BSI Kontribusi 15 Persen dalam Pembangunan Huntara di Aceh
Presiden Prabowo Subianto didampingi Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani (kiri kedua), Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria (kiri pertama), Gubernur Aceh Muzakir Manaf (kiri ketiga) saat berbincang dengan Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo (kanan kedua) pada kunjungannya ke lokasi pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara) di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026).(DOK
20:52
1 Januari 2026

BSI Kontribusi 15 Persen dalam Pembangunan Huntara di Aceh

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI turut berpartisipasi dalam pembangunan hunian sementara atau huntara untuk masyarakat Aceh yang terdampak bencana.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, dukungan yang dilakukan berupa pembiayaan dan pemenuhan kebutuhan logistik pembangunan huntara.

Pada tahap awal pemulihan infrastruktur hunian ini, BSI berkontribusi sekitar 15 persen dari total target pembangunan huntara tahap pertama.

Hunian sementara (huntara) yang dibangun PT Waskita Karya (Persero) Tbk di Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak banjir dan tanah longsor. Dok. PT Waskita Karya (Persero) Tbk Hunian sementara (huntara) yang dibangun PT Waskita Karya (Persero) Tbk di Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak banjir dan tanah longsor.

"Hunian sementara (Huntara) ini menjadi solusi krusial bagi saudara-saudara kita di Aceh yang kehilangan tempat tinggal," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (1/1/2025).

Anggoro menyatakan, keterlibatan BSI tidak hanya terbatas pada layanan perbankan, melainkan memastikan masyarakat memiliki pondasi yang kuat untuk bangkit kembali.

Huntara juga dibangun tidak hanya sekedar memenuhi standar layak huni, melainkan juga mencakup ekosistem kehidupan yang lengkap agar masyarakat yang menerimanya bisa kembali produktif.

Setiap unit huntara dirancang dengan konsep modular untuk kecepatan dan kualitas, serta dilengkapi fasilitas penunjang seperti listrik gratis, akses air bersih, drainase yang baik, hingga konektivitas Wi-Fi gratis untuk mendukung akses informasi dan ekonomi digital warga.

"Fasilitas ini penting agar pemulihan tidak hanya fisik, tapi juga sosial dan ekonomi," tambah Anggoro.

Secara nasional, Danantara bersama BP BUMN menargetkan penyelesaian 600 unit Huntara pada 8 Januari 2026.

Program yang mulai dilakukan sejak 24 Desember 2025 ini ditargetkan dapat dibangun sebanyak 15.000 unit huntara dalam tiga bulan ke depan.

"BSI berkomitmen untuk terus mengawal proses ini hingga masyarakat Aceh benar-benar pulih," tutur Anggoro.

Tag:  #kontribusi #persen #dalam #pembangunan #huntara #aceh

KOMENTAR