Bank Dunia Soroti Besarnya Bunga Utang Indonesia, Serap Pendapatan Negara
Bank Dunia(Bank Dunia)
19:04
25 Desember 2025

Bank Dunia Soroti Besarnya Bunga Utang Indonesia, Serap Pendapatan Negara

Bank Dunia menilai beban pembayaran bunga utang Indonesia masih menyerap porsi besar pendapatan negara. Kondisi itu terjadi meski pembiayaan tergolong longgar dan biaya pinjaman berhasil ditekan.

Penilaian tersebut tertuang dalam laporan Bank Dunia berjudul Fondasi Digital untuk Pertumbuhan edisi Desember 2025. Laporan itu mencatat rasio pembayaran bunga terhadap pendapatan mencapai 20,5 persen hingga Oktober, di tengah upaya pemerintah menjaga kehati-hatian fiskal.

Bank Dunia mencermati pemerintah telah menyalurkan dukungan fiskal secara terarah dan konsisten pada prinsip kehati-hatian. Dampak kebijakan tersebut belum optimal akibat pendapatan negara yang melemah.

Tekanan fiskal tercermin dari defisit anggaran yang meningkat. Defisit fiskal naik dari 1,4 persen terhadap produk domestik bruto pada Oktober 2024 menjadi 2,0 persen PDB pada Oktober 2025.

Penurunan pendapatan dipengaruhi beberapa faktor. Bank Dunia mencatat pelemahan harga komoditas, percepatan pengembalian pajak, serta pengalihan dividen badan usaha milik negara ke Danantara turut menekan penerimaan negara.

Meski demikian, pemerintah tetap meluncurkan paket stimulus ekonomi senilai 0,5 persen PDB. Stimulus tersebut diarahkan untuk mendorong konsumsi rumah tangga dan penciptaan lapangan kerja.

Tambahan belanja itu ditopang oleh efisiensi anggaran serta realisasi belanja yang lebih rendah pada sejumlah program prioritas. Langkah ini memberi ruang fiskal tanpa menambah tekanan pembiayaan secara signifikan.

Bank Dunia menilai kondisi pembiayaan yang akomodatif berhasil menjaga biaya pinjaman tetap rendah. Namun, rasio pembayaran bunga terhadap pendapatan tetap tinggi karena basis penerimaan negara melemah.

Pembayaran bunga bersifat tetap dan wajib dipenuhi. Situasi ini membuat beban bunga menyerap porsi pendapatan yang lebih besar meski biaya utang tidak melonjak tajam.

“Kondisi pembiayaan yang akomodatif berhasil menekan biaya pinjaman, tetapi rasio pembayaran bunga terhadap pendapatan tetap tinggi yakni 20,5% dari awal tahun hingga Oktober,” tulis Bank Dunia.

Ke depan, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2026, pemerintah menargetkan defisit sebesar 2,68 persen PDB. Target tersebut disertai sasaran pendapatan yang dinilai cukup ambisius.

Bank Dunia menekankan pencapaian target itu menuntut penguatan administrasi dan kebijakan perpajakan. Upaya tersebut dibutuhkan di tengah harga komoditas yang kurang menguntungkan agar tersedia ruang fiskal bagi belanja yang mendorong pertumbuhan ekonomi.

Artikel ini sudah tayang di Kontan dengan judul Bank Dunia Soroti Rasio Bunga Utang RI Tinggi Meski Biaya Pinjaman Rendah

Tag:  #bank #dunia #soroti #besarnya #bunga #utang #indonesia #serap #pendapatan #negara

KOMENTAR