Irigasi di Purworejo Ini Jadi Tempat Wisata, Pemandangan Indah dan Bersejarah
— Di tengah hiruk-pikuk lalu lintas penghubung Purworejo–Magelang, tersimpan sebuah wisata yang menawarkan pengalaman berbeda.
Daerah Irigasi (DI) Kedung Putri kini sudah tertata rapi menawarkan pengalaman berjalan di atas Sungai Bogowonto.
Kawasan yang dikenal masyarakat sebagai DI Kedung Putri ini kini menjadi ruang publik sekaligus destinasi wisata alternatif yang memadukan keindahan lanskap, sejarah irigasi, dan suasana pedesaan yang menenangkan.
Berlokasi di Desa Trirejo, Kecamatan Loano, kawasan ini berdampingan langsung dengan Bendungan Kedung Putri, sistem pengairan legendaris peninggalan era kolonial Belanda.
Aksesnya mudah karena berada tak jauh dari jalan provinsi, membuat banyak pengendara memilih berhenti sejenak untuk sekadar menikmati pemandangan atau mengabadikan momen. Dari pertigaan Trirejo, wisatawan bisa ambil arah timur kurang lebih 300 meter.
"Baru pertama kali ke sini, ternyata ada tempat sebagus ini di Purworejo, gak jauh juga dari jalan Purworejo-Magelang," kata Eva Nurul salah satu pengunjung DI Kedung Putri pada Senin (19/1/2026).
Ikon jembatan besi di atas Sungai Bogowonto
Ikon kawasan ini adalah jembatan besi berwarna biru dan kuning yang membentang di atas Sungai Bogowonto.
Struktur jembatan yang kokoh berpadu dengan desain lengkung pada pagar pedestrian, menciptakan sudut pandang simetris yang kerap menjadi latar foto favorit.
Dari atas jembatan, pengunjung dapat menyaksikan aliran air yang mengalir tenang, sementara di sisi lain tampak jalur pedestrian berpaving rapi mengikuti kontur saluran.
Pengunjung bisa merasakan sensasi melintasi Sungai Bogowonto yang panjangnya sekitar 20-an meter.
Jembatan besi di DI Kedung Putri, Purworejo.
"Hanya bisa dilewati pejalan kaki jadi motor tidak bisa lewat, jadi pengunjung bisa lebih tenang dan aman," kata Eva.
Suasana Kawasan Kedung Putri terasa sejuk dan asri. Hamparan rumput hijau, pepohonan di sepanjang saluran, serta gemericik air menjadi kombinasi alami yang menenangkan.
Pada waktu tertentu, terutama setelah hujan reda, langit dramatis dengan awan tebal justru menambah daya tarik visual kawasan ini.
Jika cuaca cerah dan jarak pandang bersih, latar perbukitan bahkan siluet gunung dapat terlihat jelas dari area pedestrian, menjadikannya lokasi yang ideal untuk fotografi lanskap maupun potret santai.
"Kalau pas cuaca cerah ada background gunung, kebetulan saat saya ke lokasi gunungnya tidak terlihat dan tertutup awan," kata Aprilia, pengunjung lainnya.
Tak hanya menawarkan keindahan, kawasan ini juga menyimpan nilai sejarah penting bagi Purworejo. Daerah Irigasi Kedung Putri dibangun sekitar tahun 1925 dan hingga kini masih berfungsi sebagai tulang punggung pengairan pertanian.
Irigasi Kedung Putri di Purworejo yang jadi tempat wisata.
Sistem ini mengairi lahan seluas 4.341 hektare yang tersebar di tujuh kecamatan, yakni Ngombol, Banyuurip, Bayan, Purwodadi, Purworejo, Loano, dan Gebang.
Jaringan irigasi Kedung Putri tergolong luas dan kompleks.
Panjang saluran primer mencapai 9,36 kilometer, saluran sekunder 65,74 kilometer, dan tersier 102,47 kilometer.
Untuk memastikan distribusi air berjalan optimal, sistem ini dilengkapi dengan 123 bangunan pengatur mekanikal, yang terdiri dari bangunan bagi, bangunan bagi-sadap, serta bangunan sadap.
Pada masa lalu, saluran induk Kedung Putri bahkan memiliki peran tambahan sebagai penggerak pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Desa Baledono.
Meski kini PLTA tersebut sudah tidak beroperasi, jejak sejarahnya masih menjadi bagian dari cerita panjang pengelolaan sumber daya air di wilayah ini.
Kini, kawasan DI Kedung Putri tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur teknis, tetapi juga sebagai ruang publik yang ramah warga. Banyak pengunjung datang untuk berjalan santai, menikmati sore hari, atau sekadar duduk di tepi pagar sambil memandangi aliran air.
Irigasi Kedung Putri di Purworejo yang jadi tempat wisata
Keberadaannya perlahan tumbuh sebagai titik temu antara fungsi irigasi, edukasi sejarah, dan rekreasi ringan.
Ke depan, keandalan sistem DI Kedung Putri direncanakan akan semakin diperkuat melalui suplai tambahan air dari Bendungan Bener yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.
Kehadiran bendungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketahanan air irigasi sekaligus menjaga keberlanjutan pertanian di Purworejo.
Kawasan Kedung Putri menjadi bukti bahwa infrastruktur lama dapat diberi makna baru. Di tempat ini, air tidak hanya mengalir untuk sawah, tetapi juga membawa cerita, keindahan, dan ruang jeda bagi siapa pun yang singgah.
Sebuah oase kecil di pinggir jalan provinsi, yang menyatukan sejarah, alam, dan kehidupan sehari-hari masyarakat Purworejo.
Tag: #irigasi #purworejo #jadi #tempat #wisata #pemandangan #indah #bersejarah