Kaleidoskop 2025: Tarik-ulur Tarif Trump hingga Finalisasi Kesepakatan ART
- Presiden Donald Trump mengumumkan akan mengenakan tarif resiprokal kepada 14 negara di dunia, salah satunya, Indonesia. Berdasarkan rencana awal, Trump akan memberlakukan tarif resiprokal sebesar 32 persen untuk Indonesia dan berlaku mulai Agustus 2025.
Selain Indonesia, ada 13 negara lain yang juga dikenakan tarif resiprokal oleh Donald Trump. Meliputi, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Kazakhstan, Afrika Selatan, Myanmar, Bosnia dan Herzegovina, Tunisia, Bangladesh, Serbia, Kamboja, dan Thailand.
Penerapan tarif resiprokal itu sudah tentu akan memengaruhi beberapa produk ekspor Indonesia ke Negeri Paman Sam, seperti tekstil, alas kaki, dan perikanan. Itu sebabnya, jauh sebelum diberlakukan, Pemerintah Indonesia, di bawah Presiden Prabowo, melakukan negosiasi intensif dengan Amerika Serikat.
Terlebih, memang dari pihak AS terbuka untuk menerima negosiasi dari sejumlah negara yang terdampak tarif resiprokal. Di tengah proses negosiasi yang hampir dilakukan oleh sebagian besar negara, AS dan Tiongkok justru terlibat dalam perang dagang dengan masing-masing meninggikan tarif.
Momen itu terjadi pada April 2025, mulanya Tiongkok membalas tarif tinggi Amerika dengan mengumumkan akan memberi tarif tambahan sebesar 34 persen kepada produk Amerika Serikat
Selang beberapa hari, kemudian Trump mengumumkan tarif tambahan kepada produk impor Tiongkok menjadi 104 persen. Di tengah momen menegangkan itu, pada Juli 2025, tim negosiator Indonesia, yang turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto secara langsung, membuahkan hasil.
Dalam keputusannya, Trump mengumumkan untuk menurunkan tarif resiprokal menjadi 19 persen, dari sebelumnya ditetapkan sebesar 32 persen. Tak gratis, keputusan itu diperoleh setelah antara AS dan Indonesia memiliki kesepakatan impor beberapa produk dan berkomitmen untuk menciptakan neraca perdagangan yang lebih seimbang.
Guna mencapai itu, Indonesia berjanji akan mengenakan tarif rendah atau mendekati nol persen untuk produk-produk AS yang masuk ke tanah air. Selain itu, Indonesia juga berjanji untuk membeli produk energi dan pertanian AS senilai USD 19,5 miliar dan juga membeli 50 pesawat Boeing.
Meski sudah memperoleh kesepakatan final, hingga akhir 2025, disebutkan bahwa Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang merupakan kesepakatan akhir antara Indonesia dan AS masih belum ditandatangani oleh kedua negara.
Itulah kemudian yang mendorong tim negosiator RI kembali lagi ke AS, dalam rombongan itu Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjadi salah satunya.
Dalam konferensi pers yang digelar langsung di AS dan dipantau secara daring di Indonesia, Airlangga mengungkapkan telah menggelar pertemuan dengan United States Trade Representative (USTR). Hal itu menjadi langkah penting untuk menuntaskan dokumen Agreement on Reciprocal Tariff (ART) antara kedua negara.
Airlangga menjelaskan, pertemuan tersebut secara khusus dilakukan untuk melaksanakan penugasan langsung dari Presiden RI agar Indonesia segera mendorong kecepatan penyelesaian dokumen ART dengan Amerika Serikat.
"Pertemuan ini secara khusus dilakukan untuk melaksanakan penugasan dari Bapak Presiden untuk segera mendorong kecepatan penyelesaian dokumen Agreement on Reciprocal Tariff antara Indonesia dan Amerika Serikat," jelasnya.
Keputusan akhirnya, legal drafting ART akan selesai pada pertengahan Januari 2026. Kemudian, ditargetkan penandatanganan dokumen ART antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dapat dilakukan pada akhir Januari 2026 di AS.
"Setelah seluruh proses teknis diselesaikan, maka diharapkan sebelum akhir bulan Januari ini akan disiapkan dokumen untuk dapat ditandatangani secara resmi oleh Bapak Presiden Prabowo dan Presiden Amerika Serikat Pak Donald Trump," ujar Airlangga.
Ia menjelaskan, saat ini pemerintah Amerika Serikat tengah mengatur waktu yang tepat guna menjadwalkan pertemuan antara Presiden Prabowo dan Presiden Trump. Menurutnya, pertemuan tersebut akan menjadi momentum penting lanjutan kerja sama perdagangan kedua negara.
Tag: #kaleidoskop #2025 #tarik #ulur #tarif #trump #hingga #finalisasi #kesepakatan