Belajar dari Warren Buffett: 10 Prinsip Investasi yang Tetap Relevan
Warren Buffett resmi pensiun dari posisi CEO Berkshire Hathaway setelah hampir 60 tahun. Di balik perjalanan panjangnya, tersimpan 10 pelajaran investasi yang terus relevan lintas generasi.()
09:32
2 Januari 2026

Belajar dari Warren Buffett: 10 Prinsip Investasi yang Tetap Relevan

– Berkshire Hathaway memasuki tahun 2026 dengan babak baru setelah Warren Buffett mengakhiri masa jabatannya sebagai Chief Executive Officer (CEO) usai hampir enam dekade memimpin perusahaan.

Warren Buffett, yang dijuluki Oracle of Omaha, kerap disebut sebagai investor terbesar sepanjang masa. Dari sebuah pabrik tekstil bermasalah di New England, ia membangun Berkshire Hathaway menjadi konglomerasi global terdiversifikasi dengan valuasi lebih dari 1 triliun dollar AS.

Dalam surat kepada pemegang saham pada November 2025, Buffett merefleksikan peran keberuntungan dalam hidupnya.

"Saya lahir pada 1930 dalam keadaan sehat, cukup cerdas, berkulit putih, laki-laki, dan di Amerika Serikat. Wah! Terima kasih, Dewi Keberuntungan," tulisnya. 

Namun, ia juga menegaskan bahwa keberuntungan bukanlah faktor yang bisa diandalkan selamanya. “Keberuntungan ada batasnya,” ujar Buffett.

Ia mengingatkan bahwa usia menjadi batas alami bagi manusia untuk terus bergantung pada nasib.

Meski telah menyumbangkan lebih dari 60 miliar dollar AS dalam 20 tahun terakhir, nilai kepemilikan saham Berkshire Hathaway yang dimiliki Warren Buffett masih diperkirakan mencapai sekitar 150 miliar dollar AS.

Di bawah kepemimpinannya, Berkshire Hathaway selama puluhan tahun konsisten mengungguli indeks S&P 500.

Warren Buffett membangun kerajaan bisnis melalui akuisisi perusahaan asuransi seperti Geico dan National Indemnity, manufaktur seperti Iscar Metalworking, merek ritel seperti Dairy Queen, perusahaan utilitas besar, hingga operator kereta api BNSF.

Di pasar saham, Wareen Buffett juga dikenal lewat investasi jangka panjangnya di perusahaan seperti American Express, Coca-Cola, dan Apple. Dari perjalanan itulah lahir prinsip-prinsip investasi yang membentuk cara pandangnya dan diikuti jutaan investor di seluruh dunia.

Dikutip dari Financial Express, Jumat (2/1/2026), berikut 10 pelajaran investasi Warren Buffett:

1. Jangan pernah kehilangan uang

“Aturan Nomor 1: Jangan pernah kehilangan uang. Aturan Nomor 2: Jangan pernah melupakan Aturan Nomor 1".

Kalimat ini kerap disampaikan Buffett dengan nada ringan, tetapi mengandung pesan yang sangat serius.

Bagi Buffett, menjaga modal jauh lebih penting dibandingkan mengejar keuntungan besar dalam waktu singkat. Prinsip ini menjadi fondasi pendekatan investasinya, dengan fokus utama pada pengelolaan risiko dan perlindungan nilai aset.

2. Jika bisnis berjalan dengan baik, harga saham pada akhirnya akan mengikuti

Warren Buffett berulang kali menekankan bahwa investor seharusnya menilai fundamental perusahaan, bukan terpaku pada pergerakan harga saham harian.

Keyakinan ini tercermin dari portofolio investasinya. Warren Buffett memilih perusahaan dengan fundamental kuat dan manajemen solid, serta percaya bahwa kinerja bisnis yang baik pada akhirnya akan tercermin pada harga saham.

3. Takutlah saat orang lain serakah, dan serakahlah saat orang lain takut

Prinsip kontrarian ini disampaikan Buffett dalam wawancara dengan PBS pada Oktober 2008, di tengah krisis keuangan global. Pesan tersebut merupakan pengembangan dari surat Berkshire Hathaway tahun 1986.

Buffett menilai risiko meningkat ketika optimisme berlebihan menghapus margin keamanan. Sebaliknya, peluang justru muncul ketika ketakutan menekan harga jauh di bawah nilai sebenarnya.

4. Harga adalah apa yang Anda bayar, nilai adalah apa yang Anda dapatkan

Kutipan ini digunakan Warren Buffett dalam surat pemegang saham Berkshire Hathaway tahun 2008, saat pasar keuangan mengalami tekanan besar.

Mengacu pada ajaran mentornya, Benjamin Graham, Warren Buffett menegaskan perbedaan antara harga dan nilai. Ia memandang saham layaknya barang berkualitas yang sebaiknya dibeli ketika harganya sedang turun.

5. Jika terpaksa memilih, saya tidak akan menukar tidur nyenyak semalam pun dengan kesempatan mendapatkan keuntungan tambahan.

Dalam surat kepada pemegang saham tahun 2016, Warren Buffett menyoroti pentingnya pengendalian emosi dalam pengambilan keputusan investasi.

Ia menegaskan tidak bersedia menukar ketenangan hidup dengan peluang keuntungan tambahan. Menurut Buffett, investasi yang baik seharusnya tidak memicu stres berlebihan atau kecemasan berkepanjangan.

6. Seseorang sedang duduk di tempat teduh hari ini karena seseorang menanam pohon sejak lama

Kutipan ini berasal dari wawancara Januari 1991 yang kemudian dicatat dalam biografi Of Permanent Value: The Story of Warren Buffett karya Andrew Kilpatrick.

Melalui metafora pohon dan teduh, Buffett menjelaskan konsep compounding. Investasi kecil yang dilakukan sejak dini dapat tumbuh secara eksponensial melalui reinvestasi keuntungan dan memberikan manfaat besar di masa depan.

7. Uang tunai dan keberanian saat krisis adalah aset tak ternilai

Pesan ini disampaikan Warren Buffett dalam artikel opini Buy American. I Am. di The New York Times pada krisis keuangan 2008.

Buffett menekankan pentingnya likuiditas. Ketika banyak pelaku pasar dilumpuhkan ketakutan, ketersediaan kas memberi ruang untuk mengambil peluang yang jarang muncul.

8. Pasar saham adalah alat untuk mentransfer uang dari orang yang tidak sabar kepada orang yang sabar

Kutipan ini secara luas dikaitkan dengan Warren Buffett dan dianggap merangkum filosofi investasinya sejak dekade 1980-an.

Buffett menilai investor yang tidak sabar cenderung membeli di harga tinggi dan menjual saat panik. Sebaliknya, investor yang sabar dan berorientasi jangka panjang berpeluang menikmati hasil dari pertumbuhan nilai bisnis.

9. Jangan menabung dari sisa belanja, tapi belanjakan sisa uang setelah menabung

Kalimat ini kerap muncul dalam surat dan wawancara Buffett sejak 1990-an.

Pesannya menegaskan bahwa menabung dan membangun kekayaan harus menjadi prioritas. Menurut Warren Buffett, gaya hidup seharusnya disesuaikan dengan dana yang tersisa setelah kewajiban menabung terpenuhi.

10. Jangan menyamakan biaya hidup dengan standar hidup

Prinsip ini menutup rangkaian pelajaran Warren Buffett tentang keuangan dan kehidupan.

Ia mengingatkan bahwa pengeluaran yang besar tidak selalu mencerminkan kualitas hidup yang lebih baik. Kebijaksanaan finansial, menurut Buffett, justru terletak pada kemampuan membedakan kebutuhan, keinginan, dan nilai hidup yang sesungguhnya.

Tag:  #belajar #dari #warren #buffett #prinsip #investasi #yang #tetap #relevan

KOMENTAR