Kelas Menengah RI Mulai Pulih, Plaza Indonesia Bidik Okupansi Mal di Atas 80 Persen
Pengunjung Plaza Indonesia bergantian berfoto di depan pohon Natal raksasa setinggi 5 meter Rabu (17/12/2025).(Kompas.com/Dian Erika)
11:48
6 Januari 2026

Kelas Menengah RI Mulai Pulih, Plaza Indonesia Bidik Okupansi Mal di Atas 80 Persen

Konsumsi kelas menengah di Indonesia dinilai mulai pulih setelah tertekan dalam beberapa tahun terakhir. Sinyal ini memberi dorongan positif bagi industri ritel dan properti komersial, terutama di kota besar seperti Jakarta.

PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) mencatat pemulihan kelas menengah berlangsung bertahap dan belum sepenuhnya kembali ke level sebelum pandemi. Pola belanja konsumen berubah. Konsumen kini lebih berhati-hati dan menekankan nilai, kualitas, serta pengalaman, bukan semata volume belanja.

“Jika ditinjau dari sentimen konsumen, kelas menengah mulai menunjukkan pemulihan secara bertahap, namun dengan pola konsumsi yang lebih selektif dan berorientasi pada nilai (value oriented),” ujar Direktur PLIN Evy Tirtasudira dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (6/1/2026).

Seiring tren tersebut, PLIN menargetkan tingkat okupansi Plaza Indonesia Shopping Center pada 2026 berada di atas 80 persen. Jumlah tenant diproyeksikan berada di kisaran 370–380 penyewa.

“Sejalan dengan strategi pengelolaan portofolio properti, perseroan memperkirakan jumlah tenant pada tahun 2026 sekitar 370–380 tenant. Perseroan memperkirakan bahwa tingkat okupansi mall pada tahun 2026 akan berada di atas 80 persen,” kata Evy.

Manajemen menilai pengelolaan tenant mix menjadi faktor kunci dalam merespons perubahan perilaku konsumen. Penyesuaian komposisi penyewa diarahkan agar selaras dengan preferensi kelas menengah yang kini lebih selektif dan berorientasi nilai. Langkah ini ditujukan menjaga arus pengunjung sekaligus menopang kinerja operasional pusat perbelanjaan.

Kinerja positif juga diproyeksikan pada lini usaha The Plaza. Tingkat okupansi gedung perkantoran premium ini diperkirakan melampaui 90 persen dengan sekitar 90 tenant sepanjang 2026.

“Sementara itu bagi sektor perhotelan, kemampuan untuk beradaptasi dengan mengalihkan fokus ke segmen korporasi dan retail, mulai menunjukkan pemulihan, menjadi faktor kunci dalam menjaga kinerja usaha,” lanjut Evy.

Dalam dokumen tanggapan kepada BEI, Plaza Indonesia Realty menyampaikan belum memiliki rencana ekspansi, penggabungan atau peleburan usaha, akuisisi, divestasi, maupun restrukturisasi utang dan permodalan yang bersifat material.

Belanja modal difokuskan pada program peremajaan area publik secara berkala. Langkah ini ditempuh untuk menjaga kualitas aset dan kenyamanan pengunjung. Realisasi belanja modal disesuaikan dengan prioritas proyek dan dilaporkan melalui laporan keuangan berkala.

“Sehubungan dengan belanja modal, perseroan secara berkelanjutan melaksanakan program peremajaan area publik secara berkala. Realisasi penggunaan dan alokasi belanja modal pada tahun berjalan masih berada dalam tahap pelaksanaan dan disesuaikan dengan prioritas proyek yang telah ditetapkan, serta akan dilaporkan secara transparan melalui laporan keuangan berkala perseroan,” ujarnya.

Dari sisi makroekonomi, PLIN mengacu pada proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 5,0–5,4 persen. Pemulihan konsumsi kelas menengah dinilai masih tertahan ketidakpastian global serta kebijakan efisiensi belanja pemerintah. Pengurangan anggaran perjalanan dinas dan kegiatan rapat di luar kantor ikut menekan industri perhotelan.

Di sisi lain, peningkatan belanja pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 diperkirakan mencapai Rp 3.842,7 triliun, naik sekitar 8,9 persen secara tahunan. Perseroan menilai kondisi ini berpotensi menjadi katalis penguatan konsumsi domestik dan memberi efek lanjutan bagi aktivitas ritel, termasuk pusat perbelanjaan.

Tag:  #kelas #menengah #mulai #pulih #plaza #indonesia #bidik #okupansi #atas #persen

KOMENTAR