Menkeu Purbaya Ngaku Belum Terima Surat Menperin Soal Insentif Mobil Listrik
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Jumat (2/1). (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
16:54
2 Januari 2026

Menkeu Purbaya Ngaku Belum Terima Surat Menperin Soal Insentif Mobil Listrik

- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum menerima dan membaca surat dari Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita terkait dengan usulan insentif pembelian kendaraan listrik.

Bahkan, Purbaya bertanya-tanya surat dari Menperin itu dikirim tanggal berapa kepadanya. Ia memastikan baru akan mendiskusikan jika sudah menerimanya.

"Kemarin? Tanggal berapa? Ya mungkin belum sampai ke saya suratnya. Saya belum baca suratnya, saya belum tahu. Saya akan diskusikan," kata Purbaya singkat di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Jumat (2/1).

Sebelumnya, diberitakan sejumlah media bahwa Menperin Agus Gumiwang sudah melayangkan surat kepada Menkeu Purbaya terkait dengan insentif sektor otomotif untuk Tahun 2026.

Usulan itu disampaikan karena berkaitan erat dengan rencana penghapusan insentif impor utuh Completely Built-Up (CBU) mobil listrik berbasis baterai. Di sisi lain, Menperin menyoroti soal TKDN yang memang terkandung dari sejumlah mobil listrik di tanah air.

Dengan adanya insentif, kata Menperin, nantinya konsumen bisa memperoleh harga yang bersaing untuk setiap segmen. Agus menambahkan, Kemenperin sudah menyelesaikan proses yang panjang dan rumit dalam mengusulkan insentif bagi industri otomotif dan hasilnya dikirim ke Purbaya.

Ia juga meyakinkan usulan insentif tersebut tidak akan membuat negara defisit. Ia menggarisbawahi pentingnya sektor otomotif yang menyerap banyak tenaga kerja di Tanah Air.

"Yang paling penting juga bagi negara adalah cost and benefit. Tentu Kemenperin tidak mau menyampaikan usulan yang itu kemudian membuat negara cekat atau defisit," ujar Menperin Agus.

 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah

Tag:  #menkeu #purbaya #ngaku #belum #terima #surat #menperin #soal #insentif #mobil #listrik

KOMENTAR