Kematian El Mencho, Awal dari Perang Kartel Brutal di Meksiko
Petugas memadamkan api di truk yang dibakar kelompok kriminal sebagai balasan tewasnya bos kartel narkoba Jalisco, Nemesio El Mencho Oseguera, di salah satu jalan utama di Zapopan, Negara Bagian Jalisco, Meksiko, Minggu (22/2/2026).(AFP/ULISES RUIZ)
15:00
24 Februari 2026

Kematian El Mencho, Awal dari Perang Kartel Brutal di Meksiko

- Kematian bos Kartel Generasi Baru Jalisco atau Cartel de Jalisco Nueva Generacion (CJNG), Nemesio Oseguera atau yang akrab dikenal sebagai El Mencho, diprediksi akan memicu gelombang kekerasan baru di Meksiko. 

Sejumlah analis memperingatkan adanya potensi perang perebutan wilayah yang brutal di tengah kondisi kartel-kartel besar yang sedang tidak stabil.

Kematian El Mencho dsendiri juga terjadi saat rival utama CJNG, Kartel Sinaloa, juga tengah didera perpecahan internal. 

Kondisi ini dikhawatirkan akan memperluas eskalasi konflik antargeng narkoba di berbagai wilayah Meksiko, sebagaimana dilansir CNN, Senin (23/2/2026).

Baca juga: Daftar Bos Kartel Meksiko yang Terbunuh dan Ditangkap sejak 2009, Terbaru El Mencho

Krisis suksesi di tubuh CJNG

Selama ini, El Mencho memegang kendali absolut atas CJNG, kartel yang dijuluki Pemerintah Amerika Serikat (AS) sebagai salah satu dari lima organisasi kriminal paling berbahaya di dunia

Oleh karenanya, kematiannya meninggalkan lubang besar dalam struktur kepemimpinan organisasi kejahatan tersebut.

Pakar keamanan yang berbasis di Mexico City, David Saucedo, menilai bahwa garis suksesi di tubuh Kartel Jalisco kini telah terputus. 

Hal ini dikarenakan anggota keluarga inti El Mencho sebagian besar berada di balik jeruji besi.

Putranya, Ruben Oseguera, sedang menjalani hukuman di AS setelah diekstradisi pada 2020. 

Baca juga: Meksiko Ricuh Besar Usai Bos Kartel Tewas, Masih Layakkah Gelar Piala Dunia?

Sementara itu, istrinya ditangkap di Meksiko pada 2021 atas tuduhan pencucian uang. Dua saudara laki-lakinya juga mendekam di penjara Meksiko.

"Garis suksesi Kartel Jalisco telah hancur," ujar Saucedo. 

Menurutnya, saat ini hanya tersisa satu saudara laki-laki dan seorang anak tiri. Namun, mereka masih kurang berpengaruh di antara komandan kartel lainnya.

Saucedo menambahkan bahwa ada empat komandan CJNG yang kemungkinan besar akan memperebutkan takhta kepemimpinan. 

"Mereka mungkin akan memasuki perang suksesi untuk menentukan kontrol kartel, meskipun transisi melalui negosiasi juga memungkinkan," papar Saucedo.

Baca juga: Anak Buah El Mencho Makin Rusuh, 73 Orang Tewas, Ribuan Tentara Meksiko Dikerahkan

Persaingan dengan Kartel Sinaloa

Aparat keamanan berjaga di dekat bus yang terbakar setelah bentrok antara pasukan pemerintah dengan kartel narkoba setelah tewasnya bos kartel Jalisco, Nemesio El Mencho Oseguera, di Zapopan, Negara Bagian Jalisco, Meksiko, Minggu (22/2/2026).AFP/ULISES RUIZ Aparat keamanan berjaga di dekat bus yang terbakar setelah bentrok antara pasukan pemerintah dengan kartel narkoba setelah tewasnya bos kartel Jalisco, Nemesio El Mencho Oseguera, di Zapopan, Negara Bagian Jalisco, Meksiko, Minggu (22/2/2026).

Selama bertahun-tahun, CJNG dan Kartel Sinaloa telah bertempur sengit demi menguasai pasar narkoba ilegal di AS, mulai dari kokain, heroin, hingga fentanil. 

Tak hanya narkoba, kedua kelompok ini juga bersaing ketat dalam bisnis penyelundupan migran ilegal ke wilayah utara.

Menurut data dari InSightCrime, persaingan kedua kelompok ini mencakup beberapa negara bagian, terutama di rute-rute strategis. 

Salah satu titik panas adalah Mexicali, ibu kota Baja California yang berbatasan langsung dengan AS. 

Sesaat setelah kabar kematian El Mencho beredar, blokade di jalan mulai bermunculan di wilayah tersebut.

Selain itu, konflik juga terjadi di negara bagian Chiapas yang berbatasan dengan Guatemala, di mana kedua kartel memperebutkan kendali atas penyelundupan migran.

Baca juga: Gegara Kekasih, Bos Kartel Meksiko El Mencho Terlacak dan Berakhir Tewas

Ancaman narco-terrorism

Kematian El Mencho tidak hanya memicu perang antar-faksi, tetapi juga ancaman langsung terhadap stabilitas negara. 

Sejumlah analis mengkhawatirkan CJNG atau faksi-faksi pecahannya akan menggunakan taktik terorisme narkoba atau narco-terrorism seperti yang pernah dilakukan Pablo Escobar di Kolombia pada era 1980-an.

Indikasi ke arah sana sudah mulai terlihat. 

Saucedo menyoroti respons kekerasan dari anggota CJNG baru-baru ini yang meliputi aksi blokade jalan dan pembakaran toko-toko kelontong di berbagai penjuru Meksiko.

"Untuk saat ini, tampaknya semua komandan utama CJNG bersatu untuk melancarkan serangan terhadap negara Meksiko," kata Saucedo. 

Tujuannya, menurut dia, adalah untuk melumpuhkan aktivitas ekonomi dan menjatuhkan citra pemerintah di mata nasional maupun internasional.

Bahkan, skenario perang total melawan negara dianggap sebagai kemungkinan yang nyata, mengingat rekam jejak CJNG yang pernah mencoba membunuh Sekretaris Keamanan Publik Omar Garcia Harfuch beberapa tahun lalu.

Baca juga: Satgas Militer AS di Balik Tewasnya El Mencho, Bos Kartel Paling Diburu di Meksiko

Respons Meksiko dan AS

Di tengah kekacauan ini, pemerintah Meksiko menghadapi dilema. 

Di satu sisi, pertempuran melawan kartel berisiko memicu balasan yang lebih kejam terhadap aparat keamanan dan warga sipil. 

Di sisi lain, kematian El Mencho dianggap sebagai peluang untuk terus menekan organisasi kriminal tersebut melalui operasi yang presisi.

Saat ini, pasukan keamanan Meksiko tengah dikerahkan sepenuhnya untuk memulihkan ketertiban setelah anggota CJNG memblokade jalanan dan menyerang properti komersial di beberapa negara bagian.

Menanggapi situasi ini, Wakil Menteri Luar Negeri AS Christopher Landau memberikan peringatan melalui media sosial X.

"Tidak mengejutkan jika orang-orang jahat ini merespons dengan teror. Namun, kita tidak boleh kehilangan keberanian," tegas Landau.

Baca juga: Bos Kartel Narkoba El Mencho Tewas, Presiden Meksiko Pastikan Kondisi Mulai Kondusif

Tag:  #kematian #mencho #awal #dari #perang #kartel #brutal #meksiko

KOMENTAR