Pasar Kripto Melemah, Bitcoin Kembali di Bawah Tekanan Jual
- Pasar aset kripto bergerak cenderung melemah dalam 24 jam terakhir, dengan Bitcoin (BTC) kembali berada di bawah tekanan jual.
Berdasarkan data CoinMarketCap Kamis (29/1/2026), harga Bitcoin tercatat di kisaran 88.986 dollar AS, turun sekitar 0,32 persen dalam 24 jam terakhir.
Dalam tujuh hari terakhir, harga Bitcoin melemah 0,99 persen, sementara secara bulanan masih mencatat kenaikan 2,14 persen.
Namun, dalam horizon 90 hari, BTC terkoreksi cukup dalam hingga 18,32 persen.
Baca juga: Pengguna Tumbuh, Exchange Kripto RI Justru Banyak Merugi
Dari sisi fundamental pasar, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di kisaran 1,77 triliun dollar AS, dengan volume transaksi harian mencapai 40,41 miliar dollar AS.
Dominasi Bitcoin di pasar kripto global masih kuat atau 58,94 persen, dengan jumlah suplai beredar 19,98 juta BTC dari total suplai maksimum 21 juta BTC.
Tekanan juga terlihat pada mayoritas aset kripto utama lainnya.
Ethereum (ETH) turun 0,62 persen ke 3.003 dollar AS.
BNB justru mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0,34 persen ke harga 900,17 dollar AS, sementara XRP melemah 0,35 persen ke level 1,90 dollar AS.
Koreksi lebih dalam dialami Solana (SOL) yang turun 1,52 persen ke 124,66 dollar AS, diikuti Dogecoin (DOGE) yang melemah 1,05 persen ke 0,124 dollar AS.
Cardano (ADA) juga tercatat turun 0,74 persen ke level 0,3553 dollar AS.
Adapun aset stablecoin seperti Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) berada di posisi 0,99 dollar AS.
Sementara itu, TRON (TRX) menguat 0,39 persen ke level 0,295 dollar AS.
Kemudian, aset kripto HYPE mencatat lonjakan dengan kenaikan 8,77 persen ke harga 33,73 dollar AS.
Sebaliknya, Bitcoin Cash (BCH) yang turun 1,52 persen, Chainlink (LINK) yang melemah 1,84 persen, serta Monero (XMR) turun 0,39 persen.
Tag: #pasar #kripto #melemah #bitcoin #kembali #bawah #tekanan #jual