonesia setiap tahun.
“Menerapkan K3 bagi Petrokimia Gresik bukan lagi sebatas kewajiban, tetapi sudah menjadi kebutuhan dalam mendukung kelancaran distribusi pupuk bersubsidi ke seluruh Indonesia, serta mewujudkan ketahanan pangan nasional,” ujar Daconi dalam siaran pers, Kamis (15/1/2026).
Ia menjelaskan, Petrokimia Gresik merupakan objek vital nasional yang operasionalnya tidak boleh mengalami gangguan.
Proses produksi pupuk yang melibatkan bahan kimia dan beroperasi dalam skala besar menuntut standar keselamatan yang tinggi, disiplin, serta inovatif agar seluruh rantai produksi dan distribusi berjalan sesuai target.
“Petrokimia Gresik memiliki tanggung jawab besar memproduksi jutaan ton pupuk bersubsidi ke seluruh Indonesia tiap tahunnya. Karena itu, penerapan K3 dengan disiplin dan inovatif adalah keniscayaan,” kata Daconi.
Selain menjaga keselamatan pekerja, penerapan K3 juga berperan penting dalam menjaga stabilitas operasional perusahaan yang lokasinya berdampingan langsung dengan permukiman masyarakat.
Ilustrasi kesehatan dan keselamatan kerja (K3).
Menurut Daconi, keberadaan pabrik di tengah kawasan pemukiman menuntut perusahaan untuk membangun kolaborasi yang kuat dengan masyarakat sekitar demi memastikan kegiatan industri berjalan aman dan berkelanjutan.
Ia menambahkan, kolaborasi tersebut tidak hanya melibatkan masyarakat, tetapi juga keluarga karyawan.
Pendekatan ini dilakukan agar prinsip-prinsip K3 tidak berhenti di lingkungan kerja, melainkan menjadi kebiasaan sehari-hari yang terbentuk sejak lingkungan terkecil.
“Selain masyarakat, Petrokimia Gresik juga melibatkan keluarga. Harapannya, karyawan sudah terbiasa menerapkan prinsip-prinsip K3 sejak di lingkungan terkecil mereka, yaitu keluarga,” ujar Daconi.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memandang penerapan K3 sebagai bagian penting dari upaya meningkatkan produktivitas dan daya saing industri.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam memastikan sistem K3 berjalan secara efektif, berkelanjutan, dan berbudaya.
Menurut Khofifah, peran tersebut tidak hanya dijalankan melalui regulasi dan pengawasan, tetapi juga melalui pembinaan, pendampingan, serta pemberian apresiasi kepada dunia usaha yang konsisten menerapkan K3 di tempat kerja.
“K3 bukan sekadar kewajiban regulatif. K3 adalah nilai. Nilai bahwa setiap pekerja berhak pulang dengan selamat. Nilai bahwa produktivitas dan keselamatan harus berjalan beriringan. Nilai bahwa ini adalah tanggung jawab kita semua,” ujar Khofifah.
Ia menambahkan, pada 2026 terdapat 717 perusahaan di Jawa Timur yang menerima apresiasi terkait penerapan K3.
Pemerintah daerah berharap capaian tersebut dapat menjadi pemicu bagi perusahaan lain untuk memperkuat komitmen terhadap keselamatan dan kesehatan kerja, sehingga tercipta lingkungan kerja yang aman, sehat, produktif, dan berdaya saing.
Dalam rangka memperingati Bulan K3 Nasional 2026, Petrokimia Gresik menggelar berbagai kegiatan internal, antara lain apel Bulan K3 bersama Gubernur Jawa Timur, sertifikasi dan pelatihan K3, webinar series K3, safety and health competition, lomba 5R, serta audit K3 kontraktor.
Rangkaian kegiatan tersebut juga diramaikan dengan simulasi K3, penyerahan santunan dan beasiswa dari BPJS Ketenagakerjaan, serta area pameran dan edukasi K3.
“Rangkaian kegiatan di Bulan K3 ini bertujuan meningkatkan pemahaman bahwa implementasi K3 harus dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan. Keselamatan dan kesehatan kerja bukan tanggung jawab satu departemen, melainkan seluruh insan perusahaan,” kata Daconi.
Pada pembukaan Bulan K3 Nasional 2026 tersebut, Petrokimia Gresik juga menerima tiga penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, masing-masing atas penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS (P2HIV/AIDS) di tempat kerja, serta Pencegahan dan Penanggulangan Tuberkulosis (P2TB) di tempat kerja.
Selain itu, PT Petrokimia Kayaku memperoleh penghargaan Zero Accident dan PT Petrosida Gresik menerima penghargaan P2TB.
Tag: #jadi #penopang #kelancaran #distribusi #pupuk #bersubsidi #petrokimia #gresik