China Larang Warganya Liburan ke Jepang, Batalkan 49 Rute Penerbangan
Ilustrasi Kuil Fushimi Inari Taisha di Kyoto, Jepang.(Dok. Unsplash/Luna Kay)
14:56
28 Januari 2026

China Larang Warganya Liburan ke Jepang, Batalkan 49 Rute Penerbangan

China dilaporkan membatalkan seluruh penerbangan pada 49 rute utama antara daratan China dan Jepang sepanjang Februari 2026, tepat menjelang periode libur Tahun Baru Imlek yang biasanya menjadi puncak arus perjalanan internasional.

Kebijakan tersebut dilaporkan oleh media internasional Travel And Tour World, yang menyebut langkah ini sebagai gangguan besar terhadap jaringan penerbangan Asia Timur serta rencana perjalanan wisatawan dan pelaku bisnis lintas negara.

Menurut laporan tersebut, seluruh penerbangan pada rute-rute yang menghubungkan kota-kota besar di China, seperti Beijing, Shanghai, Guangzhou, dan Shenzhen, dengan sejumlah bandara utama di Jepang, termasuk Tokyo, Osaka, dan Nagoya, tidak lagi tercantum dalam jadwal penerbangan bulan Februari 2026.

Baca juga: 500.000 Tiket Batal, Ketegangan China–Jepang Guncang Wisata Negeri Sakura

Padahal, periode tersebut biasanya menjadi salah satu musim tersibuk dalam kalender penerbangan, karena seiring meningkatnya mobilitas masyarakat China untuk berlibur dan mengunjungi keluarga saat perayaan Imlek.

Pembatalan ini merupakan kelanjutan dari pengurangan penerbangan yang telah terjadi sebelumnya, namun kali ini dilakukan secara menyeluruh dengan menghapus seluruh rute aktif antara kedua negara selama satu bulan penuh.

Media tersebut juga menyoroti bahwa langkah ini tidak terlepas dari ketegangan hubungan diplomatik antara China dan Jepang, yang berdampak langsung pada kebijakan penerbangan dan perjalanan lintas negara.

Situasi geopolitik disebut turut memengaruhi keputusan maskapai dan otoritas penerbangan dalam menentukan operasional rute internasional.

Akibat pembatalan tersebut, ribuan penumpang dilaporkan harus mengubah rencana perjalanan mereka.

Baca juga: Festival Es Terbesar Dunia Kembali Digelar di Harbin, China 

Sejumlah maskapai besar China, seperti Air China, China Eastern Airlines, dan China Southern Airlines, disebut memberikan opsi pengembalian dana atau penjadwalan ulang penerbangan bagi penumpang yang terdampak.

Dari sisi pariwisata, pembatalan 49 rute penerbangan ini diperkirakan memberikan tekanan tambahan bagi industri wisata Jepang, mengingat wisatawan asal China selama ini menjadi salah satu kontributor utama kunjungan internasional, khususnya saat libur Imlek.

Travel And Tour World menilai, pembatalan penerbangan dalam skala besar menjelang musim liburan tidak hanya berdampak pada sektor penerbangan, tetapi juga berpotensi memengaruhi sektor perhotelan, ritel, dan jasa pariwisata di kedua negara.

Baca juga: Orang Jepang Suka Berendam di Onsen, Ternyata Ini Alasan di Baliknya

Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai kemungkinan pemulihan rute-rute tersebut setelah Februari 2026.

Namun, situasi ini menjadi sorotan internasional karena terjadi di tengah momentum liburan besar yang biasanya mendorong peningkatan perjalanan lintas negara.

Tag:  #china #larang #warganya #liburan #jepang #batalkan #rute #penerbangan

KOMENTAR