Cerita Turis Terjebak di Kerusuhan Meksiko, Tak Boleh Keluar Resor hingga Tak Bisa Pulang
Bangkai truk yang dibakar dalam kerusuhan setelah tewasnya bos kartel narkoba Jalisco, Nemesio El Mencho Oseguera, di jalan tol dekat Acatlan de Juarez, Negara Bagian Jalisco, Meksiko, Minggu (22/2/2026).(AFP/ULISES RUIZ)
13:14
24 Februari 2026

Cerita Turis Terjebak di Kerusuhan Meksiko, Tak Boleh Keluar Resor hingga Tak Bisa Pulang

Kerusuhan di Meksiko meluas pascetewasnya gembong narkoba paling dicari di Meksiko, “El Mencho”.

Bahkan pada Minggu (22/2/2026) pemerintah mengimbau turis yang berada di kawasan kota tepi laut Meksiko, Puerto Vallarta untuk tidak keluar dari resor karena akan terjadi bentrokan di daerah tersebut.

Dilansir dari Fox 35 Orlando, dalam foto dan video yang dibagikan Fox News Digital, memperlihatkan kepulauan asap hitam pekat yang menyelimuti cakrawala kota. Tepatnya di kawasan Pantau Pasifik Meksiko, di negara bagian Jalisco.

Baca juga: Meski Negara Tropis, Indonesia Sabet Juara 2 Lomba Patung Salju Sapporo 2026

Tetap berada di resor

Turis yang menginap di resor yang ada di kawasan tersebut mengaku mereka diminta untuk tetap berada di dalam resor, tanpa ada alasan yang diberikan secara langsung.

Tidak hanya itu, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat juga mengeluarkan peringatan perjalanan untuk beberapa wilayah di Meksiko pada Minggu (22/2/2026) sore.

Pemerintah AS mendesak warga AS yang ada di Meksiko untuk tetap berada di tempat tinggal mereka sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Alasannya, karena adanya operasi keamanan yang sedang berlangsung, jalan diblokade, dan aktivitas kriminal tengah memanas di sana.

Peringatan ini dikeluarkan untuk sebagian wilayah negara bagian Jalisco, termasuk Puerto Vallarta, Chapala, dan Guadalajara.

Lalu, di negara bagian Tamaulipas, termasuk Reynosa dan kota-kota lainnya. Serta wilayah negara bagian Michoacan, Guerrero, dan Nuevo Leon.

Baca juga: Imbas Kerusuhan di Meksiko, Turis Terjebak Tak Bisa Pulang

Gubernur Jalisco, Pablo Lemus Navarro, mengumumkan dalam sebuah unggahan di X bahwa pasukan federal melakukan "operasi" di kota Tapalpa pada Minggu pagi, yang menyebabkan "bentrokan" di daerah tersebut.

"Sebagai akibat dari operasi tersebut, di berbagai titik di wilayah itu, dan di bagian lain Jalisco, sejumlah individu telah membakar dan memblokir kendaraan dengan tujuan menghalangi tindakan pihak berwenang," tulis Navarro dalam unggahan berbahasa Spanyol.

Dalam beberapa unggahan, Navarro juga menulis "insiden kekerasan telah meluas" dan "blokade telah bergeser" seiring pemerintah dan penegak hukum berupaya melindungi warga negara.

Navarro menambahkan bahwa pemerintah telah memberlakukan " Kode Merah " untuk menjaga keselamatan publik.

"Kami kembali mengingatkan untuk menghindari meninggalkan rumah. Bentrokan terjadi di beberapa wilayah federal," tulis Navarro.

Sebelumnya, diberitakan Kompas.com (24/2/2026) bentrokan di Meksiko ini bermula dari tewasnya gembong narkoba paling dicari di Meksiko, “El Mencho".

Baca juga: Rute KRL Jakarta akan Diperpanjang sampai Cikampek dan Sukabumi pada 2026

Tak bisa pulang

Adapun beberapa daerah popular di kalangan turis, yang turut terdampak konflik yaitu Puerto Vallarta dan Guadalajara.

Melihat kondisi ini, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mendesak warganya yang ada di daerah tersebut untuk tetap berada di tempat tinggal atau hotel, dan mencari perlindungan.

Bahkan, beberapa maskapai penerbangan AS dilaporkan juga menangguhkan penerbangan ke Puerto Vallarta.

Akibatnya, banyak turis yang putus asa melarikan diri dari situasi tersebut, dan kembali ke rumah atau penginapan.

Salah satu turis asal Dallas, AS yang terdampak di Meksiko bernama Adryan Moorefield, menuturkan seharusnya ia pulang dari Puerto Vallarta pada Minggu (22/2/2026).

Namun, pada Minggu (22/2/2026) pagi ia mendapati adanya pemberitaan anggota kelompok kejahatan terorganisir telah membakar bus, memblokir jalan, dan bentrok dengan pihak berwenang.

"Kami pernah ke Puerto Vallarta sebelumnya, dan mengira ini akan menjadi tempat yang tepat untuk liburan yang singkat dan mudah ke pantai," ujar Adryan.

Turis Amerika lainnya bernama Jim Beck menuturkan saat ia keluar dari hotel di Puerto Vallarta pada pagi hari untuk sarapan, ia melihat taksi-taksi meledak dan menghalangi jalan.

"Lalu seketika itu juga, semua orang berlarian di jalan, berteriak -teriak dan mereka menyuruh semua orang untuk kembali ke hotel masing-masing," kata Beck.

Turis lainnya bernama Mari mengatakan bahwa anggota keluarnya yang masih muda, telah berlindung di rumah sewa.

"Kami punya dua anak kecil, dan ini benar-benar menakutkan. Seluruh teluk tertutup api, selama berjam-jam, hanya ada kepulan asap yang melayang, kamu tidak bisa melihat apapun di seberang sana," kata Mari.

Sementara itu, turis AS bernama Travis Dagenais awalnya mengira bahwa suara keras yang terdengar dari luar ialah suara pekerjaan konstruksi.

"Kami bangun pagi ini dan mendapati banyak hal yang saya kira adalah pembongkaran bangunan," ujar Travis.

Ia menuturkan, butuh beberapa waktu baginya untuk memahami apa yang sedang terjadi. Ia membaca pemberitaan di media sosial, lalu melihat kerusuhan yang terjadi di luar dari balkonnya.

"Saya dapat melihat secara langsung, bahkan terlalu jelas, beberapa taktik dan beberapa mobil yang dibakar, beberapa penjarahan yang terjadi di toko-toko dan bangunan lokal diserang," tuturnya.

Kata Travis, kawasan kota saat ini dipenuhi bau seperti bau karet terbakar. Ia juga mengatakan, saat ini ia dan turis lainnya dilanda ketidakpastian.

Sebab, tidak ada kepastian sampai kapan fase karantina ini akan berlangsung, belum ada informasi berapa lama bandara tidak beroperasi. Ia juga mempertanyakan jalan keluar dari situasi ini.

Travis menuturkan, sebagian besar turis lainnya hanya bisa sabar dan memahami hal-hal yang berada di luar kendali mereka.

"Saya sangat berharap semua orang di kota ini, semua orang di negara ini, dapat merasakan kehidupan normal dan dapat merasakan tingkat keamanan tertentu setelah ini," ujar Travis.

Sementara itu, turis AS bernama Priscilla mengatakan dirinya sempat terpisah dengan putranya karena situasi yang memanas.

Priscilla menuturkan, putranya bermalam di rumah sepupu yang berada sekitar 20 menit dari hotel mereka. Ia tidak bisa menjemput putranya karena situasi yang tidak kondusif.

Priscilla menuturkan, ia melihat beberapa kendaraan dibakar oleh anggota kartel yang diduga berada di dekat sana, jalanan yang kosong, dan hanya suara ambulan yang terdengar.

"Saya sudah berkunjung ke Meksiko sepanjang hidup saya, sejak saya masih kecil, dan saya belum pernah mendapati hal seperti ini," katanya.

Untuk diketahui, Nemesio “El Mencho” Oseguera Cervantes merupakan pemimpin lama Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), salah satu organisasi kriminal paling berpengaruh dan ditakuti di Meksiko.

Ia tewas dalam operasi militer terarah di kota Tapalpa, negara bagian Jalisco pada Minggu (22/2/2026). 

Dalam operasi tersebut, El Mencho dilaporkan mengalami luka parah akibat baku tembak antara pengawal pribadinya dan pasukan komando militer yang dikerahkan untuk menangkapnya.

Ia pun meninggal dunia saat dievakuasi dari Tapalpa menuju ibu kota, Mexico City.

Hanya beberapa jam setelah kabar kematiannya diumumkan, anggota kartel yang diduga berafiliasi dengannya melancarkan aksi yang dikenal sebagai narcobloqueos atau blokade jalan oleh kelompok kriminal.

Mereka membajak dan membakar bus, truk, serta merusak sejumlah bangunan usaha di wilayah Jalisco dan daerah sekitarnya.

Tag:  #cerita #turis #terjebak #kerusuhan #meksiko #boleh #keluar #resor #hingga #bisa #pulang

KOMENTAR