Pariwisata Indonesia Panen Penghargaan, DPR Pertanyakan Manfaatnya bagi Rakyat
Ilustrasi Pura Melanting di Kabupaten Buleleng, Bali.(Dok. Wonderful Indonesia/WIRASETO)
15:35
22 Januari 2026

Pariwisata Indonesia Panen Penghargaan, DPR Pertanyakan Manfaatnya bagi Rakyat

Capaian pariwisata Indonesia yang meraih ratusan penghargaan internasional sepanjang 2025 mendapat sorotan dari DPR RI. Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Dauly mempertanyakan manfaat konkret penghargaan tersebut bagi masyarakat, khususnya di daerah tujuan wisata.

Pertanyaan tersebut dilontarkan setelah Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana memaparkan presentasi dalam rapat kerja Komisi VII DPR RI bersama Menpar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Widiyanti memaparkan berbagai capaian sektor pariwisata nasional sepanjang 2025. Ia menyebut Indonesia berhasil meraih 154 penghargaan dari berbagai organisasi internasional, meningkat tajam dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 66 penghargaan.

“Pertama-tama izinkan saya membawa kabar baik. Pariwisata Indonesia menorehkan beragam penghargaan pada tahun 2025. Tepatnya 154 penghargaan dari berbagai organisasi internasional, meningkat jauh dibandingkan pencapaian tahun 2024 yang hanya sebesar 66 penghargaan,” ujar Widiyanti.

Selain jumlah penghargaan, Widiyanti juga menyinggung pengakuan internasional terhadap sejumlah destinasi unggulan Indonesia. Salah satunya, Bali yang dinobatkan sebagai destinasi terbaik dunia versi TripAdvisor.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan posisi Indonesia yang semakin diperhitungkan dalam peta pariwisata global.

Puluhan lembaga internasional beri penghargaan

Mengacu pada keterangan resmi Kementerian Pariwisata, hingga Januari 2026 pariwisata Indonesia telah menerima penghargaan dalam 32 kategori dari 25 organisasi dan lembaga internasional.

Penghargaan tersebut datang dari berbagai platform dan media global di bidang perjalanan, pariwisata, dan gaya hidup.

Pengakuan internasional itu diberikan tidak hanya kepada destinasi wisata, tetapi juga kepada hotel, resor, serta pelaku industri pariwisata di Indonesia. Menurut Widiyanti, hal tersebut mencerminkan peningkatan kualitas layanan dan pengalaman wisata yang semakin kompetitif di tingkat global.

Dari sisi kinerja, Widiyanti menyampaikan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara hingga November 2025 mencapai 13,98 juta kunjungan, atau tumbuh 10,44 persen secara tahunan. Angka ini disebut sebagai indikator positif pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata nasional.

DPR soroti dampak bagi masyarakat

Meski mengapresiasi capaian tersebut, Saleh menilai penghargaan internasional tidak cukup jika tidak diiringi dampak nyata bagi masyarakat. Ia meminta penjelasan yang lebih konkret mengenai kontribusi penghargaan tersebut terhadap kesejahteraan rakyat, termasuk penciptaan lapangan kerja dan pemerataan manfaat pariwisata.

“Pertanyaan saya, apa manfaat dari penghargaan itu untuk rakyat Indonesia?” kata Saleh dalam rapat kerja tersebut, seperti dikutip dari tayangan TVR Parlemen, Kamis (22/1/2026).

Saleh juga meminta Menteri Pariwisata menjelaskan satu per satu jenis penghargaan yang diraih, beserta dampaknya terhadap masyarakat di daerah tujuan wisata.

Ia menegaskan penjelasan tersebut perlu disampaikan secara langsung dalam forum rapat sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPR.

Menurut Saleh, rapat kerja merupakan konsekuensi dari tugas konstitusional antara DPR dan pemerintah.

“Bu Menteri kalau enggak mau rapat, ya jangan jadi menteri juga. Kita juga kalau anggota DPR enggak mau rapat, ya jangan jadi anggota DPR. Kan konsekuensi dari tugas konstitusional,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kompas.com telah menghubungi Kementerian Pariwisata untuk meminta tanggapan terkait permintaan DPR mengenai dampak penghargaan pariwisata terhadap masyarakat. Namun, belum ada pernyataan resmi yang disampaikan.

Tag:  #pariwisata #indonesia #panen #penghargaan #pertanyakan #manfaatnya #bagi #rakyat

KOMENTAR