Pertamina Tegaskan Minyak 1 Juta Barel dari Asetnya di Aljazair Dipakai untuk Kebutuhan Kilang Nasional
Pengapalan perdana 1 juta barrel minyak mentah dari Port Arzew, Oran, Aljazair, menuju Indonesia, 24 Desember 2025.(DOK. PIEP)
07:20
26 Desember 2025

Pertamina Tegaskan Minyak 1 Juta Barel dari Asetnya di Aljazair Dipakai untuk Kebutuhan Kilang Nasional

Minyak mentah sebanyak 1 juta barel yang dikapalkan Pertamina dari Aljazair tidak ditujukan untuk pasar ekspor lanjutan. Seluruh kargo tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan kilang di dalam negeri.

Manager Relations PT Pertamina Internasional EP Dhaneswari Retnowardhani mengatakan, minyak mentah dari Aljazair akan menjadi pasokan bagi kilang Pertamina yang dikelola Subholding Refining and Petrochemical.

“Kargo minyak mentah sebesar 1 juta barel yang dikapalkan dari Aljazair ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan dalam negeri, khususnya sebagai pasokan bagi kilang-kilang Pertamina,” ujar Dhaneswari saat dihubungi, Kamis (25/12/2025).

Ia menjelaskan, pengapalan ini menempatkan produksi migas dari aset luar negeri langsung masuk ke rantai pasok nasional. Minyak mentah tersebut digunakan sebagai bahan baku pengolahan di kilang, bukan untuk diperdagangkan kembali ke pihak lain.

Menurut Dhaneswari, pengiriman minyak dari Aljazair juga berkaitan dengan strategi pemanfaatan aset internasional Pertamina. Produksi dari luar negeri diarahkan kembali ke Indonesia untuk menjaga ketersediaan pasokan kilang.

“Pengapalan ini sejalan dengan semangat Bring the Barrel Home,” kata Dhaneswari.

Ia menambahkan, langkah tersebut ditujukan untuk mengurangi ketergantungan pada impor minyak mentah dari pihak ketiga. Di sisi lain, kesinambungan pasokan bahan baku kilang di dalam negeri tetap terjaga.

Minyak mentah yang dikapalkan berasal dari Blok 405A di Aljazair. Pengapalan perdana dilakukan pada Desember 2025 dan menjadi produksi pertama setelah perpanjangan kontrak Production Sharing Contract blok tersebut.

Sebagai informasi, Blok 405A dikelola Pertamina bersama perusahaan migas nasional Aljazair, Sonatrach. Kontrak pengelolaan blok ini telah diperpanjang untuk 25 tahun ke depan, sehingga produksi minyaknya dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Pengapalan minyak ke Indonesia melibatkan koordinasi lintas subholding Pertamina. Unit hulu berperan sebagai produsen, sektor pelayaran menangani pengiriman, sementara kilang dalam negeri menjadi tujuan akhir kargo minyak mentah tersebut.

Tag:  #pertamina #tegaskan #minyak #juta #barel #dari #asetnya #aljazair #dipakai #untuk #kebutuhan #kilang #nasional

KOMENTAR