Harga Perak Naik Tajam Sepanjang 2025, Bukan Sekadar Ikut Emas
Ilustrasi perak, harga perak, investasi perak. Harga perak melonjak 143 persen dalam setahun dan melampaui kenaikan emas. Lonjakan ini dipicu faktor investasi hingga kebutuhan industri.(PIXABAY/PAUL (PWLPL))
14:28
28 Desember 2025

Harga Perak Naik Tajam Sepanjang 2025, Bukan Sekadar Ikut Emas

- Lonjakan harga perak sepanjang 2025 menjadi salah satu cerita paling mencolok di pasar komoditas logam mulia. 

Sejak awal tahun hingga Sabtu (27/12/2025), harga perak bergerak dari reli bertahap menjadi akselerasi tajam menjelang akhir tahun, bahkan menembus rekor demi rekor di pasar internasional.

Pada Jumat (26/12/2025), Reuters mencatat harga perak sempat menyentuh rekor di sekitar 78,53 dollar AS per troy ounce, naik sekitar 9 persen dalam sehari, dengan latar defisit pasar dan permintaan industri yang menguat.

Ilustrasi perak, investasi perak.PEXELS/MERWAK.RAW Ilustrasi perak, investasi perak.

Pergerakan harga perak pada 2025 tidak berdiri sendiri.

Harga perak menempel pada perubahan besar di lanskap global, yakni transisi energi yang menambah kebutuhan perak sebagai material industri, dinamika kebijakan suku bunga AS, pergeseran arus investasi logam mulia, hingga faktor pasokan yang relatif “kaku” karena perak banyak diproduksi sebagai produk samping penambangan logam lain.

Berikut rangkaian faktor yang paling sering disebut mendorong kenaikan harga perak sepanjang Januari hingga 27 Desember 2025.

1. Defisit pasokan yang “menahun” menjadi fondasi reli harga perak

Salah satu benang merah yang konsisten muncul sejak awal 2025 adalah narasi defisit pasokan. Pada 29 Januari 2025, Silver Institute menyatakan pasar perak diproyeksikan kembali mengalami defisit signifikan dan itu menjadi defisit untuk tahun kelima berturut-turut.

Dalam rilisnya, lembaga tersebut menekankan bahwa permintaan industri diperkirakan tetap menjadi penggerak utama kondisi permintaan dan penawaran yang ketat. 

Gambaran defisit itu kemudian berulang. Pada 5 Juni 2025, menurut warta Reuters, harga perak menembus 35 dollar AS per ounce. Ini adalah level tertinggi lebih dari 13 tahun ketika itu.

Ilustrasi perak batangan.canva.com Ilustrasi perak batangan.

Reli harga perak kala itu ditopang oleh permintaan industri dan defisit pasokan yang persisten. 

Kondisi defisit membuat pasar perak sensitif terhadap perubahan kecil di sisi permintaan maupun pasokan. Ketika permintaan meningkat, baik dari industri maupun investasi, maka pasokan tidak mudah mengejar.

Di titik ini, defisit bertindak seperti “lantai” yang membuat harga lebih mudah terdorong naik saat ada katalis tambahan.

2. Perak makin “industri”: solar, elektrifikasi, hingga data center

Berbeda dengan emas yang dominan sebagai aset lindung nilai, perak memikul dua identitas, yakni logam mulia dan logam industri.

Pada 2025, kaki industri itu terlihat makin kuat, terutama terkait rantai pasok energi baru dan elektrifikasi.

Reuters, dalam laporan 27 November 2025, menyoroti bagaimana ekspansi kapasitas surya global dapat meningkatkan kebutuhan perak.

Penambahan kapasitas surya global dan target instalasi beberapa tahun ke depan memberi implikasi besar terhadap konsumsi perak, dengan estimasi tambahan permintaan yang signifikan menuju 2030.

Reuters juga merujuk ekspektasi International Energy Agency (IEA) terkait masifnya pemasangan kapasitas surya periode 2024–2030.

Lonjakan harga perak ikut ditopang kebutuhan industri, mulai dari kendaraan listrik, energi terbarukan, hingga pengembangan pusat data. 

Dikutip dari Kontan, analis Doo Financial Futures Lukman Leong yang menilai pergerakan perak 2025 berkaitan dengan faktor permintaan perak sebagai logam industri pada sektor-sektor tersebut.

Kombinasi tren “hijau” dan digital membuat permintaan perak tidak semata bersifat siklis. Ketika belanja energi terbarukan, elektrifikasi, dan infrastruktur digital tumbuh, perak ikut terbawa sebagai input material, dan pasar membaca ini sebagai cerita permintaan jangka panjang yang memperketat neraca.

Ilustrasi emas batangan. Harga emas dunia pada Kamis (18/12/2025) menguat dan bergerak mendekati rekor tertinggi. Kenaikan ini terjadi di tengah sikap investor yang menanti rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) serta mencermati meningkatnya ketegangan geopolitik di Venezuela.DOK. Shutterstock. Ilustrasi emas batangan. Harga emas dunia pada Kamis (18/12/2025) menguat dan bergerak mendekati rekor tertinggi. Kenaikan ini terjadi di tengah sikap investor yang menanti rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) serta mencermati meningkatnya ketegangan geopolitik di Venezuela.

3. Efek “mengejar” emas: gold-silver ratio menyempit, arus spekulasi ikut terbentuk

Perjalanan harga perak pada 2025 juga dipengaruhi oleh pergerakannya relatif terhadap emas. Saat emas lebih dulu reli kuat, perak sempat tertinggal, lalu “mengejar” di paruh berikutnya.

Tercatat terjadi perubahan gold-silver ratio yang menyempit tajam sepanjang tahun.

Reuters menyebut rasio turun ke sekitar 64 dari 105 pada April 2025, indikasi perak menguat lebih cepat dibanding emas pada periode tertentu. 

Pada 5 Juni 2025, Reuters juga menyinggung rasio emas-perak yang melemah dari sekitar 105 pada April ke kisaran 94 saat itu. Sebagian pelaku pasar membaca pergerakan ini sebagai “catch-up trade” setelah perak lama berkinerja di bawah emas.

Ketika rasio menyempit, sebagian pelaku pasar memandangnya sebagai sinyal momentum, yaitu perak mulai dianggap bukan sekadar pengikut emas, tetapi punya dorongan fundamental sendiri, terutama dari permintaan industri dan defisit pasokan.

Akhirnya, pembelian spekulatif dan strategi perdagangan berbasis rasio ikut berkembang.

4. Suku bunga AS, ekspektasi pelonggaran, dan dollar AS melemah: angin pendorong bagi logam mulia

Faktor makro yang paling sering menempel pada reli logam mulia adalah ekspektasi suku bunga AS dan pergerakan dollar AS.

Ketika pasar melihat peluang suku bunga lebih rendah atau imbal hasil riil menurun, logam mulia cenderung diuntungkan karena biaya peluang memegang aset tanpa yield menjadi lebih kecil.

Dalam laporan 19 Desember 2025, Reuters menulis perak mencetak rekor baru didorong permintaan investasi dan ketatnya pasokan, sementara emas menguat seiring meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. 

“Perak tampaknya ikut mendorong harga emas naik, saat ini ada banyak momentum di baliknya," kata Edward Meir, analis di Marex.

Ilustrasi suku bunga, suku bunga acuan. Meski BI rate sudah turun empat kali, bunga kredit masih bertahan di level tinggi.SHUTTERSTOCK/MONSTER ZTUDIO Ilustrasi suku bunga, suku bunga acuan. Meski BI rate sudah turun empat kali, bunga kredit masih bertahan di level tinggi.

Rangkaian faktor makro ini membantu menjelaskan mengapa reli perak tidak hanya dipicu isu industri.

Pada momen pasar global mencari aset lindung nilai atau merespons ekspektasi kebijakan moneter, perak ikut kecipratan arus masuk, terutama ketika emas sudah terlalu mahal bagi sebagian investor.

5. Geopolitik dan safe haven: permintaan perlindungan ikut mendorong

Logam mulia sering bergerak seirama ketika tensi geopolitik meningkat.

Pada penghujung tahun,  ketegangan geopolitik memperkuat daya tarik safe haven bagi logam mulia, bersamaan dengan reli harga perak yang mencetak rekor. 

Pada 23 Desember 2025, harga emas mencetak rekor, perak menembus puncak baru, yakni sekitar 71,49 dollar AS per ounce. Reli terjadi di tengah kombinasi faktor permintaan safe haven dan dinamika pasar logam. 

Walau tidak “seaman” emas dalam persepsi investor karena volatilitasnya lebih tinggi dan porsi industri besar, pada 2025 perak tetap ikut menjadi tujuan ketika sentimen risk-off menguat, terutama saat reli emas sudah sangat jauh dan investor mencari alternatif yang lebih murah.

6. Pasokan yang tidak elastis: perak banyak “numpang lahir” dari tambang logam lain

Di sisi pasokan, karakter produksi perak menjadi hambatan struktural. Perak berada dalam defisit struktural dan pasokannya sulit naik cepat.

Salah satu alasan yang kerap muncul dalam analisis pasar adalah perak sering diproduksi sebagai produk samping (by-product) dari penambangan logam lain, sehingga peningkatan produksi tidak semata bergantung pada harga perak itu sendiri. 

Faktor ini penting karena menjelaskan mengapa reli bisa menjadi “lebih liar” di fase tertentu. Ketika permintaan meningkat tajam, pasokan tidak responsif, sehingga harga bekerja lebih keras untuk menyeimbangkan pasar.

Tahun 2026 diprediksi menjadi momen penting bagi Aries. Peluang karier terbuka lebar, sementara kondisi keuangan dinilai stabil dengan tetap berusaha.Shutterstock/A9 STUDIO Tahun 2026 diprediksi menjadi momen penting bagi Aries. Peluang karier terbuka lebar, sementara kondisi keuangan dinilai stabil dengan tetap berusaha.

7. Lonjakan harga perak di akhir tahun: rekaman rekor dan narasi defisit + industri + investasi mengunci cerita 2025

Jika paruh pertama 2025 membangun fondasi, maka paruh terakhir memperlihatkan fase akselerasi, dan Desember menjadi puncaknya. 

Pada 22 Desember 2025, harga perak sudah naik lebih dari 140 persen secara year-to-date (ytd), seiring reli akhir tahun pada logam mulia. 

Pada 26 Desember 2025, lonjakan harga perak secara harian sekitar 9 persen hingga sempat menembus 78,53 dollar AS per ounce, ditopang defisit pasar dan permintaan industri.

Di titik ini, cerita 2025 menjadi semacam lingkaran penguat. Defisit pasokan membuat pasar rapuh, permintaan industri menguat memberi alasan fundamental, reli emas memberi efek pembanding (rasio menyempit), dan sentimen makro serta geopolitik memberi bahan bakar investasi.

Ketika beberapa faktor muncul bersamaan, volatilitas pun meningkat.

8. Faktor narasi baru: perak dan isu mineral kritis di AS

Menjelang akhir tahun, Reuters juga mencatat perkembangan narasi kebijakan yang ikut memengaruhi sentimen.

Perak disebut sebagai salah satu critical mineral atau mineral kritis oleh AS dalam konteks tertentu. Ini memberi dukungan tambahan pada harga perak di tengah defisit pasokan.

Bagi pelaku pasar, label semacam itu dapat memperkuat persepsi bahwa pasokan perak strategis dan perlu diamankan, terutama ketika permintaan industri, energi, dan teknologi bergerak naik.

9. Apa yang dipantau pelaku pasar hingga 27 Desember 2025

Gedung bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve (The Fed). WIKIMEDIA COMMONS/BRITT LECKMAN/FEDERAL RESERVE Gedung bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve (The Fed).

Hingga 27 Desember 2025, perak sudah berada di zona yang oleh sebagian analis disebut “panas”, karena kenaikan yang terlalu cepat sering memicu aksi ambil untung dan koreksi tajam.

Namun pada saat yang sama, reli harga perak 2025 dibangun di atas kombinasi fundamental (defisit + industri) dan makro (suku bunga/dollar AS + safe haven).

Dalam lanskap seperti ini, pelaku pasar umumnya memantau:

  • Arah kebijakan suku bunga AS dan pergerakan dollar AS, karena memengaruhi logam mulia secara luas 
  • Data permintaan industri, terutama sektor energi surya dan elektrifikasi
  • Indikator persediaan/ketatnya pasokan dan potensi respons dari daur ulang atau produksi
  • Dinamika geopolitik yang memengaruhi arus safe haven. 

Perak menutup 2025 sebagai salah satu komoditas yang paling bertenaga, dengan cerita yang bukan tunggal, melainkan gabungan beberapa mesin penggerak yang saling menguatkan, dari pabrik panel surya hingga meja dealing room.

Tag:  #harga #perak #naik #tajam #sepanjang #2025 #bukan #sekadar #ikut #emas

KOMENTAR