3 Negara Eropa Paling Rawan Pencurian Turis
Liburan semestinya meninggalkan kenangan menyenangkan, mulai dari mencicipi kuliner lokal hingga menjelajah situs bersejarah.
Namun, bagi sebagian wisatawan, perjalanan justru berubah menjadi pengalaman kurang mengenakkan akibat pencurian.
Menurut studi, pencurian sendiri menjadi kejahatan yang paling sering menimpa wisatawan, melansir Travel + Leisure, Kamis (12/2/2026).
Studi memetakan destinasi wisata di Eropa yang paling rawan pencurian, berdasarkan data kriminal lokal, mulai dari pembobolan rumah, pencurian kendaraan, hingga kasus penjambretan dan copet.
Baca juga: Mengapa Kereta Api Tidak Menggunakan Sabuk Pengaman?
Inggris jadi destinasi wisata paling rawan pencurian
Berdasarkan laporan yang dirilis perusahaan perdagangan Atmos pada Desember 2025, Inggris menempati posisi teratas sebagai destinasi wisata paling rawan pencurian di Eropa.
Dalam laporannya, Atmos mencatat sekitar 254.000 kasus pembobolan rumah setiap tahun, yang berarti pencurian terjadi hampir setiap dua menit.
Wisatawan yang menyewa kendaraan juga perlu waspada, mengingat terdapat 364.000 kasus pencurian mobil per tahun. Selain itu, kasus pencopetan di area ramai juga tinggi, dengan sekitar 121.000 laporan setiap tahun.
Prancis dan Denmark menyusul
Di posisi kedua, Prancis mencatat sekitar 63.000 kasus perampokan per tahun. Banyak di antaranya terjadi di sekitar hotel mewah dan kawasan belanja kelas atas.
Wisatawan yang mengenakan barang bermerek atau perhiasan mencolok dinilai lebih berisiko, mengingat terdapat sekitar 126.000 kasus pencopetan setiap tahun.
Baca juga: Cara Daftar Mudik Gratis KAI 2026 via Access by KAI
Sementara itu, Denmark berada di urutan ketiga. Meski ukurannya relatif kecil, negara ini mencatat sekitar 23.000 kasus pembobolan properti per tahun.
Selain itu, hampir 160.000 orang melaporkan kehilangan barang setiap tahunnya, angka yang tergolong tinggi dibanding negara Eropa lain.
Negara ini disebut paling aman bagi wisatawan
Di sisi lain, laporan yang sama menyebut Latvia sebagai salah satu destinasi paling aman di Eropa. Negara ini hanya mencatat sekitar 700 kasus pencurian per tahun, terendah dalam daftar yang dianalisis.
Meski demikian, peneliti menegaskan bahwa data tersebut tidak dimaksudkan untuk menakuti wisatawan. Sebagai perbandingan, Amerika Serikat saja mencatat lebih dari 839.000 kasus pembobolan rumah sepanjang 2024.