Menpar Ungkap Penyebab Kunjungan Wisatawan Lokal ke Bali Menurun
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam konferensi pers BINA Indonesia Great Sale 2025 di Kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Jakarta Pusat, Jumat (21/11/2025).(dok. HIPPINDO)
20:36
26 Desember 2025

Menpar Ungkap Penyebab Kunjungan Wisatawan Lokal ke Bali Menurun

Kunjungan wisatawan lokal ke Bali tercatat mengalami penurunan di tengah lonjakan wisatawan mancanegara (wisman) pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Kementerian Pariwisata menilai derasnya informasi soal cuaca, serta sejumlah faktor lain, memengaruhi keputusan pelancong domestik untuk tidak berlibur ke Pulau Dewata.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana, mengatakan penurunan jumlah wisatawan dalam negeri ke Bali bukan disebabkan oleh melemahnya daya tarik destinasi.

Ilustrasi Bali. Dok. Shutterstock/Marius Dobilas Ilustrasi Bali.

Kondisi tersebut lebih dipengaruhi oleh persepsi publik terhadap cuaca dan munculnya pilihan destinasi alternatif.

Berdasarkan data terbaru yang diterimanya, jumlah wisatawan mancanegara ke Bali justru terus meningkat.

Hingga saat ini, kunjungan wisman telah mencapai 6,8 juta orang dari target 7 juta hingga akhir periode. Capaian tersebut menunjukkan bahwa Bali masih menjadi magnet utama bagi turis asing.

Namun kondisi berbeda terjadi pada wisatawan domestik.

Widiyanti mencatat kunjungan wisatawan nusantara ke Bali memang sedikit menurun. Ia menilai, hal itu kemungkinan besar dipicu oleh gencarnya pemberitaan dan informasi di masyarakat mengenai cuaca yang dinilai kurang mendukung untuk liburan ke Bali, serta faktor lain yang mempengaruhi preferensi perjalanan.

“Mengenai Bali, jadi kami sudah mendapatkan data bahwa wisatawan mancanegara tetap meningkat, sekarang 6,8 juta tapi targetnya mencapai 7 juta. Tapi memang wisatawan nusantaranya sedikit menurun mungkin dikarenakan gencarnya informasi bahwa cuaca kurang baik dan juga hal yang lain ya,” ujar Widiyanti saat ditemui di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (26/12/2025).

Wisatawan dalam negeri yang tidak memilih Bali pada periode libur Nataru 2025/2026 cenderung mengalihkan tujuan liburan ke sejumlah daerah di Pulau Jawa.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana dalam pembukaan instalasi GAYA Archive di Senayan City, Jakarta Pusat, pada Jumat (19/9/2025),KOMPAS.com/DEVI PATTRICIA Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana dalam pembukaan instalasi GAYA Archive di Senayan City, Jakarta Pusat, pada Jumat (19/9/2025),

Pergerakan wisatawan domestik terlihat lebih banyak menuju Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, serta Yogyakarta.

Bahkan, Yogyakarta mencatat peningkatan kunjungan yang cukup signifikan.

Pergeseran ini menunjukkan bahwa wisatawan lokal tetap aktif bepergian, hanya saja memilih destinasi yang dinilai lebih sesuai dengan kondisi dan preferensi mereka saat ini.

“Jadi mereka berjalan-jalan di Jawa kebanyakan Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan Yogyakarta. Yogyakarta terlihat ada peningkatannya luar biasa,” paparnya.

Meski demikian, Widiyanti menegaskan Bali tidak dalam kondisi sepi. Aktivitas pariwisata di Pulau Dewata tetap ramai, dengan penurunan kunjungan wisatawan nusantara yang relatif kecil, yakni sekitar 2 persen.

“Nah tapi Bali tidak sepi, tetap ramai, tapi hanya ada penurunan sedikit saja sekitar 2 persen,” beber Widiyanti.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, mengatakan jumlah wisatawan mancanegara ke Bali masih mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan 2024.

Namun tokoh yang akrab disapa Cok Ace tersebut menambahkan, terdapat tren pergeseran wisatawan ke daerah-daerah lain, yang tidak lepas dari pengaruh media sosial.

“Untuk (wisatawan) domestik memang mengalami penurunan. Ini tidak lepas dari adanya bencana alam di Bali dan potensi bencana alam lainnya yang diekspos berulang-ulang,” kata Cok Ace.

Lebih lanjut, ia menyampaikan di satu sisi, objek wisata di Pulau Jawa, termasuk Yogyakarta, lebih mudah dijangkau dengan infrastruktur yang semakin baik.

Ilustrasi wisatawan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali pada Jumat (20/12/2024).KOMPAS.com/Ni Nyoman Wira Ilustrasi wisatawan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali pada Jumat (20/12/2024).

Di sisi lain, pembangunan akomodasi, khususnya vila, terus bertambah sehingga berdampak pada tingkat okupansi hotel yang menurun dibandingkan tahun lalu.

“Jadi mohon pemerintah daerah lebih memperhatikan fenomena ini, termasuk tentang kenyamanan dan keamanan wisatawan selama di Bali,” harapnya.

Ia juga meminta masyarakat, khususnya penggiat media sosial, agar tidak kembali mengunggah ulang video atau foto bencana banjir yang sempat menimpa Bali beberapa waktu lalu.

“Saya sampaikan terimakasih atas berita-berita atau informasinya selama ini kepada masyarakat dan pemerintah, namun demikian hal-hal yang berpotensi dijadikan senjata oleh kompetitor kita untuk menjatuhkan Bali, kiranya perlu kita sikapi secara lebih bijak,” ujar dia.

Tag:  #menpar #ungkap #penyebab #kunjungan #wisatawan #lokal #bali #menurun

KOMENTAR