Evaluasi Target Harga BUMI Usai Investor China Ramai Lego Saham Akhir 2025
- Investor strategis China, Chengdong Investment Corporation (CIC), melakukan divestasi besar-besaran saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) di Desember 2025.
- Aksi jual tersebut mengurangi kepemilikan saham CIC di BUMI menjadi hanya sekitar 6 persen, setelah menjual 4,45 miliar lembar saham.
- Kinerja saham BUMI menguat 215,52% sepanjang 2025 didorong akuisisi lahan dan restrukturisasi utang perusahaan.
Langkah divestasi besar-besaran kembali dilakukan oleh investor strategis asal China, Chengdong Investment Corporation (CIC), terhadap emiten batu bara raksasa, PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
Di tengah performa saham BUMI yang sedang naik daun, anak usaha China Investment Corporation tersebut terpantau masif melepas kepemilikannya di pasar modal.
Berdasarkan data keterbukaan informasi, sepanjang periode Desember 2025 saja, Chengdong telah menjual sedikitnya 4,45 miliar lembar saham BUMI.
Aksi jual ini menyebabkan porsi kepemilikan saham mereka menyusut signifikan hingga tersisa sekitar 6 persen saja.
Penjualan saham oleh konglomerasi asal China ini dilakukan secara bertahap pada rentang harga Rp245 hingga Rp388 per saham.
Keputusan divestasi ini dinilai sangat strategis mengingat harga saham BUMI sepanjang bulan terakhir tahun 2025 sempat melesat hingga 50 persen.
Bahkan, emiten milik kongsi Bakrie dan Salim ini sempat menyentuh rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir di level Rp406 sebelum akhirnya mengalami koreksi tipis.
"Tujuan dari rangkaian transaksi ini murni untuk keperluan divestasi," ungkap manajemen Chengdong dalam keterangan tertulisnya.
Sebagai pengingat, Chengdong menjadi pemegang saham signifikan BUMI sejak tahun 2022 melalui skema konversi utang menjadi saham (debt to equity swap).
Sepanjang tahun 2025, total saham yang telah mereka lepas mencapai hampir 17 miliar lembar, turun drastis dari kepemilikan awal tahun yang berada di angka 10,56 persen.
Kinerja Saham BUMI: Tekanan Asing vs Fundamental Kuat
Pada penutupan perdagangan terakhir tahun 2025, saham BUMI bertengger di level Rp366.
Meski mengalami tekanan jual dari investor asing dengan catatan net sell mencapai Rp109,12 miliar dalam satu hari, secara tahunan (year-to-date), BUMI telah mencetak pertumbuhan fantastis sebesar 215,52%.
Lonjakan harga ini didorong oleh beberapa katalis positif, di antaranya:
Agresivitas perseroan dalam melakukan akuisisi lahan tambang baru.
Proyeksi masuknya saham BUMI ke dalam indeks prestisius MSCI Global Standard.
Restrukturisasi utang yang semakin sehat.
Meski sedang dibayangi aksi profit taking oleh investor besar, BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menilai tren pergerakan BUMI masih berada dalam zona bullish (menguat).
Saat ini, harga sedang mengalami fase pullback atau koreksi wajar dengan area support kuat di rentang 354-362.
Bagi investor di kota-kota besar yang ingin melakukan transaksi, berikut adalah rekomendasi strategi swing trade untuk saham BUMI:
Area Beli (Buy): Rp360 – Rp366
Target Harga 1: Rp376
Target Harga 2: Rp384
Batas Rugi (Stop Loss): Di bawah Rp350
Selama harga mampu bertahan di atas level support tersebut, potensi kenaikan menuju level resistansi berikutnya masih terbuka lebar di awal tahun 2026 ini.
Desclaimer: Redaksi hanya menyajikan informasi dan tidak mengajak pembaca untuk membeli instrumen investasi apapun.
Tag: #evaluasi #target #harga #bumi #usai #investor #china #ramai #lego #saham #akhir #2025