Harga Emas Antam Meroket di 2025, Ini Faktor-Faktor Pendorongnya
Emas Antam. Harga emas Antam hari ini. Harga Antam hari ini.(ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/Spt)
16:56
30 Desember 2025

Harga Emas Antam Meroket di 2025, Ini Faktor-Faktor Pendorongnya

- Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) sepanjang 2025 berada dalam tren naik, dengan beberapa fase koreksi tajam di tengah jalan.

Data harga emas Antam yang dirilis harian oleh laman Logam Mulia menunjukkan level harga bergerak dari kisaran Rp 1,5 jutaan per gram pada awal tahun menuju area Rp 2,6 jutaan per gram pada penghujung tahun.

Harga emas Antam pada 31 Desember 2024 tercatat Rp 1.515.000 per gram sebagai pembanding menuju pergerakan tahun berikutnya. Sementara pada akhir Desember 2025, harga emas Antam sempat berada di Rp 2.605.000 per gram.

Harga Antam hari ini.ANTARA FOTO/Putra M. Akbar Harga Antam hari ini.

Pada 27 Desember 2025, harga emas Antam 1 gram berada di Rp 2.589.000.

Kemudian, pada hari ini, Selasa (30/12/2025), harga emas Antam mencapai Rp 2.501.000 per gram.

Perbedaan angka antar-hari ini menegaskan karakter harga emas ritel yang berubah cepat karena pembaruan harian.

Awal tahun: harga emas Antam naik ke Rp 1,6 jutaan, lalu menguat menjelang Maret

Memasuki Januari 2025, pergerakan harga emas Antam sudah berada di atas level penutupan akhir 2024. Kontan mencatat, pada 24 Januari 2025 harga emas Antam sempat berada di Rp 1.608.000 per gram.

Memasuki Maret 2025, harga emas Antam kembali mencatat penguatan. Pada 4 Maret 2025 misalnya, harga emas Antam naik Rp 25.000 menjadi Rp 1.704.000 per gram, dengan harga buyback ikut naik menjadi Rp 1.553.500.

Pada fase ini, penguatan harga emas dengan sentimen global, termasuk ketidakpastian geopolitik dan arah kebijakan moneter.

Ilustrasi emas.SHUTTERSTOCK/QUON_ID Ilustrasi emas.

Dikutip dari Antara, analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, emas tetap menjadi primadona investor sebagai aset safe haven (aman).

"Terutama di tengah gejolak geopolitik dan ketidakpastian kebijakan moneter global," ujar Lukman.

April 2025: harga emas Antam menembus Rp 2 juta per gram

Salah satu titik penting pada 2025 terjadi pada April ketika harga emas Antam masuk area Rp 2 juta per gram.

Pada 22 April 2025, harga emas Antam naik Rp 36.000 dari Rp 1.980.000 menjadi Rp 2.016.000 per gram. Sementara itu, harga buyback naik sejalan, dari Rp 1.829.000 menjadi Rp 1.865.000 per gram.

Momentum ini memperlihatkan bagaimana pergerakan emas ritel di Indonesia sering bergerak senada dengan perubahan harga emas global dan ekspektasi pasar, dengan selisih jual–buyback tetap menjadi komponen penting bagi investor ritel dalam menghitung hasil investasinya.

Juni 2025: fase koreksi, tetapi level tetap lebih tinggi dibanding awal tahun

Setelah periode penguatan pada kuartal I dan lonjakan pada April 2025 harga Antam masih mengalami fase turun-naik. Misalnya, pada 4 Juni 2025, harga emas Antam turun Rp 16.000 dari Rp 1.940.000 menjadi Rp 1.924.000 per gram.

Sementara itu, harga buyback juga turun ke Rp 1.768.000 per gram.

Kuartal III 2025: harga emas Antam kembali menanjak 

Memasuki paruh kedua tahun, harga Antam kembali bergerak naik. Pada pada 24 September 2025, harga emas Antam berada di Rp 2.174.000 per gram, naik Rp 10.000 dari hari sebelumnya, sementara harga buyback Rp 2.021.000 dan selisih Rp 153.000 per gram.

Kenaikan menuju Rp 2,1 jutaan ini memperlihatkan bahwa level harga pada kuartal III sudah jauh di atas kisaran awal tahun.

Ilustrasi emas Antam. Harga buyback emas Antam hari ini mencapai Rp 2,33 juta per gram.SHUTTERSTOCK/IJP2726 Ilustrasi emas Antam. Harga buyback emas Antam hari ini mencapai Rp 2,33 juta per gram.

Faktor-faktor seperti arah suku bunga AS, pergerakan dolar AS, dan risiko geopolitik disebut sebagai penyebab harga emas naik pada periode ini.

Oktober–November 2025: volatilitas tinggi, sempat koreksi dari puncak

Pada kuartal IV 2025, volatilitas harga emas ikut meningkat.

Misalnya, pada 21 Oktober 2025 harga emas Antam sempat mencapai Rp 2.487.000 per gram, lalu pada 25 Oktober 2025 turun sekitar Rp 23.000 menjadi Rp 2.327.000 per gram.

Dikutip dari Kontan, analis pasar emas Ibrahim Assuaibi yang menyatakan fluktuasi harga emas Antam terlihat jelas dalam sepekan, dan pasar domestik menerjemahkan koreksi global dengan agak cepat.

Dia menyebut peluang harga emas Antam menembus Rp 3 juta per gram sangat kecil.

Faktor yang kerap disebut memengaruhi emas domestik mencakup kurs rupiah terhadap dolar AS, penguatan dollar AS, kebijakan The Fed, serta isu geopolitik.

Menjelang akhir tahun: penguatan kembali

Memasuki Desember, harga emas Antam kembali menjadi sorotan harian karena pergerakannya yang agresif. Pada 27 Desember 2025 harga emas Antam 1 gram Rp 2.589.000.

Menurut pemberitaan Kontan, Tiffani Safinia, Research & Development ICDX menyebut kenaikan harga emas dipengaruhi kombinasi ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, melemahnya dollar AS, serta antisipasi data ekonomi AS.

Penyebab harga emas Antam naik sepanjang 2025

Kenaikan harga emas batangan Antam sepanjang 2025 tidak berdiri sendiri. Pergerakannya mengikuti kombinasi sentimen global, mulai dari kebijakan suku bunga bank sentral AS hingga ketidakpastian geopolitik, serta faktor domestik seperti nilai tukar rupiah dan dinamika pasokan fisik di pasar.

Ilustrasi emas batangan. Harga emas dunia pada Kamis (18/12/2025) menguat dan bergerak mendekati rekor tertinggi. Kenaikan ini terjadi di tengah sikap investor yang menanti rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) serta mencermati meningkatnya ketegangan geopolitik di Venezuela.DOK. Shutterstock. Ilustrasi emas batangan. Harga emas dunia pada Kamis (18/12/2025) menguat dan bergerak mendekati rekor tertinggi. Kenaikan ini terjadi di tengah sikap investor yang menanti rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) serta mencermati meningkatnya ketegangan geopolitik di Venezuela.

Di akhir tahun, media arus utama mencatat penguatan harga emas global yang menjadi “mesin” utama pergerakan emas ritel di Indonesia.

Kenaikan di pasar global inilah yang kemudian “diterjemahkan” ke harga emas Antam dalam rupiah, dengan tambahan pengaruh kurs dan kondisi permintaan/pasokan di dalam negeri.

Berikut rangkaian faktor pendorong kenaikan harga emas Antam sepanjang 2025.

1. Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan turunnya “biaya peluang” memegang emas

Saat pasar memperkirakan suku bunga turun, daya tarik emas cenderung meningkat karena emas adalah aset yang tidak memberi kupon atau bunga.

Financial Analyst Finex Brahmantya Himawan menjelaskan mekanismenya secara langsung setelah keputusan The Fed.

“Pemangkasan suku bunga The Fed menekan imbal hasil riil sehingga opportunity cost memegang emas semakin rendah,” ujarnya, dikutip dari Antara.

Brahmantya juga menyebut kombinasi suku bunga riil yang rendah, inflasi yang tetap tinggi, dan risiko geopolitik memperkuat sentimen positif terhadap logam mulia.

2. Pelemahan dollar AS dan penurunan yield AS: dorong permintaan emas global

Pergerakan dollar AS dan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS kerap menjadi “pengarah” harga emas dunia.

Harga emas dunia bergerak naik seiring melemahnya dollar AS dan turunnya yield obligasi AS. Ketika dollar AS melemah, emas menjadi lebih murah bagi investor luar negeri sehingga permintaan meningkat dan harga terdorong naik.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong yang menegaskan faktor-faktor makro tersebut ikut mengerek harga logam sektor logam.

"Di luar itu semua, pelemahan dollar AS dan pemangkasan suku bunga oleh The Fed juga tentunya ikut mengerek harga komoditas sektor logam,” ujar Lukman kepada Kontan.

Ilustrasi emas Antam.SHUTTERSTOCK/UTIK MARGARINI Ilustrasi emas Antam.

3. Ketidakpastian geopolitik: emas kembali menjadi “safe haven”

Di 2025, faktor geopolitik kembali menempati porsi besar dalam pemberitaan emas. Lukman menyatakan emas tetap menjadi primadona sebagai aset safe haven di tengah gejolak geopolitik dan ketidakpastian kebijakan moneter global.

Dia menjelaskan koreksi harga emas bisa muncul sebagai profit taking, tetapi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik tetap menopang permintaan safe haven.

"Koreksi cenderung bersifat profit taking. Ketidakpastian ekonomi, tarif akan terus memberikan dukungan pada safe haven emas,” kata Lukman kepada Antara.

Analis dari broker Octa, Kar Yong Ang menyebut emas sering dianggap safe haven dalam situasi geopolitik yang tidak menentu.

“Sampai ada jalan yang jelas menuju stabilitas, investor akan lebih memilih untuk berhati-hati dan hanya akan membeli emas untuk berjaga-jaga,” kata Kar Yong Ang.

4. Aksi beli bank sentral dan arus dana ke instrumen berbasis emas

Selain investor ritel, pembelian oleh bank sentral dan arus dana institusional juga menjadi faktor yang berulang dibahas.

Menurut Brahmantya, momentum emas juga ditopang tingginya permintaan dari bank sentral negara berkembang, lonjakan investasi ritel, serta arus modal ke reksa dana berbasis emas (ETF).

Sementara itu, Lukman juga menyinggung permintaan bank sentral, termasuk China, dalam konteks diversifikasi cadangan dari dollar AS ke emas.

5. Faktor kurs rupiah: menguatkan transmisi kenaikan global ke harga emas Antam

Di Indonesia, harga emas Antam ditetapkan dalam rupiah. Karena harga emas dunia diperdagangkan dalam dollar AS, kurs rupiah menjadi kanal penting yang bisa mempercepat kenaikan atau menahan laju.

Ilustrasi emas AntamKOMPAS/LASTI KURNIA Ilustrasi emas Antam

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS menjadi penentu penting harga emas Antam dalam rupiah. Apabila rupiah melemah, harga emas Antam dapat ikut naik bahkan melebihi kenaikan harga global.

Sebaliknya, penguatan rupiah bisa menahan atau menurunkan harga logam mulia dari sisi jual.

Ketika dollar AS diprediksi menguat dan rupiah melemah, pelemahan rupiah berpotensi berdampak pada kenaikan harga emas di pasar domestik.

6. Pasokan fisik yang lebih ketat di dalam negeri: stok menipis saat permintaan tinggi

Selain faktor global, Kontan mengangkat faktor “internal” yang lebih spesifik pada dinamika pasokan emas fisik di Indonesia.

Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi menyebut kenaikan harga emas juga didorong oleh produksi emas PT Freeport Indonesia yang berhenti pascainsiden longsor di tambang bawah tanah Grasberg pada September 2025.

Ibrahim menilai kondisi itu berdampak pada ketersediaan stok.

“Nah, kekosongan bahan baku membuat gerai Antam dan Pegadaian juga lebih sedikit stoknya. Permintaannya tinggi, tetapi barangnya tidak ada, ini yang membuat harga logam mulia ini masih bertahan di atas,” ungkap Ibrahim kepada Kontan.

7. Permintaan musiman dan perilaku investor ritel: dari mahar hingga investasi

Menurut laporan Kontan, menjelang Ramadan atau Lebaran permintaan emas untuk investasi, mahar, dan hadiah dapat meningkat dan mendorong harga emas Antam naik sementara waktu karena kenaikan permintaan domestik.

Dinamika psikologis pasar juga memengaruhi. Setelah reli panjang, aksi ambil untung (profit taking) dapat memicu koreksi jangka pendek, meski tren tahunan tetap menguat.

Tag:  #harga #emas #antam #meroket #2025 #faktor #faktor #pendorongnya

KOMENTAR