Baru 49 Persen Kendaraan Keluar Jakarta, Pemerintah Dukung WFA 29–31 Desember untuk Dorong Ekonomi
- Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) merupakan saat padat karena berbarengan libur sekolah. Mobilitas kendaraan pun meningkat pada momen ini.
Data dari Korlantas Polri, sudah 49 persen dari 2,9 kita kendaraan meninggalkan Jakarta. Sementara PT Jasa Marga menyebut hingga Jumat (26/12) pukul 14 sebanyakfer 1,4 juta volume kendaraan meninggalkan Jakarta. "Dibandingkan 2024 (pada periode yang sama) sudah meningkat 3,5 persen. Kami perkirakan akan terus meningkat hingga 30 Desembee," kata Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan A Purwanto.
Sementara itu, penumpang angkutan umum sudah menyentuh 10.117.847 orang. Ini naik 4,85 persen dari tahun lalu di periode yang sama. Yang terbanyak adalah pengguna kereta api, yakni 3.526.380 orang.
Kepadatan ini harus dibarengi dengan pengaturan. Salah satunya adalah dengan membatasi kendaraan sumbu tiga sesuai dengan SKB No KP-DRJD 6774 Tahun 2025, 112/KPTS/Db/2025, dan Kep/268/XII/2025 terkait pembatasan angkutan barang di jalan tol dam non tol arteri. "Berdasarkan SKB, truk sumbu tiga ke atas dilarang melintas jalan tol menerus dari 19 Desember hingga 4 Januari 2026. Tidak ada window time," kata Dirjen Perhubungan Darat Aan Suhanan.
Polri pun akan menindak tegas jika ada pelanggaran. Hal itu diucapkan Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho. Agus mengungkapkan personilnya siap melakuka tilang. "Kami mementingkan keselamatan dan kemanusiaan bagi masyarakat yang melaksanakan Natal dan Tahun Baru serta yang melakukan perjalanan liburan," ujarnya.
Dalam libur Nataru kali ini, digaungkan untuk work form anywheee (WFA) pada 29–31 Desember. Tujuannya sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di akhir tahun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan WFA sejalan dengan rangkaian stimulus ekonomi yang digulirkan pemerintah selama periode libur Nataru. Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas serta memberi ruang bagi masyarakat untuk tetap produktif di tengah meningkatnya aktivitas belanja dan pariwisata. “Berbagai program stimulus ekonomi sudah kami siapkan agar perputaran ekonomi tetap terjaga hingga awal Januari,” ujar Airlangga.
Airlangga menjelaskan, salah satu pengungkit ekonomi pada periode ini adalah program Belanja di Indonesia Aja yang diselenggarakan HIPPINDO di pusat-pusat perbelanjaan seluruh Indonesia. Program tersebut ditargetkan menghasilkan transaksi hingga Rp30 triliun sampai 4 Januari 2026. Jika digabungkan dengan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) dan program diskon lainnya, total belanja masyarakat hingga akhir tahun diproyeksikan mencapai Rp110 triliun.
Menurut Airlangga, konsep WFA juga bersinergi dengan aktivitas ekonomi di pusat perbelanjaan. “Dengan diskon yang mencapai 50 persen, ditambah promo tambahan dan cashback, ini diharapkan mendorong konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan ekonomi,” katanya.
Kebijakan WFA ini mendapat dukungan Kementerian Pariwisata. Menurut Menteri Pariwisata Widiyanti Putri WFA yang dikembangkan menjadi work from mall (WFM) sejalan dengan program BINA Indonesia Great Sale 2025:Wisata Belanja di Indonesia. Ada berbagai diskon menarik untuk menggaet minat masyarakat.
"Sinergi antara produktivitas kerja dan momentum belanja nasional ini diharapkan dapat memberi kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi pariwisata dan perdagangan," Kata Widiyanti. Program ini berlangsung hingga 4 Januari dan melibatkan 80 ribu gerai, 800 merk, dan 400 pusat perbelanjaan. Bagi wisatawan asing, disediakan pengembalian pajak atau tax refund.
Tag: #baru #persen #kendaraan #keluar #jakarta #pemerintah #dukung #2931 #desember #untuk #dorong #ekonomi