Rupiah Menguat Jelang Libur Nataru, Naik 0,13 Persen ke Level Rp 16.765 per Dollar AS
- Nilai tukar rupiah ditutup menguat pada perdagangan Rabu (24/12/2025). Rupiah naik 0,13 persen ke posisi Rp 16.765 per dollar Amerika Serikat (AS).
Penguatan rupiah sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang Asia yang kompak berada di zona hijau. Won Korea Selatan memimpin penguatan dengan kenaikan 1,57 persen. Disusul ringgit Malaysia yang naik 0,39 persen dan yen Jepang melonjak 0,29 persen.
Sementara itu, baht Thailand terapresiasi 0,28 persen, yuan China, dollar Taiwan dan dollar Singapura masing-masing naik 0,20 persen. Peso Filipina menguat 0,19 persen, sedangkan dollar Hong Kong terapresiasi 0,03 persen.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai rupiah berpotensi menguat terhadap dollar AS, seiring berlanjutnya tekanan pada mata uang Paman Sam. Pelemahan dollar AS dipicu oleh sejumlah data ekonomi AS yang dirilis lebih lemah dari perkiraan, di antaranya data penjualan barang tahan lama serta tingkat kepercayaan konsumen yang menunjukkan perlambatan.
“Rupiah berpotensi menguat terhadap dollar AS yang melanjutkan pelemahan setelah beberapa data ekonomi AS yang lebih lemah yang di antaranya data penjualan barang tahan lama dan tingkat kepercayaan konsumen,” ujar Lukman kepada Kompas.com, Rabu pagi tadi.
Meski demikian, Lukman mencatat tidak semua indikator ekonomi AS bergerak negatif. Revisi data Produk Domestik Bruto (PDB) AS justru tercatat lebih kuat dari ekspektasi pasar.
Namun sentimen positif dari data PDB tersebut dinilai belum cukup untuk mengangkat dollar AS, karena pelaku pasar lebih menaruh perhatian pada sinyal perlambatan konsumsi dan aktivitas ekonomi.
Selain faktor data ekonomi, tekanan terhadap dollar AS juga berasal dari sisi likuiditas. Federal Reserve (The Fed) telah mulai menambah likuiditas ke pasar sebesar sekitar 40 miliar dollar AS per bulan sejak pertengahan Desember.
Kebijakan tersebut meningkatkan suplai dollar AS di pasar global, sehingga menekan nilai tukarnya terhadap mata uang lain, termasuk rupiah.
“Walau revisi data PDB AS lebih kuat dari perkiraan. Dollar AS juga masih tertekan oleh penambahan likuiditas 40 miliar dollar AS per bulan oleh The Fed yang telah dimulai pertengahan Desember,” paparnya.
Lukman memperkirakan rupiah memiliki ruang untuk menguat dalam jangka pendek. Namun, pergerakan rupiah tetap bersifat fluktuatif dan dipengaruhi dinamika sentimen global. Dalam perdagangan harian, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp 16.650 - Rp 16.800 per dollar AS.
“Range Rp 16.650 Rp.16800 (per dollar AS),” beber Lukman.
Tag: #rupiah #menguat #jelang #libur #nataru #naik #persen #level #16765 #dollar