Menjelajah Etiopia, dari Kopi Legendaris hingga Jejak Spiritual
Tahun 2026 menandai perubahan penting dalam cara orang memaknai liburan. Setelah bertahun-tahun pariwisata didominasi oleh destinasi populer dan perjalanan serba cepat, tren global kini bergerak ke arah yang lebih reflektif.
Wisata tidak lagi semata tentang berpindah tempat, tetapi tentang mengalami, merasakan, dan memahami. Perjalanan dinilai berhasil bukan dari jumlah kota yang disinggahi, melainkan dari cerita, nilai, dan ketenangan yang dibawa
Di titik inilah sejumlah wilayah yang sebelumnya luput dari radar wisata massal mulai mendapat perhatian. Salah satunya Ethiopia, sebuah negara di Afrika Timur dengan sejarah panjang dan lanskap alam yang luar biasa indah.
Baca juga: Tiga Danau Berbeda Warna di Etiopia Berasal dari Satu Sumber yang Sama
Negara Tua dengan Cerita yang Baru Ditemukan
Ethiopia bukan negara biasa. Ia dikenal sebagai salah satu peradaban tertua di dunia, memiliki sejarah ribuan tahun, dan tidak pernah dijajah secara penuh.
Namun, bagi banyak wisatawan Indonesia, Ethiopia masih terdengar asing. Padahal, Ethiopia menyimpan kekayaan pengalaman yang sejalan dengan tren wisata bermakna.
Ibu kotanya, Addis Ababa, menjadi pintu masuk utama untuk mengenal wajah Ethiopia hari ini. Kota ini berdiri di dataran tinggi dengan suhu yang relatif sejuk, berkisar antara belasan hingga awal dua puluhan derajat Celsius sepanjang tahun.
Addis Ababa bukan hanya pusat pemerintahan dan ekonomi, tetapi juga simpul budaya, sejarah, dan spiritualitas. Masjid, gereja kuno, museum nasional, pasar tradisional, hingga kafe kopi khas Ethiopia hidup berdampingan dalam satu kota.
Bagi wisatawan muslim, Addis Ababa dikenal ramah, di mana makanan halal mudah ditemukan, komunitas muslim cukup besar, serta suasana kota yang toleran dan terbuka.
Baca juga: Ini Panduan Berwisata ke Etiopia
Penikmat kopi selalu disuguhi uap harum kopi di Etiopia.
Kopi Ethiopia dan Kuliner Legendaris yang Menjadi Bagian Perjalanan
Tak lengkap membicarakan Ethiopia tanpa menyinggung kopi. Negeri ini dikenal sebagai tempat kelahiran kopi Arabika, dan di Addis Ababa, kopi bukan sekadar minuman, melainkan bagian dari kehidupan sehari-hari.
Tradisi coffee ceremony masih dijaga hingga kini, menghadirkan proses menyeduh kopi yang perlahan, penuh ritual, dan sarat makna kebersamaan.
Biji kopi disangrai di tempat, ditumbuk, lalu diseduh sambil berbincang, sebuah pengalaman sederhana yang memberi ruang untuk berhenti sejenak dan menikmati waktu.
Cita rasa kopi Ethiopia dikenal kompleks: asam yang bersih, aroma floral, dengan karakter yang ringan namun berlapis.
Tak heran jika kopi dari Ethiopia menjadi salah satu yang paling dihargai di dunia. Menikmati secangkir kopi di Addis Ababa bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang memahami akar budaya yang telah hidup selama ratusan tahun.
Baca juga: Harum Kemenyan Kopi Etiopia...
Kopi etiopia siap disajikan di kopi seremoni.
Selain kopi, pengalaman kuliner Ethiopia juga menjadi bagian penting dari perjalanan. Hidangan paling ikonik adalah injera, roti pipih bertekstur lembut yang terbuat dari tepung teff, disajikan sebagai alas berbagai lauk.
Aneka olahan daging, sayuran berbumbu rempah khas, hingga saus pedas aromatik disantap bersama-sama di satu nampan besar. Cara makan yang komunal ini menciptakan suasana akrab dan hangat, mencerminkan nilai kebersamaan dalam budaya Ethiopia.
Bagi wisatawan muslim, pilihan makanan halal relatif mudah ditemukan, terutama di Addis Ababa. Banyak hidangan berbasis daging dan sayuran yang dimasak dengan cara tradisional tanpa campuran bahan yang bertentangan, sehingga tetap nyaman dinikmati.
Kuliner Ethiopia pun menjadi medium lain untuk mengenal budaya lokal, tenang, bersahaja, dan penuh cerita.
Baca juga: Cara Mengajukan Visa ke Dubai, Lengkap dengan Biayanya
Launching HabasyGo
Ekspolarasi keindahan alam sebelum ke Tanah Suci
Dalam beberapa tahun terakhir, Addis Ababa juga mulai dikenal sebagai salah satu titik transit strategis dalam perjalanan haji dan umrah.
Letaknya yang menghubungkan Afrika, Timur Tengah, dan Asia menjadikannya simpul penerbangan penting. Namun, yang menarik, kota ini tidak lagi sekadar tempat singgah singkat.
Konsep perjalanan yang menggabungkan ibadah umrah dengan eksplorasi budaya Ethiopia mulai berkembang.
Wisatawan tidak hanya berhenti untuk berganti pesawat, tetapi juga memanfaatkan waktu untuk mengenal kota, sejarah Islam di Ethiopia, serta kehidupan masyarakat lokal.
Jejak Habasyah sebagai wilayah penting dalam sejarah Islam menjadikan perjalanan ini memiliki dimensi spiritual yang lebih dalam. Ditambah dengan biaya hidup yang relatif terjangkau, Ethiopia menawarkan alternatif perjalanan yang lebih ramah di kantong dibanding banyak destinasi lain. Termasuk soal keamanan yang kian pasti.
Baca juga: Wisata Keluarga Jadi Fokus Dubai 2026, Ini Destinasi dan Daya Tariknya
Di tengah tren wisata 2026 yang semakin menekankan pengalaman dan makna, aspek keamanan dan kenyamanan justru menjadi fondasi utama yang menentukan kualitas sebuah perjalanan.
Kepastian tiket penerbangan, kejelasan rute perjalanan, pendampingan selama eksplorasi destinasi, hingga kesiapan saat kembali pulang menjadi satu rangkaian yang menentukan kualitas perjalanan.
Terlebih untuk perjalanan yang memadukan unsur spiritual dan eksploratif, sistem perjalanan yang rapi menjadi kunci agar fokus tetap terjaga.
Karena itu, kebutuhan akan solusi perjalanan yang terintegrasi semakin relevan di tengah perubahan pola wisata global.
Menjawab kebutuhan tersebut, HabasyGo hadir dengan pendekatan berbeda. Mengusung konsep A New Way to Go, HabasyGo memandang perjalanan bukan sekadar perpindahan dari satu titik ke titik lain, melainkan rangkaian pengalaman yang saling
terhubung dari awal hingga akhir.
“HabasyGo lahir dari pemahaman bahwa setiap perjalanan membutuhkan perencanaan yang matang, kolaborasi yang kuat, dan eksekusi yang profesional. Kami ingin menghadirkan pengalaman perjalanan yang baru, lebih nyaman, dan terukur bagi para konsumen,” ujar Prasetyo Adhi G, Chief Executive Officer HabasyGo, beberapa waktu lalu.
HabasyGo menawarkan solusi perjalanan end-to-end, mulai dari tahap perencanaan, keberangkatan, eksplorasi destinasi, hingga kepulangan.
Kolaborasi resmi dengan Ethiopian Airlines memberikan kepastian ketersediaan tiket, harga yang kompetitif, serta konektivitas penerbangan yang efisien. Aspek ini menjadi fondasi penting dalam membangun rasa aman sejak awal perjalanan.
Lebih dari itu, HabasyGo mengembangkan konsep perjalanan umrah yang diperkaya dengan city tour Addis Ababa.
Pendekatan ini memungkinkan perjalanan ibadah berjalan berdampingan dengan eksplorasi budaya dan sejarah, tanpa mengurangi kekhusyukan. Setiap rute dirancang agar nyaman, terukur, dan selaras dengan kebutuhan wisatawan muslim.
Dengan dukungan mitra perjalanan umrah dan haji yang berpengalaman, HabasyGo memastikan aspek operasional berjalan profesional, mulai dari akomodasi, transportasi lokal, hingga pendampingan selama berada di destinasi.
Tag: #menjelajah #etiopia #dari #kopi #legendaris #hingga #jejak #spiritual