Kepala BGN Ungkap Efek Domino Program MBG, Penjualan Motor Tembus 4,9 Juta Unit Sepanjang 2025
– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah disebut tak hanya berdampak pada perbaikan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga memicu efek berganda terhadap perekonomian nasional. Salah satunya terlihat dari lonjakan penjualan kendaraan bermotor sepanjang 2025.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan, program MBG turut mendorong pertumbuhan di berbagai sektor, mulai dari pertanian, peternakan, hingga industri otomotif.
"Ternyata program MBG tidak hanya menyasar produk-produk pertanian untuk menjadi bahan baku, tapi juga berdampak terhadap ekonomi lain," ujar Dadan dalam acara Indonesia Economic Outlook di Jakarta, dikutip Minggu (15/2).
Ia membeberkan, berdasarkan data dari salah satu agen tunggal pemegang merek, penjualan sepeda motor pada 2025 mencapai 4,9 juta unit. Angka tersebut, kata dia, berkorelasi dengan masifnya pertumbuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.
Dadan mencontohkan, data dari Astra Honda Motor menunjukkan penjualan sepeda motor menembus 4,9 juta unit pada 2025. Kenaikan itu disebut terdorong oleh meningkatnya daya beli pegawai SPPG.
"Kenapa? Karena saya dapat laporan di SPPG itu, pegawainya sekarang 60 persen beli motor," terangnya.
Ia menjelaskan, rata-rata satu SPPG mempekerjakan sekitar 50 orang. Jika 60 persen di antaranya membeli sepeda motor, maka sekitar 30 orang per unit layanan menjadi konsumen baru kendaraan roda dua.
"Jadi kalau ada 50 orang, kali 60 persen artinya 30 orang beli motor, sehingga penjualan motornya naik," paparnya.
Tak hanya roda dua, sektor otomotif roda empat juga ikut terdampak. Dadan menyebut, setiap unit pelayanan MBG membutuhkan dua mobil untuk operasional. Dengan jumlah SPPG yang telah mencapai 23.000 unit, kebutuhan kendaraan operasional diperkirakan menembus 46.000 unit.
"Kemudian juga berdampak terhadap salah satu merek mobil yang sedang beredar di masyarakat dan itu populer, yang selama ini mungkin tidak laku. Karena satu SPPG butuh dua mobil. Kalau sekarang sudah ada 23.000 SPPG, itu artinya dibutuhkan 46.000 mobil jenis itu, dan sekarang termasuk mobil yang sulit dicari," bebernya.
Efek berantai MBG juga terasa di sektor pangan dan pertanian. Petani hidroponik disebut mengalami lonjakan omzet hingga 100 persen. Permintaan bahan baku untuk kebutuhan dapur MBG membuat produksi meningkat signifikan.
"Petani hidroponik senang, karena naik omzetnya 100 persen," tutur Dadan.
Pelaku usaha kecil pun merasakan dampak positif. Ia mencontohkan, produsen tahu yang sebelumnya hampir bangkrut kini kembali bangkit karena permintaan meningkat.
Di sektor peternakan, kebutuhan susu untuk MBG mendorong ekspansi produksi. Peternak di Boyolali dan Bandung kini mulai memproduksi susu pasteurisasi serta membangun fasilitas penyimpanan dingin guna menunjang distribusi.
Menurut Dadan, satu SPPG setiap hari membutuhkan sekitar 450 liter susu. Dengan jumlah ribuan unit layanan, kebutuhan tersebut menciptakan pasar baru yang stabil bagi peternak.
"Ada juga sekarang pabrik-pabrik susu atau peternak susu di Boyolali, di Bandung, sudah membuat susu pasteurisasi, dan juga mereka sudah membuat satu cold storage yang bisa memasok kebutuhan susu," pungkasnya.
Tag: #kepala #bgnungkap #efek #domino #program #penjualan #motor #tembus #juta #unit #sepanjang #2025