Kontribusi Unit Link ke Premi Asuransi Jiwa Semakin Susut, OJK Ungkap Penyebabnya
Ilustrasi asuransi kesehatan. (FREEPIK/FREEPIK)
12:36
30 Desember 2025

Kontribusi Unit Link ke Premi Asuransi Jiwa Semakin Susut, OJK Ungkap Penyebabnya

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan kontribusi produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link terhadap total premi asuransi jiwa terus mengalami penurunan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, produk asuransi jiwa tradisional masih menjadi penopang utama pertumbuhan premi industri. Sementara itu, kinerja premi unit link saat ini berada dalam fase penyesuaian menuju pertumbuhan yang lebih moderat.

Data terbaru OJK mencatat, premi unit link masih berkontribusi sebesar 23,46 persen terhadap total premi asuransi jiwa. Angka tersebut menyusut dibandingkan akhir 2024, ketika kontribusi premi unit link masih berada di kisaran 28 persen dari total premi asuransi jiwa.

"OJK mencermati adanya penurunan kontribusi unit link dibandingkan periode sebelumnya," ujarnya dalam jawaban tertulis RDKB November 2025, dikutip Selasa (30/12/2025).

Menurutnya, penurunan kontribusi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor struktural, antara lain penguatan perlindungan konsumen, peningkatan transparansi produk, serta meningkatnya kehati-hatian masyarakat dalam memilih produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi.

Selain dari sisi premi, OJK juga mencermati kinerja unit link dari sisi klaim. Hingga periode laporan terakhir, klaim unit link tercatat mencapai sekitar 40,59 persen dari total klaim asuransi jiwa, yang mencerminkan karakteristik produk berbasis investasi dan sensitivitasnya terhadap dinamika pasar keuangan.

"(Penurunan kontribusi unit link) menunjukkan bahwa produk ini tengah berada pada rentang ekuilibrium baru dengan pertumbuhan yang lebih moderat dan berorientasi pada kualitas," ungkapnya.

Ke depan, OJK mendorong industri asuransi jiwa untuk terus memperbaiki kinerja unit link melalui penguatan desain produk yang lebih sederhana dan sesuai dengan kebutuhan nasabah, serta peningkatan kualitas pemasaran dan literasi keuangan.

"OJK juga mendorong pengelolaan investasi yang lebih prudent, serta penguatan tata kelola dan manajemen risiko sehingga unit link dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan," tuturnya.

Sebagai informasi, produk asuransi unit link sempat menjadi buah bibir masyarakat sekitar tahun 2021. Bahkan nasabah ramai-ramai menutup polis karena ogah rugi.

Padahal secara definisi, asuransi unit link adalah jenis asuransi yang mengombinasikan dua produk, yakni asuransi dan produk investasi. Jadi, asuransi unit link merupakan produk asuransi yang memberi manfaat perlindungan sekaligus investasi.

Selayaknya produk investasi lain, produk unit link juga tidak terbebas dari risiko penurunan nilai investasi. Risiko ini yang kerap tidak dipahami oleh nasabah sehingga merasa dibohongi oleh perusahaan asuransi.

Setelah itu, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan, proporsi premi asuransi tradisional telah melampaui unitlink.

Per Juni 2023, premi asuransi tradisional mendominasi keseluruhan premi industri dengan persentase 50,6 persen. Sementara premi unit link dalam beberapa tahun terakhir tengah mengalami penurunan.

"Untuk kali pertama, kita lihat setelah sekian tahun unitlink menjadi produk utama industri ini, sepertinya semester I-2023, (asuransi) tradisional mengambil alih," kata Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon dalam Konferensi Pers Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa Semester I-2023, Kamis (24/8/2023).

Sebagai gambaran, premi unitlink memang terus mengalami penurunan. Per semester I-2023, industri asuransi jiwa mengumpulkan premi produk tradisional Rp 43,67 triliun. Angka tersebut tumbuh 12 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 38,97 triliun.

Di sisi lain, premi unitlink tercatat Rp 42,56 triliun sampai Juni 2023. Angka itu turun 24,9 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 56,71 triliun.

Proporsi premi produk unit link memang terus menurun. Pada akhir 2022 premi unitlink masih mendominasi dengan 57,7 persen dari total pendapatan premi. Bahkan pada akhir 2021, pendapatan premi unit link mendominasi sekitar 62,9 persen dari keseluruhan premi yang dikumpulkan industri.

Tag:  #kontribusi #unit #link #premi #asuransi #jiwa #semakin #susut #ungkap #penyebabnya

KOMENTAR