Tren Cincin Kawin 2026, Konsep ''Stacking'' hingga Desain Dimensional
Harga emas perhiasan melonjak tajam sepanjang 2025 dan menjadi penentu utama inflasi nasional versi BPS.(KOMPAS.com/SUCI RAHAYU)
11:50
15 Februari 2026

Tren Cincin Kawin 2026, Konsep ''Stacking'' hingga Desain Dimensional

Cincin pernikahan bukan sekadar aksesori pelengkap saat hari bahagia tiba.
Perhiasan ini merupakan simbol komitmen yang akan dipakai setiap hari, bahkan seumur hidup, sehingga perkembangannya selalu menarik untuk disimak.

Sebagian pasangan lebih mengutamakan makna dan simbol, sehingga tidak peduli dengan materialnya, sementara ada yang sangat memperhatikan model dan warna yang sedang naik daun agar terlihat kekinian.

Berikut hal-hal yang diprediksi bakal menjadi tren cincin pernikahan tahun ini, Minggu (15/2/2026).

Baca juga: Kapan Waktu yang Tepat Mencari Cincin Pernikahan?

1. Stacking atau cincin bertumpuk

Menurut R&D Manager Adelle Jewellery, Melissa Surya, hal yang semakin menonjol dalam industri perhiasan adalah konsep layering cincin, yang juga dikenal dengan istilah stacking.

Stacking tidak hanya dilakukan pada, gelang, dan kalung, tetapi juga cincin. Konsep ini sudah ramai beberapa tahun belakangan, tetapi penerapannya pada cincin pernikahan diprediksi bakal melonjak tahun ini.

“Pasangan, terutama pengantin perempuan, semakin menyukai konsep layering ring, yang mana cincin tunangan dan pernikahan dirancang untuk bisa dipakai bersamaan secara harmonis,” jelas Melissa, Kamis (12/2/2026).

Bahkan, banyak pasangan yang sudah memikirkan kemungkinan menambahkan cincin anniversary di masa mendatang.

Dengan begitu, cincin pernikahan tidak lagi berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari perjalanan yang terus bertambah seiring waktu.

Menurut Melissa, konsep ini menunjukkan adanya pergeseran cara pandang, yaitu cincin pernikahan bukan lagi satu perhiasan tunggal, tetapi koleksi yang berkembang bersama usia pernikahan.

Cincin kawin merupakan wujud nyata dari komitmen dan cinta abadi dari pasangan yang baru saja menikah.dok. Freepik Cincin kawin merupakan wujud nyata dari komitmen dan cinta abadi dari pasangan yang baru saja menikah.

2. Desain yang semakin dimensional

Selain layering, desain cincin juga semakin dimensional. Model yang flat atau konvensional mulai bergeser ke arah sculptural dengan detail tekstur halus.

“Desain cincin pernikahan saat ini lebih memiliki dimensi dan karakter,” kata Melissa.

Siluet yang tegas dengan permainan tekstur, memberi kedalaman visual dan kesan modern. Ia mencontohkan koleksi Align dari pihaknya, yang mengedepankan struktur presisi dan susunan berlian yang rapi.

Baca juga: Stephanie Poetri Menikah Tanpa Cincin Kawin, Kenapa?

Contoh lainnya adalah koleksi Kekaseh dari The Palace, yang berkolaborasi dengan desainer Anne Avantie, dan terdiri dari enam pasang model, di antaranya Parang Kusumo dan Sekar Jagad. Masing-masing memiliki motif yang sesuai dengan namanya.

“Tren ini memperlihatkan bahwa pasangan kini lebih berani memilih desain yang memiliki statement secara bentuk, bukan sekadar polos klasik,” terang Melissa.

3. Ada berliannya

Tren ketiga adalah meningkatnya minat pada cincin pernikahan dengan berlian yang lebih dominan.

Jika sebelumnya berlian pada cincin nikah cenderung menjadi aksen kecil, kini banyak calon pengantin wanita memilih tampilan cincin yang lebih berani.

“Cincin pernikahan dengan tampilan berlian yang bukan hanya aksen kecil, tetapi benar-benar menjadi pusat perhatian,” ungkap Melissa.

“Ini menunjukkan pergeseran pola pikir bahwa cincin pernikahan bukan hanya simbol, tetapi juga self-expression,” lanjut dia.

4. Lebih berani dalam memilih warna

Dari sisi warna, dahulu lebih banyak calon pengantin yang memilih cincin pernikahan emas kuning.

Kini menurut Area Manager The Palace Jeweler, Ferdy Felano, penggunaan warnanya semakin beragam karena pilihannya juga beragam.

“Sebenarnya balik lagi ke preferensi masing-masing. Cuma memang (saat ini) ada warna putih dan rose gold (selain kuning),” kata dia.

Rata-rata, produsen perhiasan menjual cincin emas berwarna kuning, putih, maupun rose gold, dengan harga yang sama, karena dibuat dari kadar emas yang sama, misalnya 18 karat.

Lantaran harga tidak dibedakan berdasarkan warna emas, pasangan lebih bebas menentukan pilihan sesuai selera.

Apakah cincin tunangan dan pernikahan berbeda?

Selain tren desain dan warna cincin pernikahan, pertanyaan klasik yang sering muncul adalah apakah cincin untuk dua momen penting tersebut sebaiknya sama atau berbeda.

Melissa menegaskan bahwa tidak ada aturan baku. Semuanya kembali pada preferensi setiap pasangan.

Banyak pasangan tetap memakai cincin lamaran saat resepsi karena dianggap sebagai bagian dari awal perjalanan cinta sampai ke pelaminan.

Namun, ada juga pasangan yang memilih cincin tunangan dan pernikahan yang berbeda. Ferdy mengungkapkan, perbedaan ini dipengaruhi oleh budaya.

“Kalau model kita ke arah barat, cincin tunangan beda sama cincin pernikahan,” ucap dia.

Di Indonesia, tradisi bisa berbeda. Penggunaan cincin hanya satu karena bisa berpindah tangan dari kiri saat tunangan, ke kanan saat menikah.

“Jadi tergantung. Kalau mau ikut internasional, cincin tunangan dan pernikahan beda. Kalau Indonesia, ada beberapa yang sama, cincin di jari manis kiri pindah ke jari manis kanan,” pungkas Ferdy.

Baca juga: Catat, Ini Panduan Memilih Perhiasan di Tengah Kenaikan Harga Emas

Tag:  #tren #cincin #kawin #2026 #konsep #stacking #hingga #desain #dimensional

KOMENTAR