Menhub Tegaskan Penanganan Banjir di Jalur Kereta Api Harus Jangka Panjang
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pentingnya penanganan banjir di jalur kereta api secara menyeluruh, tidak hanya untuk kebutuhan darurat tetapi juga dalam perspektif jangka panjang.
Pernyataan ini ia sampaikan saat meninjau area terdampak banjir di Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (17/1/2026).
Curah hujan tinggi picu genangan di atas rel
Menurut Menhub, intensitas curah hujan pada awal tahun ini relatif lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kondisi tersebut menyebabkan luapan Sungai Bremi dan Sungai Meduri, yang memicu genangan air di sejumlah titik jalur kereta, khususnya di Km 88+400 serta Km 88+900 hingga Km 89+100.
“Penanganannya tidak boleh hanya sementara. Kita harus memikirkan langkah-langkah jangka panjang agar kejadian serupa dapat diantisipasi ke depan,” ujar Dudy.
Menhub juga memastikan bahwa penanganan pascabanjir terus dilakukan secara optimal demi menjaga keselamatan perjalanan kereta api.
Perlu kolaborasi banyak pihak
Dalam kunjungannya, Menhub menerima pemaparan dari pemerintah daerah dan jajaran direksi Kereta Api Indonesia (KAI). Ia menekankan bahwa persoalan banjir tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja.
“Ada beberapa titik yang penanganannya melibatkan banyak pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga kementerian dan lembaga lain yang berkaitan dengan lingkungan dan pengelolaan sungai,” jelasnya.
124 Perjalanan kereta dibatalkan
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa sejak 16–19 Januari 2026 terdapat dua lokasi utama yang terdampak genangan air di wilayah Pekalongan. Akibat kondisi ini, sebanyak 124 perjalanan kereta api penumpang terpaksa dibatalkan.
Sejumlah titik jalur perlintasan PT KAI terendam banjir pada Minggu (18/1/2026) siang . Kondisi ini membuat PT KAI melakukan pembatalan serta pengalihan arus lalu lintas kereta api.
Sebagai bentuk layanan kepada pelanggan, KAI memberikan pengembalian bea tiket 100 persen bagi penumpang terdampak pembatalan, dengan batas pengajuan klaim hingga tujuh hari setelah tanggal perjalanan.
Operasional kereta mulai pulih 85 persen
Bobby menjelaskan bahwa saat ini operasional perjalanan kereta sudah pulih sekitar 85 persen, tanpa ada pembatalan perjalanan lanjutan.
Meski demikian, sekitar 15 persen perjalanan masih mengalami keterlambatan karena pembatasan kecepatan di jalur yang masih dalam masa pemulihan.
“Pekerjaan perbaikan terus kami lakukan dan kami percepat. Kami berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga proses pemulihan dapat diselesaikan lebih cepat dan operasional perjalanan kereta api kembali normal sepenuhnya,” ujarnya.
Tag: #menhub #tegaskan #penanganan #banjir #jalur #kereta #harus #jangka #panjang