Produksi Batu Bara 2025 Capai 790 Juta Ton, IESR Ingatkan Ancaman Ketergantungan Energi Fosil
- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat produksi batu bara nasional sepanjang 2025 mencapai 790 juta ton.
Capaian tersebut melampaui target produksi yang ditetapkan pemerintah sebesar 739,6 juta ton.
Untuk tahun 2026, pemerintah justru menurunkan target produksi batu bara menjadi sekitar 600 juta ton.
Chief Executive Officer Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menilai capaian produksi yang kembali melampaui target ini mencerminkan masih kuatnya ketergantungan Indonesia terhadap sektor energi fosil, khususnya batu bara, baik dari sisi ekspor maupun penerimaan negara.
"Sejak 2020, target produksi batu bara Indonesia selalu melampaui target yang ditetapkan yang dipicu oleh dorongan ekspor, ketergantungan pada penerimaan dana bagi hasil dan royalti, serta lemahnya disiplin kuota. Hal ini menunjukkan masih adanya peran dominan sektor energi fosil bagi Indonesia," katanya dalam keterangan resmi pada Minggu (11/1/2026). Fabby menjelaskan, industri batu bara global kini mulai memasuki fase keseimbangan baru.
Transisi energi dunia, pelemahan aktivitas ekonomi, serta meningkatnya penetrasi energi terbarukan secara bertahap menekan permintaan dan harga batu bara.
Kondisi ini, menurut dia, perlu diantisipasi serius oleh pemerintah Indonesia.
IESR mendorong pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), untuk menyiapkan berbagai skenario kebijakan apabila harga batu bara terus menurun dalam beberapa tahun ke depan.
Antisipasi tersebut penting untuk menjaga penerimaan negara dan daerah, keseimbangan fiskal, serta stabilitas ekonomi nasional.
Selain itu, Fabby menekankan perlunya analisis risiko sistemik di sektor keuangan.
Industri berbasis batu bara berpotensi menghadapi risiko aset terbengkalai (stranded assets) dan gagal bayar utang apabila tekanan harga berlanjut.
Menurut dia, tanda-tanda tekanan serupa sudah mulai terlihat pada industri nikel yang mengalami kondisi kelebihan pasokan dan harga rendah, meskipun izin produksi terus bertambah.
IESR menilai, tanpa perencanaan transisi yang matang, ketergantungan berlebihan pada komoditas energi fosil berisiko menimbulkan kerentanan baru bagi perekonomian nasional di masa mendatang.
Tag: #produksi #batu #bara #2025 #capai #juta #iesr #ingatkan #ancaman #ketergantungan #energi #fosil