Harga Pangan Nasional Turun Lagi Jelang Akhir Tahun, Beras hingga Telur Melemah
Ilustrasi Telur. (Google AI Studio)
13:40
24 Desember 2025

Harga Pangan Nasional Turun Lagi Jelang Akhir Tahun, Beras hingga Telur Melemah

Baca 10 detik
  • Harga mayoritas pangan nasional menurun per 23 Desember 2025, mencakup beras, cabai, bawang, dan telur.
  • Cabai merah keriting mengalami tekanan harga paling besar, dengan penurunan harian signifikan mencapai 4,66 persen.
  • Beberapa komoditas menunjukkan kenaikan harga, seperti daging sapi murni, ikan tongkol, ikan kembung, dan garam konsumsi.

Harga pangan nasional menunjukkan tren penurunan pada mayoritas komoditas menjelang akhir Desember 2025.

Berdasarkan Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (BPN) per 23 Desember 2025, koreksi harga terjadi mulai dari beras, cabai, bawang, telur, hingga minyak goreng kemasan di tingkat rata-rata nasional.

Dari kelompok beras, harga beras premium tercatat turun Rp103 atau 0,66 persen menjadi Rp15.450 per kilogram.

Penurunan juga terjadi pada beras medium yang berada di level Rp13.490 per kilogram atau turun Rp46.

Sementara itu, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tercatat Rp12.421 per kilogram, turun Rp41 dibandingkan hari sebelumnya.

Komoditas jagung tingkat peternak juga mengalami koreksi cukup dalam. Harga jagung tercatat Rp6.840 per kilogram atau turun Rp182 setara 2,59 persen, seiring melandainya tekanan permintaan pakan ternak.

Harga kedelai biji kering impor tercatat Rp10.747 per kilogram. Komoditas ini mengalami penurunan tipis Rp18 atau 0,17 persen secara harian.

Dari sektor hortikultura, bawang merah mencatat penurunan signifikan. Harga bawang merah tercatat Rp45.735 per kilogram atau turun Rp1.776.

Penurunan juga dialami bawang putih bonggol yang kini berada di level Rp37.232 per kilogram atau turun Rp723.

Tekanan harga paling besar terjadi pada komoditas cabai. Cabai merah keriting tercatat turun Rp2.467 atau 4,66 persen menjadi Rp50.498 per kilogram.

Cabai merah besar juga turun Rp1.136 menjadi Rp47.050 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit merah tercatat Rp65.345 per kilogram atau turun Rp753.

Harga protein hewani menunjukkan pergerakan beragam. Telur ayam ras tercatat Rp31.494 per kilogram atau turun Rp176 dibandingkan hari sebelumnya.

Daging ayam ras juga mengalami penurunan harga menjadi Rp39.813 per kilogram atau turun Rp210.

Namun demikian, harga daging sapi murni justru bergerak naik. Komoditas ini tercatat Rp135.833 per kilogram atau naik Rp442 secara harian, mencerminkan masih kuatnya permintaan di tengah keterbatasan pasokan.

Pada kelompok perikanan, ikan tongkol tercatat Rp35.640 per kilogram atau naik Rp75.

Ikan kembung juga mengalami kenaikan cukup tinggi menjadi Rp44.034 per kilogram atau naik Rp523. Sebaliknya, harga ikan bandeng justru turun Rp376 menjadi Rp35.720 per kilogram.

Ilustrasi minyak goreng [antara] PerbesarIlustrasi minyak goreng [antara]

Harga minyak goreng menunjukkan arah yang berbeda antarjenis. Minyakita tercatat Rp17.485 per liter atau turun Rp106.

Minyak goreng kemasan berada di level Rp20.892 per liter, turun Rp68. Sementara itu, minyak goreng curah justru naik Rp180 menjadi Rp17.842 per liter.

Komoditas lain seperti tepung terigu curah dan kemasan juga mengalami penurunan harga.

Tepung terigu curah tercatat Rp9.644 per kilogram atau turun Rp47, sedangkan tepung terigu kemasan berada di level Rp12.901 per kilogram atau turun Rp12.

Harga gula konsumsi juga tercatat Rp17.971 per kilogram atau turun Rp77.

Di sisi lain, sejumlah komoditas masih mencatatkan kenaikan harga. Garam konsumsi tercatat Rp11.589 per kilogram atau naik Rp42.

Daging kerbau beku impor juga mengalami kenaikan Rp1.206 menjadi Rp108.048 per kilogram, sementara daging kerbau segar lokal justru turun Rp2.513 ke level Rp138.030 per kilogram.

Editor: Dythia Novianty

Tag:  #harga #pangan #nasional #turun #lagi #jelang #akhir #tahun #beras #hingga #telur #melemah

KOMENTAR