Menanti IPO Bank Jakarta: Target Bergeser ke 2027
Bank DKI ubah logo dan nama panggilan jadi Bank Jakarta.(KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU)
11:12
6 Januari 2026

Menanti IPO Bank Jakarta: Target Bergeser ke 2027

- Rencana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) Bank Jakarta kembali menjadi perhatian pasar setelah target pelaksanaannya bergeser.

Pada awal 2025, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sempat mendorong agar bank pembangunan daerah (BPD) itu dapat melantai di bursa dalam horizon satu tahun.

Namun memasuki 2026, diumumkan penyesuaian jadwal IPO Bank Jakarta, dengan target baru mengarah ke awal 2027.

Kolaborasi Bank Jakarta dan Persija sasar komunitas Jakmania lewat layanan keuangan.DOK. BANK JAKARTA Kolaborasi Bank Jakarta dan Persija sasar komunitas Jakmania lewat layanan keuangan.

Perubahan target ini bukan berdiri sendiri. Di belakangnya ada rangkaian pekerjaan rumah, antara lain perbaikan fundamental, penunjukan konsultan, pemenuhan aspek keterbukaan, hingga sinkronisasi dengan regulator dan otoritas pasar modal.

Bagi investor, publik, dan pemegang saham pengendali, pertanyaannya bukan hanya kapan IPO terjadi, tetapi juga sejauh apa kesiapan Bank Jakarta untuk diuji oleh mekanisme pasar.

Dari Bank DKI ke Bank Jakarta, IPO masuk peta jalan

Dorongan menuju IPO Bank Jakarta muncul seiring agenda transformasi dan rebranding.

Pada pertengahan 2025, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menempatkan rencana “go public” sebagai salah satu tugas utama bagi manajemen Bank DKI yang kemudian berganti identitas menjadi Bank Jakarta.

Pramono menyebut tugas utama yang ia berikan kepada jajaran bank adalah mempersiapkan diri untuk melantai di bursa pada tahun berikutnya.

“Paling utama tugas saya kepada Direktur Utama, Komisaris Utama dan seluruh jajaran Bank Jakarta adalah untuk mempersiapkan diri untuk go public pada tahun depan,” kata Pramono saat peluncuran nama dan logo Bank Jakarta, 22 Juni 2025 lalu.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan peluncuran kartu debit visa Bank Jakarta  di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, Senin (5/1/2026).KOMPAS.com/ RUBY RACHMADINA Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan peluncuran kartu debit visa Bank Jakarta di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, Senin (5/1/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Pramono juga menekankan pentingnya pengawasan publik. Ia menilai pengelolaan bank akan lebih baik bila berada dalam sorotan keterbukaan.

“Kenapa ini saya sampaikan? Karena saya termasuk yang percaya bahwa untuk me-manage bank seperti Bank Jakarta akan lebih baik kalau di-manage, diawasi secara terbuka oleh publik,” ujarnya.

Pramono menegaskan aspek profesionalisme, termasuk dalam penataan sumber daya manusia dan praktik tata kelola.

“Saya tidak membuka ruang sama sekali siapapun untuk bisa menitipkan siapapun itu di Bank Jakarta,” tegasnya.

Target “satu tahun” dan modal cerita kinerja: dividen 32 persen dari laba 2024

Sebelum target bergeser ke 2027, Pramono pada periode awal kepemimpinannya sempat menyebut horizon waktu yang lebih dekat.

Pramono berharap IPO Bank Jakarta bisa terwujud dalam lima hingga enam bulan atau paling lama satu tahun, sembari menyinggung indikator pembagian dividen.

“Memang kemarin Bank DKI juga masih bisa membagikan keuntungan dividennya 32 persen dari keuntungan. Sehingga, dengan demikian saya melihat prospek Bank DKI cukup bagus. Mudah-mudahan dalam waktu 5, 6 bulan atau paling lama 1 tahun Bank DKI sudah bisa IPO. Dan itu sangat memenuhi syarat,” kata Pramono.

Bank DKI mengumumkan pembagian dividen Rp 249,31 miliar dengan dividen payout ratio 32 persen dari laba bersih tahun buku 2024 sebesar Rp 779,10 miliar.

Rinciannya, Rp 249,26 miliar diberikan kepada Pemprov DKI Jakarta dan Rp 56 juta kepada Perumda Pasar Jaya. Sisa laba bersih 68 persen atau Rp 529,79 miliar ditetapkan sebagai laba ditahan untuk pengembangan usaha.

Respons OJK

Ilustrasi pasar saham. Libur bursa saham Desember 2025. Hari libur bursa Desember 2025. Jadwal libur bursa Desember 2025. Tanggal libur bursa Desember 2025.PIXABAY/PETE LINFORTH Ilustrasi pasar saham. Libur bursa saham Desember 2025. Hari libur bursa Desember 2025. Jadwal libur bursa Desember 2025. Tanggal libur bursa Desember 2025.

Pada Mei 2025, Pemprov DKI Jakarta telah membahas rencana IPO Bank DKI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Kemarin kami kedatangan tamu OJK bersama dengan Bank DKI, salah satunya adalah membahas tentang hal tersebut (pengantongan izin OJK bagi Bank DKI untuk IPO),” kata Pramono.

Kala itu, Pramono menegaskan OJK menyambut baik niat Pemprov untuk membawa bank melantai di bursa, meski pada saat itu proses formal dan detailnya belum dipaparkan.

Namun, dari sisi OJK, narasi yang muncul dalam berbagai kesempatan menekankan aspek prosedural dan kesiapan.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi yang menyatakan bahwa Bank DKI dan Bank Sumut belum ada dalam pipeline proses IPO OJK.

“Saat ini pada pipeline proses IPO saham yang OJK miliki, belum terdapat proses IPO saham dari Bank DKI dan Bank Sumut,” ujar Inarno, dikutip dari Antara.

Inarno menjelaskan OJK mendorong perusahaan berkembang melalui pasar modal, termasuk bank pembangunan daerah (BPD), dengan tetap mempertimbangkan kesiapan. Ia menilai IPO bisa mendukung permodalan sekaligus perbaikan tata kelola dan transparansi.

“Pelaksanaan IPO dapat mendorong permodalan BPD, yang pada gilirannya kami percaya dapat meningkatkan kinerja keuangan dan peningkatan tata kelola serta transparansi BPD,” terang Inarno.

Inarno juga menggarisbawahi prinsip keterbukaan. Calon emiten wajib mengungkapkan informasi dan fakta material di prospektus.

Sinyal dari BEI: “Belum ada nama Bank Jakarta di pipeline”

Memasuki akhir 2025, perhatian beralih ke sinyal dari Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait daftar pipeline IPO. Bank Jakarta tidak termasuk dalam daftar perusahaan yang akan melantai di BEI dalam waktu dekat.

“Saat ini di pipeline kami ada sekitar tujuh, belum ada nama bank tersebut (Bank Jakarta),” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna.

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo di Taman Literasi Jakarta, Minggu (22/6/2025).KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo di Taman Literasi Jakarta, Minggu (22/6/2025).

Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo sempat menyebut IPO bakal dilakukan sebelum 2025 berakhir, dengan target dana yang dihimpun mencapai hingga Rp 4 triliun, dan menyebut soal hasil asesmen sebagai pijakan persiapan.

Awal 2026: Target IPO Bank Jakarta geser ke 2027

IPO Bank Jakarta resmi digeser menjadi pada awal 2027. Kali ini, manajemen menekankan bahwa persiapan mencakup perbaikan fundamental dan proses menunjuk konsultan.

“Kami sedang persiapan, mudah-mudahan di awal 2027. Fundamental kami perbaiki semua, kemudian kami juga sudah proses menunjuk konsultan-konsultan untuk persiapan IPO itu,” kata Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo, Senin (5/1/2026).

Bank Jakarta membidik dana segar hingga Rp3 triliun melalui IPO tersebut.

Alasan IPO Bank Jakarta versi Pemprov

Pramono menyebut IPO dibutuhkan agar bank lebih sehat dan tidak bergantung pada figur maupun struktur pemerintahan.

“Saya betul-betul berkeinginan Bank Jakarta mempersiapkan diri untuk bisa IPO. Sebab kalau itu dilakukan, bank jadi lebih sehat, tidak lagi bergantung orang per orang serta Gubernur dan Wakil Gubernur dan jajarannya yang bisa melakukan intervensi,” kata Pramono dalam peluncuran Kartu Debit Visa Bank Jakarta.

Dia menyebut koordinasi dilakukan secara berkelanjutan dengan Bank Indonesia (BI) dan OJK, serta meminta jajaran direksi dan komisaris menyiapkan IPO.

PR menjelang IPO Bank Jakarta

Merujuk pengalaman IPO di sektor perbankan menunjukkan bahwa pasar biasanya menunggu beberapa hal sebelum menilai kesiapan emiten.

Ilustrasi bank.FREEPIK/PCH.VECTOR Ilustrasi bank.

1. Kesiapan administratif dan keterbukaan

OJK berulang kali menekankan bahwa calon emiten wajib mengungkapkan informasi dan fakta material dalam prospektus, serta bahwa perlindungan investor dilakukan melalui prinsip keterbukaan.

2. Status dalam pipeline

Pada akhir 2025, BEI menyebut pipeline IPO berisi sekitar tujuh perusahaan dan belum ada Bank Jakarta.

3. Keselarasan rencana bisnis dan komunikasi dengan regulator

Soal IPO BPD, OJK menekankan pentingnya proses yang berjalan sesuai ketentuan dan kesiapan yang matang, bukan hanya target waktu.

4. Penggunaan dana IPO

Pramono menyebut, IPO ditempatkan sebagai sarana menyehatkan Bank Jakarta dan memperkuat profesionalisme.

Tag:  #menanti #bank #jakarta #target #bergeser #2027

KOMENTAR