Amerika Serikat Tarik Udang Beku Asal Indonesia Sepanjang 2025
Ilustrasi udang, udang segar. (PIXABAY/JAEWAN_CHOI)
14:44
26 Desember 2025

Amerika Serikat Tarik Udang Beku Asal Indonesia Sepanjang 2025

Penarikan (recall) udang beku asal Indonesia dari peredaran di Amerika Serikat (AS) sepanjang 2025 menjadi sorotan karena isu yang jarang muncul dalam perdagangan pangan, yakni dugaan paparan radionuklida Cesium-137 (Cs-137).

Rangkaian kasus ini tidak berdiri sebagai satu peristiwa tunggal, melainkan berkembang dalam beberapa fase.

Ini mulai dari temuan awal di pelabuhan masuk AS pada Agustus 2025, respons pemerintah Indonesia, pengetatan persyaratan masuk, hingga penarikan kembali puluhan ribu kemasan pada Desember 2025.

Ilustrasi udang, udang segar.PIXABAY/ENGIN AKYURT Ilustrasi udang, udang segar.

Fase awal: temuan di pelabuhan dan penghentian impor untuk entitas tertentu

Dokumen penjelasan Otoritas Pengawas Makanan dan Obat AS (FDA) menggambarkan kronologi awal.

"FDA mendeteksi radionuklida Cesium-137 (Cs-137) pada awal Agustus 2025, dalam satu sampel udang beku dari Indonesia," tulis FDA dalam keterangannya.

FDA kemudian memasukkan PT Bahari Makmur Sejati (PT BMS) ke import alert baru untuk kontaminasi kimia, sehingga produk udang dari perusahaan tersebut dihentikan masuk ke AS sampai kondisi penyebab pelanggaran dinyatakan terselesaikan.

Dalam penjelasan yang sama, FDA memaparkan angka yang menjadi acuan diskusi publik. Pengiriman yang ditahan disebut memiliki tingkat Cs-137 sekitar 68 Bq/kg, di bawah Derived Intervention Level (DIL) FDA untuk Cs-137 sebesar 1200 Bq/kg.

Meski demikian, FDA menekankan perhatian pada risiko paparan berulang dosis rendah dalam jangka panjang dan memilih langkah pencegahan lewat screening, import alert, dan safety alert.

Kemudian, ada informasi dari US Customs & Border Protection (CBP) mengenai deteksi Cs-137 pada kontainer pengiriman di empat pelabuhan AS, yakni Los Angeles, Houston, Savannah, dan Miami.

Ilustrasi udang.PIXABAY/PUBLICDOMAINPICTURES Ilustrasi udang.

Jalur logistik ini menjadi bagian dari teka-teki penelusuran, apakah kontaminasi berasal dari produk, kontainer, atau lingkungan tertentu di rantai pasok.

Penelusuran di dalam negeri

Setelah kabar dari AS muncul, proses penelusuran di Indonesia bergerak di beberapa kementerian dan pembaga.

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq pada 21 Agustus 2025, menyampaikan bahwa penelusuran Menteri Kelautan dan Perikanan menemukan pabrik pengolahan udang beku berada di Cikande, Serang, Banten, dengan bahan udang disebut berasal dari Lampung.

Dalam konteks itu, Hanif menegaskan urgensi investigasi sumber.

“Tapi yang jelas kita harus sampai dapat sumbernya, supaya tidak menimbulkan keresahan kita semua. Tidak menimbulkan kerugian cukup besar nantinya di bidang ekspor,” kata Hanif.

Dampak ke industri dan persepsi pasar

Dinamika 2025 tidak berhenti pada aspek teknis pengujian. Reuters melaporkan dampak ke industri udang Indonesia setelah temuan kasus radioaktif.

Asosiasi petambak udang menyebut penyerapan pabrik pengolahan turun sekitar 30 sampai 35 persen.

Reuters juga menulis bahwa pasar AS menyerap lebih dari 60 persen ekspor udang Indonesia, sehingga perubahan sentimen dan kebijakan di AS berpotensi cepat terasa hingga sisi hulu.

Pengetatan akses pasar: import certification per 31 Oktober 2025

Dalam dokumen “FDA Response to Imported Foods Potentially Contaminated with Cesium-137”, FDA menyatakan bahwa mulai 31 Oktober 2025 mereka akan mewajibkan import certification untuk udang dan rempah dari wilayah tertentu di Indonesia berdasarkan risiko potensi kontaminasi.

Tujuannya adalah untuk menjaga perdagangan tetap berjalan bagi produk yang aman.

Ilustrasi udang, udang segarUNSPLASH/ETIENNE GIRARDET Ilustrasi udang, udang segar

FDA juga menyebut langkah ini sebagai penggunaan pertama otoritas kongresional tersebut untuk mengatasi masalah keamanan pangan yang berulang sambil mempertahankan arus dagang.

Di sisi Indonesia, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar mengatakan BPOM terus berkomunikasi dengan FDA AS terkait temuan Cs-137 pada komoditas ekspor.

Ia menyebut pendekatan berbasis sains dan keseriusan penanganan.

“BPOM akan meyakinkan lewat petunjuk bahwa kita betul-betul serius. Hal-hal yang tercemar, kita tidak akan gunakan, kita dekontaminasi dan destroy produk itu,” ucap Taruna.

Pemeriksaan reimpor dan verifikasi di pelabuhan: BAPETEN tidak menemukan kontaminasi

Kasus 2025 juga menyentuh aspek reimpor/arus balik kontainer.

BAPETEN pada 8 Oktober 2025 melaporkan pemeriksaan kontainer berisi udang beku yang diduga terkontaminasi Cs-137 di Terminal Petikemas Koja.

Dalam rilisnya, BAPETEN menyebut tidak menemukan adanya kenaikan signifikan laju paparan radiasi pada kontainer dan hasil pengukuran cenderung sama dengan radiasi latar.

Setelah pemeriksaan kontaminasi pada dinding luar kontainer, BAPETEN menyatakan, “Semua pemeriksaan menunjukan tidak adanya kontaminasi zat radioaktif pada kontainer yang tiba dari Amerika Serikat itu.”

Poin ini penting karena menggarisbawahi adanya dua lapisan kehati-hatian. Pertama, pengetatan berbasis risk assessment dari otoritas negara tujuan (AS).

Kedua, verifikasi keselamatan di titik-titik logistik dalam negeri untuk memastikan perlindungan pekerja, masyarakat, dan lingkungan.

Pemerintah menegaskan lokalisasi kasus: “tidak menyebar ke rantai pasok”

kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang meninjau langsung progres pembangunan KNMP di Purworejo, Jawa Tengah, Selasa (23/12/2025).Dok Kemenko Pangan RI kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang meninjau langsung progres pembangunan KNMP di Purworejo, Jawa Tengah, Selasa (23/12/2025).

Pada 30 September 2025, Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan bahwa kasus kontaminasi Cs-137 pada produk udang hanya terjadi di Kawasan Industri Modern Cikande dan tidak menyebar ke rantai pasok nasional maupun ekspor.

Zulhas juga menyinggung risiko kontainer bila digunakan bergantian.

“Kalau kontainernya masuk muatannya udang, itu bisa tercemar udangnya. Nanti muat apa lagi, itu kan berbahaya,” ujar Zulhas.

Hasil investigasi awal menyimpulkan sumber kontaminasi berasal dari pabrik baja PT Peter Metal Technology (PMT) di kawasan industri Cikande, dengan dugaan kontaminasi terbawa melalui udara (airborne).

Ini mengingat jarak fasilitas pengemasan udang dengan sumber yang diduga tidak sampai dua kilometer.

Desember 2025: penarikan 83.800 kantong udang beku di AS

Fase yang paling mencolok bagi konsumen AS terjadi pada Desember 2025.

FDA memuat pengumuman bahwa Direct Source Seafood LLC (Bellevue, Washington) menarik sekitar 83.800 kantong udang beku impor dari Indonesia yang dipasarkan dengan merek Market 32 dan Waterfront Bistro.

Alasan penarikan adalah produk mungkin telah dipersiapkan, dikemas, atau disimpan dalam kondisi tidak higienis sehingga dapat terkontaminasi dengan Cesium-137 (Cs-137).

Dalam rincian yang dipublikasikan FDA, penarikan mencakup kemasan 1 lb dan 2 lb, dengan informasi kode/UPC serta rentang “best by” pada 2027.

FDA juga menjelaskan konteks kesehatan. Dampak utama yang dikhawatirkan dari paparan jangka panjang dan berulang dalam dosis rendah adalah peningkatan risiko kanker akibat kerusakan DNA pada sel hidup.

Ilustrasi udang, udang segar.PIXABAY/MABEL AMBER Ilustrasi udang, udang segar.

Pemberitaan media AS menyebut peredaran produk tersebut di berbagai negara bagian, serta menekankan bahwa penarikan dilakukan sebagai langkah kehati-hatian meski tidak ada laporan sakit yang dikaitkan langsung.

Arus dagang setelah kasus: ekspor kembali berjalan di bawah sertifikasi

Terkait temuan udang beku terpapar Cesium, pemerintah upaya pemulihan ekspor.

Indonesia melakukan pengiriman udang tersertifikasi, termasuk data pengiriman ratusan kontainer dan nilai ekspor yang disebutkan untuk periode tertentu menjelang akhir 2025.

Dari perspektif kebijakan, rujukan kuncinya adalah bagaimana persyaratan sertifikasi impor dari FDA (mulai 31 Oktober 2025) berjalan paralel dengan pengetatan pengawasan dan pengujian di Indonesia, serta komunikasi lembaga seperti BPOM kepada FDA terkait penanganan produk yang terindikasi tercemar.

Tag:  #amerika #serikat #tarik #udang #beku #asal #indonesia #sepanjang #2025

KOMENTAR