Cara Bikin Resolusi Keuangan Tahun Baru agar Realistis dan Terukur
Ilustrasi resolusi keuangan, menyusun resolusi keuangan 2026. (PIXABAY/KAROLINA GRABOWSKA)
21:40
30 Desember 2025

Cara Bikin Resolusi Keuangan Tahun Baru agar Realistis dan Terukur

Menjelang pergantian tahun, resolusi keuangan biasanya muncul bersamaan dengan satu kalimat yang terdengar sederhana: “Tahun depan harus lebih hemat.”

Namun, data menunjukkan niat baik sering tidak otomatis berubah menjadi kebiasaan.

Dalam studi New Year’s Financial Resolutions untuk 2026 dari Fidelity Investments, 64 persen responden mempertimbangkan resolusi keuangan.

Ilustrasi resolusi 2025, resolusi tahun baru. Shutterstock/Okrasiuk Ilustrasi resolusi 2025, resolusi tahun baru.

Dorongan terbesarnya datang dari tekanan yang sangat sehari-hari, yakni mencari ruang untuk menabung setelah bayar tagihan bulanan (35 persen) dan kemampuan membayar tagihan bulanan (34 persen), disusul kecemasan soal tabungan pensiun dan biaya kesehatan saat pensiun.

Ada pula alasan lain mengapa resolusi keuangan mudah kandas, yakni banyak orang menyusun target tanpa menyesuaikan dengan gaya hidup nyata.

Dikutip dari CBS News, Selasa (30/12/2025), Alexa von Tobel, pendiri Inspired Capital, mengingatkan bahwa anggaran yang dibuat harus sesuai dengan cara Anda hidup.

Lalu, bagaimana cara membuat resolusi keuangan yang tidak berhenti di minggu kedua Januari?

Berikut kerangka yang bisa dipakai untuk menyusun resolusi keuangan tahun baru, yang lebih rapi, terukur, dan mudah dievaluasi, dengan pendekatan yang merujuk pada data dan saran praktisi yang dikutip media terverifikasi.

1. Mulai dari “peta posisi”: audit uang 60 menit

Resolusi yang baik hampir selalu berangkat dari angka, bukan perasaan. Banyak orang merasa boros, tetapi tidak bisa menunjuk pos mana yang membengkak.

Langkah audit paling ringkas:

Ilustrasi resolusi tahun barufreepik.com Ilustrasi resolusi tahun baru

  • Catat pemasukan bersih bulanan (setelah pajak/potongan rutin).
  • Kelompokkan pengeluaran dua sampai tiga bulan terakhir, seperti: kebutuhan pokok, cicilan/utang, transport, makan di luar, langganan, hiburan, keluarga/sosial, kesehatan.
  • Hitung net worth sederhana: aset likuid (tabungan, deposito) + aset investasi – total utang.

Dari audit ini, Anda biasanya akan menemukan satu sampai dua kebocoran yang paling mudah dipotong tanpa perlu mengubah hidup secara ekstrem, misalnya langganan dobel, biaya makanan di luar, atau cicilan yang terlalu besar.

Fidelity menyoroti, banyak resolusi tabungan kini cenderung fokus pada tujuan jangka pendek, misalnya dana darurat, utang kartu kredit, cicilan rumah, dan pembelian besar, karena itu yang paling terasa dampaknya.

2. Pilih 1 sampai 3 resolusi inti, bukan 10 target sekaligus

Semakin banyak target, semakin besar peluang Anda kehilangan fokus. Dalam studi Fidelity, tema resolusi keuangan berulang dari tahun ke tahun, yakni menabung lebih banyak, melunasi utang, dan menekan pengeluaran.

Agar tidak melebar, pilih 1 sampai 3 resolusi inti berdasarkan hasil audit, misalnya seperti ini.

  • Dana darurat (jika belum ada atau masih tipis).
  • Pelunasan utang berbunga tinggi (kartu kredit, paylater, pinjaman konsumtif).
  • Kenaikan porsi tabungan atau investasi otomatis (untuk tujuan menengah–panjang: pendidikan, rumah, pensiun).

Jika Anda sudah punya dana darurat dan utang konsumtif terkendali, barulah resolusi bisa naik level: meningkatkan kontribusi pensiun/investasi, proteksi asuransi, atau rencana pendidikan anak.

3. Ubah resolusi jadi target SMART versi keuangan

Banyak resolusi gagal karena kabur: “lebih hemat” atau “lebih rajin nabung.” Investopedia mengingatkan praktik yang lazim dipakai perencana keuangan, yakni membuat target yang SMART (specific, measurable, achievable, relevant, time-bound).

Ilustrasi menabung. Tips investasi gasi pas-pasan. Tips investasi.FREEPIK/FREEPIK Ilustrasi menabung. Tips investasi gasi pas-pasan. Tips investasi.

Contoh perubahan kalimat:

  • Dari: “Nabung lebih banyak.”
  • Menjadi: “Menabung Rp 1 juta per bulan selama 12 bulan, lewat autodebet tanggal gajian, untuk dana darurat hingga mencapai 3 kali pengeluaran bulanan.”

Atau:

  • Dari: “Kurangi utang.”
  • Menjadi: “Melunasi kartu kredit A sebesar Rp X dalam 6 bulan dengan metode avalanche (bunga tertinggi dulu), tanpa menambah saldo baru.”

4. Buat anggaran yang sesuai cara hidup dan sisipkan pos “senang-senang”

Banyak orang menyusun anggaran yang terlalu ideal, lalu merasa gagal ketika realitas berjalan berbeda.

Von Tobel menekankan pentingnya anggaran yang realistis, sesuai dengan cara hidup Anda.

Cara praktis:

  • Tentukan batas untuk pos fleksibel (makan di luar, hiburan, belanja impulsif).
  • Sisihkan “fun money” alias uang untuk senang-senang secara terkontrol agar Anda tidak merasa tersiksa lalu “balas dendam” belanja di akhir bulan.

Jika Anda butuh struktur sederhana, gunakan pendekatan proporsi, misal kebutuhan, kewajiban utang, tabungan atau investasi, dan fleksibel). Proporsinya tidak harus sama untuk semua orang, yang penting konsisten dan bisa dipertahankan.

5. Otomatiskan resolusi: menang sebelum sempat lupa

Salah satu cara paling efektif menjaga resolusi adalah membuatnya berjalan otomatis.

Analis bisnis di CBS News, Jill Schlesinger menyarankan otomatisasi tabungan. Anda perlu menetapkan nominal tetap lalu dipindahkan otomatis dari rekening transaksi ke tabungan.

Tahun 2026 diprediksi menjadi momen penting bagi Aries. Peluang karier terbuka lebar, sementara kondisi keuangan dinilai stabil dengan tetap berusaha.Shutterstock/A9 STUDIO Tahun 2026 diprediksi menjadi momen penting bagi Aries. Peluang karier terbuka lebar, sementara kondisi keuangan dinilai stabil dengan tetap berusaha.

Otomatisasi juga relevan untuk pensiun atau investasi. Ikuti prinsip menaikkan kontribusi secara bertahap.

"Peningkatan kecil dan konsisten menciptakan efek penggandaan jangka panjang yang sangat besar," tutur von Tobel.

Bentuk otomatisasi yang paling mudah adalah sebagai berikut.

  • Autodebet tabungan saat hari gajian.
  • Autodebet investasi rutin sesuI profil risiko.
  • Autopay tagihan pokok untuk menghindari denda keterlambatan.

6. Urutan prioritas: dana darurat dulu, lalu utang berbunga tinggi

Banyak orang ingin menabung dan melunasi utang sekaligus, tetapi bingung mulai dari mana. Kerangka yang umum dipakai praktisi adalah sebagai berikut.

  • Bangun dana darurat minimum (misal setara satu atau tiga bulan pengeluaran) agar tidak kembali berutang ketika ada kebutuhan mendadak.
  • Fokus ke utang berbunga tinggi (terutama kartu kredit).
  • Setelah aman, tingkatkan tabungan atau investasi jangka menengah–panjang.

Schlesinger juga menekankan logika prioritas proteksi diri.

"Jangan meminjam untuk pensiun, sehingga kebutuhan pensiun tidak bisa ditunda tanpa biaya," tuturnya.

7. “Kunci” peluang yang berbasis waktu

Resolusi keuangan tidak selalu tentang memotong pengeluaran. Ada juga langkah yang sifatnya memanfaatkan momentum.

Ketika suku bunga bergerak turun, sebagian orang mempertimbangkan mengunci imbal hasil instrumen tertentu lebih cepat.

8. Buat rencana pembayaran utang yang tak sekadar niat: metode avalanche atau snowball

Ilustrasi utang. FREEPIK/FREEPIK Ilustrasi utang.

Jika resolusi Anda adalah melunasi utang, rencana perlu dibuat dalam angka, bukan sekadar target tahunan.

Dua metode populer adalah sebagai berikut.

  • Avalanche: bayar utang berbunga tertinggi dulu (lebih hemat bunga).
  • Snowball: bayar saldo terkecil dulu (lebih cepat memberi rasa “menang” dan memotivasi).

Pilih yang paling realistis untuk Anda. Yang krusial adalah hentikan kebiasaan menambah utang baru selama program pelunasan berjalan, atau setidaknya batasi ketat.

Reuters, mengutip studi resolusi Fidelity untuk 2025, menunjukkan pola yang konsisten, yakni target finansial teratas adalah menabung lebih banyak, membayar utang, dan mengurangi pengeluaran.

Polanya berulang karena memang tiga hal ini paling berdampak terhadap arus kas rumah tangga.

9. Sisipkan “hari evaluasi” bulanan: ukur, bukan mengira-ngira

Resolusi keuangan gagal bukan karena orang tidak mau, tetapi karena tidak punya sistem pantau.

Investopedia menekankan pentingnya pelacakan kemajuan agar orang tetap termotivasi dan bisa menyesuaikan strategi.

Praktiknya sederhana:

  • Tetapkan 1 tanggal tiap bulan (misal tanggal gajian + 2 hari).
  • Cek tiga indikator: saldo dana darurat, total utang, dan jumlah tabungan/investasi bulan berjalan.
  • Jika meleset, cari sebabnya di pos pengeluaran, lalu koreksi kecil, bukan “menghukum diri” dengan target ekstrem.

10. Contoh paket resolusi keuangan yang bisa langsung dipakai

Paket A: Pemula (baru mulai rapikan keuangan)

Ilustrasi dana darurat. Cara mengumpulkan dana darurat ala Kemenkeu. Besaran dana darurat yang ideal.PEXELS/COTTONBRO STUDIO Ilustrasi dana darurat. Cara mengumpulkan dana darurat ala Kemenkeu. Besaran dana darurat yang ideal.

  • Dana darurat: Rp 500.000 sampai Rp 1.000.000/bulan autodebet sampai terkumpul 1–3 kali pengeluaran.
  • Anggaran: batasi pos fleksibel (makan di luar/langganan) dengan angka.
  • Utang: berhenti menambah utang konsumtif baru.

Paket B: Menengah (sudah ada tabungan, ingin lebih stabil)

  • Naikkan tabungan/investasi otomatis 1 sampai 2 persen dari penghasilan.
  • Program pelunasan utang: avalanche untuk kartu kredit/paylater.
  • Audit langganan dan pengeluaran impulsif tiap bulan.

Paket C: Lanjutan (fokus tujuan besar)

  • Target DP rumah atau pendidikan atau pensiun dengan nominal dan tenggat.
  • Optimalkan manfaat kantor (match pensiun, fasilitas kesehatan).
  • Proteksi: evaluasi kebutuhan asuransi dan dana kesehatan.

Menutup tahun dengan rencana yang bisa dijalankan

Di akhir tahun, godaan terbesar adalah membuat resolusi yang terdengar ambisius. Padahal, data Fidelity menunjukkan stres finansial banyak berakar pada ruang tabungan setelah membayar tagihan.

Artinya, resolusi yang paling dibutuhkan sering kali justru yang paling “membumi.”

Karena itu, fokuskan resolusi pada hal yang bisa dikendalikan: audit angka, pilih 1 sampai 3 target inti, buat anggaran yang sesuai cara hidup, lalu otomatisasi.

Ingat, langkah kecil yang konsisten dapat membangun efek jangka panjang lewat disiplin dan compounding.

Tag:  #cara #bikin #resolusi #keuangan #tahun #baru #agar #realistis #terukur

KOMENTAR