Tol Trans Jawa Ramai Awal Tahun? Ini 7 Titik Rawan Macet yang Perlu Diwaspadai
Ilustrasi: Tol Trans Jawa. (Dok JawaPos.com)
15:36
1 Januari 2026

Tol Trans Jawa Ramai Awal Tahun? Ini 7 Titik Rawan Macet yang Perlu Diwaspadai

 

- Libur akhir tahun memang sudah lewat, tetapi arus perjalanan belum sepenuhnya mereda. Banyak masyarakat yang menunda liburan karena cuaca, pekerjaan, atau harga tiket, sementara sebagian lainnya baru bersiap pulang ke kota asal setelah memperpanjang waktu berkumpul bersama keluarga.

Di awal tahun, Tol Trans Jawa kembali menjadi tulang punggung mobilitas darat, dan di saat yang sama, menyimpan potensi kepadatan di sejumlah titik krusial. Berbeda dengan puncak arus mudik yang cenderung terpusat, kepadatan awal tahun biasanya terjadi lebih sporadis.

Namun justru di situlah risikonya. Pengemudi sering lengah karena menganggap lalu lintas sudah normal, padahal volume kendaraan masih tinggi dan beberapa ruas tol mengalami penyempitan jalur, antrean rest area, hingga pertemuan arus dari berbagai arah.

Berdasarkan pemetaan otoritas transportasi dan pengelola jalan tol untuk periode 2025/2026, setidaknya ada tujuh titik rawan kemacetan di Tol Trans Jawa yang perlu mendapat perhatian khusus. Informasi ini penting bagi siapa pun yang sedang merencanakan perjalanan pulang, liburan tertunda, atau sekadar melintas antar kota di Pulau Jawa. Berikut ulasan lengkapnya.

1. Tol Jakarta–Cikampek KM 47–66: Pertemuan Arus yang Tak Pernah Sepi

Ruas Tol Jakarta–Cikampek masih menjadi 'gerbang utama' keluar-masuk kendaraan dari dan menuju Ibu Kota. Di rentang KM 47 hingga KM 66, kepadatan kerap muncul akibat bertemunya arus dari Tol Layang MBZ dengan jalur bawah.

Pada jam-jam tertentu, terutama pagi hingga siang hari, kendaraan dari berbagai arah harus menyesuaikan kecepatan dan jalur. Efeknya, lalu lintas melambat meski tidak terjadi kecelakaan. Pengemudi disarankan menjaga jarak aman dan menghindari manuver mendadak di ruas ini.

2. Gerbang Tol Cikampek Utama (KM 70): Pintu ke Jalur Timur

GT Cikampek Utama atau Cikatama merupakan simpul penting menuju Tol Cipali dan jalur Trans Jawa bagian timur. Di awal tahun, antrean di gerbang ini masih sering terjadi, terutama saat volume kendaraan meningkat bersamaan dengan rombongan bus dan logistik.

Antrean biasanya mengular menjelang pintu transaksi, terutama bila terjadi penyesuaian lajur atau gangguan teknis. Pastikan saldo uang elektronik mencukupi sebelum tiba di titik ini untuk menghindari perlambatan tambahan.

3. Tol Cipali KM 152: Bottleneck Klasik yang Masih Jadi PR

Tol Cikopo–Palimanan dikenal panjang dan relatif lurus, tetapi justru itulah yang membuat titik bottleneck di KM 152 menjadi krusial. Penyempitan jumlah lajur di area ini sering memicu perlambatan mendadak, terutama ketika pengemudi lengah setelah melaju stabil dalam waktu lama.

Di musim perjalanan awal tahun, kepadatan sering muncul tanpa peringatan panjang. Disarankan mengurangi kecepatan sebelum memasuki area ini dan mengikuti rambu serta arahan petugas.

4. Tol Pejagan–Pemalang KM 263: Akses Keluar-Masuk yang Padat

Wilayah Brebes hingga Pemalang masih menjadi salah satu titik sensitif di jalur Trans Jawa. Di KM 263, kepadatan sering dipicu oleh aktivitas keluar-masuk kendaraan, baik dari rest area maupun jalur arteri.

Selain itu, percampuran kendaraan pribadi, bus, dan angkutan barang membuat arus lalu lintas tidak selalu stabil. Pada malam hari, visibilitas yang menurun juga meningkatkan risiko perlambatan dan kecelakaan ringan.

5. Gerbang Tol Kalikangkung KM 414: Titik Akhir One Way Nasional

GT Kalikangkung di Semarang bukan sekadar gerbang tol biasa. Titik ini sering menjadi akhir dari skema one way nasional dan pintu utama masuk ke Jawa Tengah. Meski skema khusus biasanya sudah berakhir di awal tahun, volume kendaraan tetap tinggi karena distribusi arus dari berbagai daerah.

Kepadatan kerap terjadi saat kendaraan harus kembali menyesuaikan pola lalu lintas normal. Pengemudi disarankan bersabar dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

6. Tol Semarang–Solo KM 429: Antrean Rest Area di Tanjakan

Salah satu pola kemacetan yang sering luput dari perhatian adalah antrean rest area yang meluap ke badan jalan. Di Tol Semarang–Solo KM 429, kondisi tanjakan memperparah situasi ketika kendaraan melambat atau berhenti.

Antrean kendaraan yang hendak masuk rest area sering membuat lajur kiri tersendat, bahkan berdampak ke lajur kanan. Jika tidak mendesak, sebaiknya mencari rest area alternatif atau keluar tol lebih awal untuk beristirahat.

7. Tol Ngawi–Kertosono KM 639: Black Spot yang Perlu Diwaspadai

Memasuki wilayah Jawa Timur, Tol Ngawi–Kertosono di KM 639 diidentifikasi sebagai titik rawan kepadatan sekaligus kecelakaan. Faktor kelelahan pengemudi setelah perjalanan panjang sering menjadi penyebab utama, ditambah kondisi jalan yang relatif lurus dan memicu lengah.

Di awal tahun, volume kendaraan antarprovinsi masih cukup tinggi. Pengemudi disarankan lebih waspada, mengurangi kecepatan, dan segera beristirahat jika merasa lelah.

Kesimpulannya, Tol Trans Jawa memang mempersingkat waktu tempuh, tetapi tetap membutuhkan perencanaan matang, terutama di periode transisi seperti awal tahun. Dengan mengenali titik-titik rawan sejak awal, perjalanan pulang atau liburan tertunda bisa tetap aman, nyaman, dan minim stres.

 

Editor: Kuswandi

Tag:  #trans #jawa #ramai #awal #tahun #titik #rawan #macet #yang #perlu #diwaspadai

KOMENTAR