Jumlah Turis Arab ke Indonesia 2025 Naik, Ini 5 Destinasi Favoritnya
Bagi turis Arab, musim liburan biasanya jatuh pada Idul Fitri maupun Idul Adha. Momen Lebaran ini biasanya dimanfaatkan untuk berlibur ke luar negeri, termasuk Indonesia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru, jumlah kunjungan turis Arab Saudi ke Indonesia mencapai 144.182 selama Januari-November 2025.
Angka ini meningkat bila dibandingkan dengan jumlah turis Arab Saudi ke Indonesia pada 2024, yakni sebanyak 135.643 kunjungan.
Meski belum dihitung secara total sepanjang tahun 2025, jumlah kunjungan turis Arab ke Indonesia diprediksi menyamai angka sebelum pandemi Covid-19.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Ni Made Ayu Marthini, mengatakan bahwa jumlah kunjungan turis Arab ke Indonesia kian terlihat positif selama lima tahun belakangan.
Sebab, pasca-pandemi Covid-19, jumlah kunjungan turis Arab ke Indonesia kian anjlok dari tahun ke tahun.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini saat ditemui di Alun-Alun Indonesia, Grand Indonesia, Jakarta, Senin (11/11/2024). "Baru mulai di atas 100.000 (kunjungan) itu tahun 2023, terus mulai creeping up," kata Made ketika dihubungi Kompas.com lewat sambungan telepon, Rabu (26/11/2025).
"Kelihatannya dari prediksi, kita akan memenuhi target yang ditetapkan untuk Arab Saudi," sambung dia.
BPS mencatat bahwa Indonesia hanya menerima jumlah turis Arab sebanyak: 31.906 kunjungan pada 2020, 2.053 kunjungan pada 2021, 47.472 kunjungan pada 2022, serta 107.684 kunjungan pada 2023.
Lantas, ke mana saja turis Arab berwisata selama di Indonesia?
Destinasi wisata favorit turis Arab di Indonesia
Dalam kesempatan yang sama, Made membagikan lima destinasi wisata favorit turis Arab di Indonesia.
Kelima daerah wisata favorit turis Arab adalah Jakarta, Bandung, Puncak, Lombok, dan Bali.
1. Wisata mewah di Bali dan Lombok
Sejumlah wisatawan asing berjemur di pinggir pantai Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis (16/8/2018). Kawasan wisata Mandalika tidak terdampak oleh bencana gempa dan tetap ramai dikunjungi wisatawan asing, pihak ITDC mengundang wisatawan untuk tetap berkunjung ke kawasan pariwisata Lombok yang tidak terdampak gempa sehingga dapat mendukung pemulihan industri pariwisata dan ekonomi masyarakat setempat.Bali dan Lombok masuk deretan destinasi wisata favorit turis Arab selama beberapa tahun belakangan ini.
Secara khusus, kata Made, mereka yang memilih dua destinasi ini biasanya berfokus pada kemewahan.
"Tapi memang beda-beda segmennya gitu ya. Pada dasarnya mereka tergantung segmen ya. Kalau mereka ke Bali, mereka suka dengan family, tinggal di resor, spending-nya tinggi," jelas dia.
"Kalau ke NTB juga begitu. Di sana kan muslim friendly ya. Salah satu muslim friendly tourism ya di sana," sambung Made.
2. Wisata alam di Bandung dan Puncak
Sementara itu, Bandung dan Puncak umumnya dipilih turis Arab karena kesejukan iklim yang kontras dengan cuaca panas di negara asal mereka.
Hal ini juga diamini oleh Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Jawa Barat, Daniel G Nugraha.
"Memang karakternya orang Timur Tengah atau Arab itu suka yang area yang pegunungan, yang dingin dan hijau, karena mungkin berbeda dengan iklim atau keadaan di negaranya ya," tutur Daniel ketika dihubungi Kompas.com secara terpisah, Rabu (3/12/2025).
Begitu tiba di Puncak, turis Arab biasanya memilih vila maupun hotel berbintang empat dan lima untuk menginap selama kurang dari seminggu.
Selama masa liburannya, tempat wisata alam, seperti kebun teh dan Taman Safari Bogor, hampir selalu masuk daftar kunjungan wajib bagi turis-turis Arab.
"Mereka juga senang menyewa motor terus keliling. Saya enggak tahu di negaranya mungkin enggak biasa ya, tapi di sini hal itu menjadi sesuatu yang menarik buat mereka," kata Made.
3. Wisata belanja di Jakarta
Setelah wisata luxury di Bali dan Lombok, serta berwisata di tengah sejuknya alam di Jawa Barat, Jakarta juga tidak lepas menjadi destinasi favorit turis Arab.
Made dan Daniel menyampaikan hal serupa. Jakarta bukan sekedar kota penghubung destinasi-destinasi wisata di Indonesia bagi turis Arab, melainkan destinasi wisata belanja bagi mereka.
"Kalau Jakarta sudah jelas ke malnya saja. Jadi mal-mal yang besar, yang grand-grand yang super-super itu favoritnya tamu-tamu di Jakarta," ucap Daniel.
"Jadi area Thamrin, Grand Indonesia dengan hotel-hotelnya yang ada di situ semua. Termasuk Grand Hyatt, Kempinski, dan Ascott," sambung dia.
Selama berwisata ke Indonesia dengan durasi rata-rata 13,4 hari, turis Arab biasanya turut memboyong keluarga.
Mereka diajak menikmati tempat-tempat wisata di Indonesia, sekaligus belanja barang bermerek.
"Walaupun mungkin di negaranya sudah banyak barang-barang branded, mal-mal besar, tapi tetap saja kalau datang ke Jakarta mereka rindu dengan mal," tutup Daniel.
Tag: #jumlah #turis #arab #indonesia #2025 #naik #destinasi #favoritnya