Starbucks Masih Akan Tutup Tokonya di Tahun 2026, PHK Karyawan Mengintai
Ilustrasi Starbucks. [Dom J via Pexel]
14:01
1 Januari 2026

Starbucks Masih Akan Tutup Tokonya di Tahun 2026, PHK Karyawan Mengintai

Baca 10 detik
  • Starbucks berencana mengurangi toko di kota-kota besar AS seperti New York dan Los Angeles karena persaingan ketat.
  • CEO Starbucks, Brian Niccol, menutup sekitar 400 toko sebagai bagian dari restrukturisasi bernilai satu miliar dolar AS.
  • Penutupan gerai dilakukan karena kinerja buruk, tidak memenuhi standar merek, dan dampak kompetisi minuman baru.

Starbucks menyusun rencana untuk bisa bersaing dengan perusahaan kopi di seluruh dunia.

Salah satunya mengurangi tokonya di sekitar jalanan New York, Los Angeles, dan kota-kota besar lainnya di Amerika.

Lantaran, Starbucks saat ini sedang berjuang, dan strateginya untuk memenuhi area perkotaan untuk menarik para peminum kopi.

Sebab, persaingan yang meningkat dan kenaikan biaya menjadi pekerjaan rumah bagi perusahaan.

CEO Starbuck, Brian Niccol, akhirnya menutup sekitar 400 toko di seluruh negeri yang terkonsentrasi di area metropolitan besar.

Hal ini sebagai bagian dari rencana restrukturisasi senilai 1 miliar dolar AS.

Ilustrasi PHK massal (Pixabay/geralt) PerbesarIlustrasi PHK massal (Pixabay/geralt)

Selain itu, Starbucks menutup 42 gerai di New York, atau 12 perssn dari total gerainya di kota tersebut.

Perusahaan juga dilaporkan menutup lebih dari 20 gerai di Los Angeles tahun ini.

Disusul 15 gerai di Chicago tutup dan tujuh di San Francisco juga tidak beroperasi. Lalu, enam di Minneapolis; lima di Baltimore dan puluhan gerai lainnya di kota-kota lain.

" Kami meninjau lebih dari 18.000 gerainya di Amerika Serikat dan Kanada, dan "menutup gerai yang berkinerja buruk atau tidak mampu memenuhi standar merek kami," kata juru bicara Starbucks dalam sebuah email dilansir CNN Internantional.

Selain itu, perusahaan berencana untuk menutup gerainya pada tahun 2026. Nantinya, akan dilakukan di kota-kota besar seperti New York dan Los Angeles.

Tentunya rencana ini juga membuat kekhawatiran karyawan yang bisa saja diberhentikan.

Apalagi, Starbucks menutup gerai-gerai di perkotaan sebagian karena kewalahan oleh persaingan dari kedai kopi khusus, jaringan yang lebih kecil seperti Gregory’s dan Joe’s Coffee, serta gelombang toko smoothie, bubble tea, dan minuman lainnya.

“Perkotaan Amerika telah menyaksikan peningkatan dramatis dalam pembukaan kedai kopi kompetitif yang menggerogoti volume penjualan toko,” jelasnya.

Editor: Dythia Novianty

Tag:  #starbucks #masih #akan #tutup #tokonya #tahun #2026 #karyawan #mengintai

KOMENTAR