Tak Hanya Infrastruktur, Pendidikan Jadi Prioritas Pemulihan Pascabencana di Aceh
- Pertamina Patra Niaga mendirikan sekolah serta pesantren sementara di Pidie Jaya untuk kelangsungan pendidikan pascabencana.
- Fasilitas darurat ini berupa dua tenda di Posko Pertamina Peduli dan mulai beroperasi efektif pada Senin (5/1).
- Sekitar 200 peserta didik memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mengikuti pelajaran formal dan pendidikan Diniyah terstruktur.
Upaya pemulihan pascabencana alam di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, tidak hanya difokuskan pada perbaikan fisik dan infrastruktur. Keberlangsungan pendidikan anak-anak juga menjadi perhatian utama agar aktivitas belajar mengajar tetap berjalan di tengah kondisi darurat.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mendirikan sekolah dan pesantren sementara bagi anak-anak terdampak bencana.
Fasilitas pendidikan darurat tersebut berupa dua tenda posko yang berlokasi di Posko Pertamina Peduli, kompleks Masjid At-Taqwa, Kota Meureudu, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya.
Sekolah dan pesantren sementara ini mulai digunakan pada Senin (5/1), bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah setelah masa libur. Kehadiran posko pendidikan ini diharapkan mampu menjadi ruang belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak, sekaligus mendukung pemulihan sosial masyarakat pascabencana.
PerbesarFoto udara warga melewati aliran sungai yang menggenangi jalan pascabanjir bandang susulan di Nagari Maninjau, Agam, Sumatera Barat, Jumat (26/12/2025). [ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/wpa]Kegiatan belajar mengajar disusun secara terstruktur. Pada pagi hari, anak-anak mengikuti pelajaran sekolah formal, sementara pada siang hari dilanjutkan dengan pendidikan Diniyah. Skema ini diterapkan agar pendidikan umum dan keagamaan tetap berjalan seimbang meski dalam keterbatasan.
Sebanyak sekitar 200 peserta didik memanfaatkan fasilitas tersebut, terdiri dari 50 siswa jenjang TK dan SD serta 150 santri pendidikan Diniyah. Anak-anak mengikuti kegiatan belajar dengan antusias, didampingi oleh para guru, pengajar, serta relawan Pertamina yang turut terlibat dalam proses pembelajaran.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan bahwa pendidikan merupakan bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana.
"Melalui Posko Pertamina Peduli ini, kami ingin memastikan anak-anak di Pidie Jaya tetap dapat belajar dengan aman dan nyaman, sekaligus menjaga semangat mereka untuk terus bersekolah," ujar Fahrougi seperti dikutip, Selasa (6/1/2026).
Senada, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyampaikan kehadiran posko pendidikan ini diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat dan harapan anak-anak di wilayah terdampak.
"Pertamina Patra Niaga berupaya mendukung keberlangsungan kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan. Kami berharap fasilitas ini dapat membantu menciptakan ruang belajar yang aman dan nyaman, sehingga anak-anak tetap memiliki semangat untuk belajar di tengah proses pemulihan pascabencana," katanya.
Ke depan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait untuk mendukung proses pemulihan di Pidie Jaya, sekaligus memastikan bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak.
Tag: #hanya #infrastruktur #pendidikan #jadi #prioritas #pemulihan #pascabencana #aceh