Harga Emas Dunia Turun 1 Persen Usai Reli 4 Hari, Ditekan Penguatan Dollar
Harga emas melemah pada Selasa (24/2/2026) setelah melonjak lebih dari 2 persen pada sesi sebelumnya.
Aksi ambil untung dan penguatan dollar Amerika Serikat menekan pergerakan logam mulia.
Emas spot turun 1 persen menjadi 5.179,77 dollar Amerika Serikat per ounce atau sekitar Rp 87,14 juta per ounce pada pukul 07.35 GMT. 1 ounce setara dengan 28,35 gram.
Penurunan ini mengakhiri reli empat hari beruntun. Sehari sebelumnya, harga sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari tiga pekan.
Baca juga: Harga Emas Melonjak, JP Morgan Ingatkan Potensi Koreksi
Emas berjangka Amerika Serikat pengiriman April turun 0,5 persen menjadi 5.199,40 dollar Amerika Serikat per ounce atau sekitar Rp 87,47 juta per ounce.
“Jelas, kita mengalami reli yang signifikan (pada emas) kemarin. Kita mengalami sedikit penyesuaian di sini, dan saya pikir perlu dicatat bahwa kita tidak melihat kepanikan yang kita lihat di Wall Street meluas ke pasar Asia,” kata Kepala Makro Global Tastylive Ilya Spivak.
Pasar saham Asia bergerak stabil setelah pembukaan yang goyah.
Aksi jual saham terkait kecerdasan buatan atau artificial intelligence di Wall Street sebelumnya mengguncang sentimen investor.
Kekhawatiran atas kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan ketegangan geopolitik turut memengaruhi pasar.
Dollar Amerika Serikat menguat tipis. Penguatan ini membuat emas yang diperdagangkan dalam dollar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
Baca juga: Investasi Emas Digital: Ini yang Harus Dipahami Investor Pemula
Trump pada Senin memperingatkan negara agar tidak menarik diri dari kesepakatan dagang baru dengan Amerika Serikat.
Peringatan disampaikan setelah Mahkamah Agung membatalkan tarif darurat yang sebelumnya diberlakukan. Trump menyebut negara yang mundur akan dikenai bea masuk lebih tinggi melalui undang undang perdagangan lain.
Dari sisi kebijakan moneter, Gubernur Federal Reserve Christopher Waller menyatakan terbuka untuk mempertahankan suku bunga pada rapat Maret.
Keputusan bergantung pada data ketenagakerjaan Februari. Ia menilai suku bunga dapat tetap jika pasar tenaga kerja beralih ke pijakan lebih solid setelah kinerja lemah pada 2025.
Berdasarkan FedWatch Tool milik CME Group, pasar memperkirakan tiga kali pemangkasan suku bunga masing masing 25 basis poin sepanjang tahun ini.
Untuk logam lain, harga perak spot stabil di 88,19 dollar Amerika Serikat per ounce atau sekitar Rp 1,48 juta setelah pada Senin menyentuh level tertinggi dalam lebih dari dua pekan.
Platinum naik 0,1 persen menjadi 2.154,97 dollar Amerika Serikat per ounce atau sekitar Rp 36,25 juta. Paladium menguat 0,4 persen menjadi 1.750,14 dollar Amerika Serikat per ounce atau sekitar Rp 29,45 juta.
Tag: #harga #emas #dunia #turun #persen #usai #reli #hari #ditekan #penguatan #dollar