Startup China Bikin Model AI yang Beda dari OpenAI dan Google Gemini
- Startup kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) China, Moonshot AI, meluncurkan model AI open-source baru bernama Kimi K2.5. Menariknya, Kimi K2.5 mampu memproses input teks, gambar, dan video sekaligus alias multimodal.
Pendekatan ini berbeda dari model AI lain seperti GPT 5 milik Open AI dan Google Gemini 3 Pro, yang pada awalnya dikembangkan dari basis model teks lalu diperluas dengan kemampuan visual dan video.
Menurut startup yang didukung Alibaba dan HongShan (Sequoia China) itu, Kimi K2.5 dilatih dengan 15 triliun token campuran visual (foto & video) dan teks, sehingga sejak awal dirancang sebagai model AI multimodal yang mampu menalar informasi dari teks, gambar, dan video secara bersamaan.
Dukungan itu diklaim membuat Kimi K2.5 cocok untuk tugas coding, hingga menangani sejumlah agen AI untuk berkerja bersamaan.
Baca juga: OpenAI Bikin Prism, Sejenis ChatGPT untuk Jurnal Ilmiah
Model AI baru asal China ini telah diuji menggunakan sejumlah platform pengukur kinerja model AI, seperti SWE-Bench Verified yang mengukur kemampuan dalam hal coding.
Di platform benchmark itu, Kimi K2.5 meraih skor 76,8 persen unggul dari Gemini 3 Pro dengan skor 76,2 persen.
Sementara di benchmark SWE-Bench Multilingual, Kimi K2.5 mendulang skor 73 persen, melampaui performa GPT 5.2 (72 persen) milik OpenAI dan Google Gemini 3 Pro (65 persen).
Kemudian dalam urusan pemahaman video yang diukur di platform benchmark VideoMMMU, Kimi K2.5 dapat skor 86,6 persen, mengungguli GPT 5.2 (85,9 persen) dan Claude Opus 4.5 (84,4 persen).
Sementara itu untuk urusan agen, Kimi K2.5 menang di beberapa platform benchmark termasuk DeepSearchQA dengan skor 77,1 persen, 74,9 persen di BrowseComp dan 50,2 persen di HLE-Full.
Hasil benchmark performa model AI Kimi K2.5 di berbagai platform benchmark
Lebih spesifik dalam hal coding, Moonshot AI sesumbar bahwa pengguna Kimi K2.5 tidak hanya bisa memberikan instruksi berbasis teks.
Model ini juga dapat menerima gambar atau video sebagai input, lalu diminta untuk membuat ulang antarmuka yang serupa dengan yang ditampilkan dalam media tersebut.
Baca juga: Rekor Pendapatan Fantastis dan Siasat Baru OpenAI Rangkul Pesaing Nvidia
Bersamaan dengan perilisan Kimi K2.5, Moonshot AI juga meluncurkan Kimi Code, sebuah tools pemrograman open-source yang memungkinkan pengembang memakai model AI terbaru startup China itu untuk mengembangkan software atau aplikasi.
Dukungan ini membuat Kimi Code bersaing dengan Claude Code milik Anthropic maupun Gemini CLI dari Google.
Adapun Kimi K2.5 sudah tersedia di platform proyek AI Hugging Face, dihimpun KompasTekno dari TechCrunch.
Tag: #startup #china #bikin #model #yang #beda #dari #openai #google #gemini