Prabowo: Banyak Tokoh Nyinyir Kita Tak Bisa Swasembada Pangan, Hari Ini Kita Buktikan!
Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), serta Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sekti Wahyu Trenggono, memantau proses panen raya di area persawahan Kecamatan Cilebar, Karawang Timur, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026). (Tangkap Layar YouTube Sekretariat Presiden)
13:52
7 Januari 2026

Prabowo: Banyak Tokoh Nyinyir Kita Tak Bisa Swasembada Pangan, Hari Ini Kita Buktikan!

- Presiden Prabowo Subianto, resmi mengumumkan Indonesia telah mencapai swasembada beras.

Capaian itu Prabowo sampaikan saat menghadiri acara panen raya dan pengumuman swasembada pangan di Kecamatan Cilebar, Karawang Timur, Rabu (7/1/2025).

Prabowo mengatakan, sepanjang 2025 Indonesia telah memproduksi beras 34,71 juta ton.

Dengan stok beras itu pada 2025 Indonesia sama sekali tidak mengimpor beras konsumsi.

“Kalau banyak tokoh nyinyir kita enggak bisa swasembada pangan. Hari ini kita buktikan, kita swasembada pangan!” kata Prabowo, Rabu.

Menurut Prabowo, terdapat banyak suara sumbang yang menyepelekan capaian swasembada pangan tersebut.

Mereka menyebut swasembada pangan hanya akan bisa berlangsung dalam beberapa tahun saja.

Namun, ia menegaskan pemerintah akan membuktikan bisa mencalai swasembada pangan setipa tahun.

“Tiap tahun kita buktikan swasembada, swasembada, swaswmba, swasembada!” tegas Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra itu menargetkan swasembada tidak hanya terjadi pada komoditas beras.

Komoditas pangan ownting lainnya seperti jagung, singkong, hingga bawang putih juga tidak lagi bergantung pada impor melainkan hasil produksi dalam negeri.

“Bawang putih harus swasembada,” unar Prabowo.

Ia menyebut, momentum Pandemi Covid-19 beberapa waktu lalu membuka mata bahwa negara yang pemenuhan kebutuhan pangannya bergantung pada negara lain menjadi rentan.

Sebab pada kondisi seperti itu negara-negara produsen beras menutup keran ekspor.

Beruntung, kata Prabowo, Presiden RI Ke-7 Joko Widodo saat itu melobi banyak kepala negara produsen beras sehingga akhirnya nisa mengimpor bahan pangan pada masa Covid-19.

“Covid pandemi adalah warning, adalah peringatan bagi bangsa Indonesia jangan mau, jangan lengah, jangan tergantung bangsa lain,apalagi untuk pangan juga untuk BBM untuk energi,” kata Prabowo.

Sementara itu, dalam forum yang sama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, menyampaikan mepada Prabowo bahwa target swasembada pangan yang sebelumnya ditargetkan tercapai dalam 4 tahun berhasil terwujud dalam 1 tahun.

Amran menyebut, capaian tersebut bisa terwujud berkat kerja sama para menteri dan anak buah Prabowo.

Ia misalnya, menelepon menteri-mentwri Prabowo pada pukul 03.00 WIB dini hari dan rapat pada waktu subuh.

Ia pun meminta maaf karena sering mengganggu menteri-menteri yang lain.

Amran mengaku dirinya bahkan sampai jaruh sakit saat mengejar target swasembada pangan di tahun pertama pemerintahan Prabowo.

“Di saat menjadi satu tahun alhamdulillah kami vertigo, kami asam lambung. Hari ini sudah mulai sembuh recovery kembali,” ujar Amran.

Diketahui, Prabowo mulanya menargetkan swasembada beras akan tercapai dalam waktu sekitar 4 hingga 5 tahun.

Namun, dalam waktu setahun swasembada pangan itu telah tercapai. Sepanjang 2025 produksi beras Indonesia mencapai 34,71 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.

Dengan stok beras dalam negeri pemerintah sama sekali tidak mengimpor beras konsumsi pada 2025.

Sementara itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan, pada awal tahun 2026 terdapat stok 12,529 juta ton beras.

Beras itu terdiri dari 3,248 juta ton stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di. perum Bulog, beras di rumah tangga, restoran, hotel, dan lainnya.

Tag:  #prabowo #banyak #tokoh #nyinyir #kita #bisa #swasembada #pangan #hari #kita #buktikan

KOMENTAR