Kaleidoskop 2025: Mawar Putih untuk Sri Mulyani, Welcome Aboard Menteri Koboi Purbaya
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersiap memberikan keterangan dalam konferensi pers APBN KiTA di Jakarta, Kamis (18/12/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
21:09
31 Desember 2025

Kaleidoskop 2025: Mawar Putih untuk Sri Mulyani, Welcome Aboard Menteri Koboi Purbaya

 

– Mawar putih simbol terima kasih atas pengabdian diberikan oleh pegawai mengiringi kepergian Sri Mulyani Indrawati, Selasa (9/9), meninggalkan Gedung Kementerian Keuangan (Kemenkeu) saat momentum serah terima jabatan dengan Purbaya Yudhi Sadewa. Bendahara negara yang telah mengabdi di tiga rezim tersebut (Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo, Prabowo Subianto) akhirnya menyudahi jabatannya, yang diumumkan oleh Prabowo, Senin (8/9).

Sementara itu, kehadiran Purbaya Yudhi Sadewa dengan gaya nyentriknya dalam sekejap menyedot perhatian publik, hingga mendapat julukan 'Menteri Koboi'. Pro-kontra muncul atas sosok pengganti Sri Mulyani ini. Pasar merespons jeblok di awal pergantian menteri, meski berangsur pulih. Tak hanya sang juru kemudi LPS (posisi Purbaya sebelumnya), gimmick dan tingkah polah putranya, Yudo Sadewa yang menyebut 'Sri Mulyani agen CIA' pun menjadi bahan omongan publik, mewarnai kemunculan sang ayah sebagai Menkeu barunya Prabowo.

Gebrakan demi gebrakan, baik sekadar narasi maupun kebijakan, diluncurkan oleh Purbaya. Dari guyuran likuditas Rp 200 triliun hingga ancaman pembekuan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Alhasil, nama Purbaya menjadi salah satu keyword yang paling banyak dicari di mesin pencarian Google. Berikut JawaPos.com rangkum dinamika pergantian Menkeu dari Sri Mulyani ke Prabowo dalam Kaleidoskop 2025.

 

Rumor Mundur sejak Agustus

Kabar mundurnya Sri Mulyani Indrawati dari jabatan Menteri Keuangan sudah berembus sejak akhir Agustus 2025, hampir bersamaan dengan tragedi penjarahan rumahnya di Bintaro. Sebagaimana diketahui, akhir Agustus menjadi hari-hari 'chaos' bagi sebagian masyarakat di ibu kota dan kota-kota besar lain dengan banyaknya aksi demo. Rumah sejumlah anggota DPR yang dinilai nirempati menjadi sasaran amuk massa.

Beberapa hari sebelum rumah Sri Mulyani dijarah, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menjadi korban DeepFake, dengan narasi 'Guru Beban Negara'. Rumor mundurnya Sri Mulyani tak terkonfirmasi dari sumber manapun. Wakil Sri Mulyani kala itu, Suahasil Nazara dan Thomas Djiwandono memilih bungkam. Sementara Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto baru buka suara pada Senin (1/9), "(Bu Ani) Masih ikut rapat".

Lalu pada hari yang sama, dalam unggahan Instagram pribadinya @smindrawati, Sri Mulyani bercerita bahwa rapat tersebut dilangsungkan sebelas jam setelah kediaman pribadinya dijarah dan dirusak. "Rapat membahas situasi sosial, politik, keamanan dan aksi demo dua hari terakhir dan langkah-langkah penting dan koordinatif untuk mengembalikan keamanan dan ketertiban serta untuk mengembalikan stabilitas nasional," kata Sri Mulyani.

Unggahan Sri Mulyani tersebut sesaat menjawab rasa penasaran publik, meski isu reshuffle terus bergulir.

 

Reshuffle 8 September, Pasar Merespons Merah

Sepekan berselang sejak kemunculan Sri Mulyani, rumor pergantian Menteri Keuangan terjawab dengan kabar perombakan kabinet, Senin (8/9). Lima menteri yang dicoret dari kabinet yakni Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, serta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo.

Di Istana Negara, Presiden membacakan keputusan, " Mengangkat sebagai Menteri Negara Kabinet Merah Putih dalam sisa masa jabatan periode tahun 2024-2029. Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan". Pasar langsung merespons pengumuna dari Istana Negara.

Hingga penutupan perdagangan bursa Senin (8/9) pukul 16.00 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 100,50 poin atau 1,28 persen ke posisi 7.766,85. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 463 saham drop. Sedangkan 252 saham naik dan 241 saham stagnan.

 

Pengamat Ragu, Yudo Sadewa Minta Maaf

Dipilihnya Purbaya Yudhi Sadewa sebagai pengganti Sri Mulyani memunculkan pro-kontra di masyarakat umum, dan khususnya pengamat ekonomi. Ekonom Senior Indef, Fadhil Hasan salah satunya yang menilai bahwa lulusan Purdue University, Indiana, Amerika Serikat itu masih belum cukup pengalaman dalam mengelola fiskal dan moneter secara menyeluruh.

"Jadi bisa dikatakan dia bukan pilihan terbaik. Masih ada pilihan yang lebih baik, misalnya Wamenkeu Suahasil," jelas Fadhil.

Di sisi lain, Yudo Sadewa, putra Purbaya mengunggah pernyataan kontroversial. "Alhamdulillah, ayahku melengserkan agen CIA Amerika yang menyamar menjadi menteri," tulis Yudo, mengacu pada Sri Mulyani, dikutip dari unggahan @seduluranakbangsa. Pernyataan kontroversial ini langsung menuai sorotan warganet karena menilai Yudo memiliki perilaku problematik.

Dalam unggahan lainnya, Yudo juga memperlihatkan profil Instagramnya, @yvdos4dewa, yang saat itu memiliki 83 ribu pengikut dan 82 konten. Namun, setelah unggahan viral tersebut, akun Instagram Yudo Sadewa lenyap. Meskipun demikian, Yudo masih memiliki akun lain bernama @yudosadewa yang kini diprivat dan tak bisa diakses publik.

Usai viral dan menjadi bulan-bulanan netizen, Yudo Sadewa langsung membuat video klarifikasi dan meminta maaf yang diunggah di akun TikTok. Yudo meminta maaf atas candaanya yang membuat masyarakat resah. "Ini nggak tahu kenapa kok gue viral ya. Yang gue bilang itu sebenernya gak beneran ya. Bu Sri Mulyani bukan Agen CIA atau IMF ya," kata Yudo mengawali klarifikasi.

"Gue hanya becanda sama temen gue di instastory, tapi agak tahu kenapa ada yang goreng kayaknya ya, jadi viral," katanya. Sayangnya, gesture atau bahasa tubuh Yudo saat menyampaikan permintaan maaf dinilai kurang etis, lantaran menutupi mulutnya dengan tangan dan tertawa kecil.

 

Gebrakan Purbaya, hingga Paling Banyak Dicari di Google

Pertanyaan pertama Purbaya usai menggantikan Sri Mulyani sebagai Menkeu langsung bikin panas telinga. Merespons tuntutan 17+8 kata itu, Purbaya menyebutnya hanyalah tuntutan sebagian kecil masyarakat. "Itu (tuntutan 17+8) akan hilang dengan otomatis. Mereka akan sibuk cari kerja dan makan enak dibandingkan mendemo," tegasnya, Senin (8/9).

Menyadari pertanyaannya bisa jadi blunder, Purbaya pun lantas mengklarifikasinya pada saat sertijab keesokan harinya. "Saya masih pejabat baru di sini. Menterinya juga Menteri Kagetan. Jadi kalau ngomong, kalau kata Bu Sri Mulyani, kayak koboi. Waktu di LPS sih nggak ada yang monitor, jadi saya tenang," selorohnya Selasa (9/9).

Usai kegaduhan di awal pergantian, Purbaya segera mengambil langkah-langkah taktis, seperti menitipkan Rp 200 triliun dana pemerintah ke bank-bank pelat merah pekan kedua September. Diharapkan, guyuran likuiditas tersebut bisa mendorong kredit perbankan. Purbaya pun memberi batasan agar dana tersebut tidak hanya digunakan untuk membeli SBN.

Gebrakan Purbaya ini mendapat respons positif dari pelaku industri, pengusaha, ekonom, dan pasar. OJK menyebut likuiditas sistem perbankan menguat usai mendapat guyuran Rp 200 triliun. Sementara itu, Kawasan Industri optimistis dana tersebut dapat digulirkan untuk memacu ekonomi nasional. Sejumlah ekonom pun menilai tak ada pelanggaran konstitusi dari kebijakan ini. Namun, Center of Economic and Law Studies (Celios) mengingatkan ada risiko dari dana parkir ini.

Selain di sektor perbankan, gebrakan Purbaya yang juga bikin 'ketar-ketir' yaitu ancaman pembekuan Bea Cukai. Pembenahan Bea Cukai serius dilakukan oleh Purbaya, bahkan ia menjanjikan kepada Presiden bisa membenahi institusi ini dalam satu tahun.

Dengan sejumlah gebrakan tersebut, nama Purbaya Yudhi Sadewa menjadi salah satu Top Tren Google dalam Year in Search 2025, yang dirilis Kamis (4/12), meski kemunculannya secara intensif baru 3-4 bulan terakhir. Adapun kata pencarian lain yang masuk Top Tren 2025: Jumbo, Gemini AI, Titiek Puspa, Coretax, Timnas Indonesia, Pabrik Gula, Danantara, Diogo Jota, dan Brave Pink Hero Green.

Editor: Estu Suryowati

Tag:  #kaleidoskop #2025 #mawar #putih #untuk #mulyani #welcome #aboard #menteri #koboi #purbaya

KOMENTAR