Klinik UMKM Bangkit Dibentuk di Aceh, Sumut, Sumbar untuk Pulihkan Ekonomi Wilayah Terdampak Bencana
Menteri UMKM Maman Abdurrahman saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (29/12/2025).(KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU)
18:28
29 Desember 2025

Klinik UMKM Bangkit Dibentuk di Aceh, Sumut, Sumbar untuk Pulihkan Ekonomi Wilayah Terdampak Bencana

Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah akan membentuk Klinik UMKM Bangkit di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Program ini disiapkan untuk mempercepat pemulihan pelaku UMKM di wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyebut pemulihan UMKM menjadi kunci agar aktivitas ekonomi daerah kembali bergerak. Klinik UMKM Bangkit dirancang sebagai intervensi langsung pemerintah pusat ke daerah.

“Pembentukan klinik UMKM Bangkit ini adalah arahan dari Pak Presiden agar kita pemerintah pusat ikut mensupport dan mendukung pemerintah daerah dalam rangka untuk ekonomi agar semakin cepat pulih,” ujar Maman saat konferensi pers di Jakarta, Senin (29/12/2025).

Klinik UMKM Bangkit akan dibangun di sejumlah titik. Sumatera Utara mendapat dua lokasi, yaitu Kota Medan dan Tapanuli Tengah. Sumatera Barat memiliki satu lokasi di Kota Padang. Aceh menjadi provinsi dengan titik terbanyak, tersebar di Banda Aceh, Pidie, Pidie Jaya, Aceh Tamiang, dan Aceh Utara.

Pembentukan klinik dilakukan bertahap mulai Selasa (30/12/2025). Pemerintah menargetkan seluruh klinik sudah beroperasi penuh pada 1 Januari 2026.

Maman menjelaskan, pembentukan klinik memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia. Pusat Layanan Usaha Terpadu atau PLUT menjadi opsi utama. Fasilitas dinas terkait akan digunakan jika PLUT tidak tersedia.

“Pembentukan klinik memanfaatkan fasilitas yang ada. Contoh kayak di kita, kita manfaatkan fasilitas PLUT. Lalu kalau misalnya yang kita di kabupaten nggak ada, nanti kita manfaatkan dinas-dinas terkait yang ada di situ. Jadi kita tidak bangun lagi yang baru,” ujarnya.

Klinik UMKM Bangkit akan menyediakan tiga layanan utama, yaitu pembiayaan, belanja produk lokal, dan produksi. Seluruh layanan dijalankan melalui sinergi lintas lembaga.

Layanan pembiayaan akan melibatkan 16 bank penyalur serta enam lembaga penjamin. Koordinasi juga dilakukan bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional, serta pemerintah daerah.

Layanan belanja produk lokal diarahkan untuk menyerap produk UMKM setempat. Klinik akan bekerja sama dengan platform perdagangan elektronik seperti Lazada, Shopee, Tokopedia, dan Blibli. Kerja sama juga mencakup layanan transportasi daring seperti Grab dan GoTo, serta jaringan ritel modern Indomaret, Alfamart, dan AEON.

Skema ini ditujukan untuk membangun sistem ekonomi tertutup di daerah terdampak, sehingga belanja masyarakat kembali mengalir ke pelaku UMKM lokal.

Sementara layanan produksi difokuskan untuk mendorong percepatan kapasitas usaha. Klinik akan membantu UMKM agar mampu kembali memproduksi barang secara berkelanjutan.

Maman menilai ketiga layanan harus berjalan beriringan. Fokus pada satu aspek saja dinilai tidak cukup untuk menggerakkan ekonomi daerah.

“Kalau kita hanya ngurusin pembiayaan tapi tidak ada aktivitas belanja, pergerakan juga menjadi percuma. Begitu juga sebaliknya, kalau kita hanya ngurusin pembiayaan dan belanjanya saja, tetapi kita tidak dorong optimalisasi percepatan untuk memproduksi produk mereka juga menjadi timpang,” tuturnya.

Tag:  #klinik #umkm #bangkit #dibentuk #aceh #sumut #sumbar #untuk #pulihkan #ekonomi #wilayah #terdampak #bencana

KOMENTAR