Kereta Api Jadi Pilihan Turis Asing Menjelajah Indonesia, dari Yogyakarta hingga Malang
Semakin banyak penumpang turis asing menggunakan layanan kereta api jarak jauh sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (Persero), sebanyak 694.123 wisatawan mancanegara (wisman) atau turis asing tercatat bepergian menggunakan kereta api KAI.(DOK. PT KAI)
17:56
11 Januari 2026

Kereta Api Jadi Pilihan Turis Asing Menjelajah Indonesia, dari Yogyakarta hingga Malang

Semakin banyak turis asing yang menggunakan layanan kereta api jarak jauh sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (Persero), sebanyak 694.123 wisatawan mancanegara (wisman) atau turis asing tercatat bepergian menggunakan kereta api KAI.

“Setiap wisatawan mancanegara yang menggunakan kereta api tidak hanya melakukan perjalanan, tetapi juga membawa potensi devisa melalui belanja wisata, akomodasi, kuliner, dan produk lokal," kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Minggu (11/1/2026).

Dibandingkan dengan tahun lalu dengan total 669.226 orang, jumlah turis asing yang menaiki kereta api jarak jauh meningkat 3,7 persen.

Anne mengatakan, tren pertumbuhan ini berlangsung konsisten dalam beberapa tahun terakhir, tepatnya mulai 2022.

Pada 2023, jumlah turis asing yang menggunakan kereta api tercatat 580.995 wisatawan, sementara pada 2022 sebanyak 300.708 wisatawan.

Menurut Anne, kenaikan jumlah penumpang turis asing mencerminkan meningkatnya kepercayaan global terhadap layanan kereta api di Indonesia.

"Di saat yang sama, penggunaan kereta api mendukung perjalanan yang lebih ramah lingkungan, sehingga pariwisata tumbuh tanpa mengorbankan keberlanjutan,” lanjut Anne.

Capaian tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam mendorong penguatan devisa negara melalui sektor pariwisata, sekaligus mempercepat transformasi menuju mobilitas rendah emisi dan pariwisata berkelanjutan.

Konektivitas antarkota yang terhubung langsung dengan kawasan wisata memperkuat daya saing Indonesia sebagai destinasi global, sekaligus memastikan belanja wisatawan mancanegara tersebar ke berbagai daerah.

Stasiun keberangkatan kereta favorit turis asing 

KAI Daop 6 Yogyakarta memprediksi adanya pertumbuhan volume keberangkatan penumpang sebesar 15% jika dibandingkan dengan periode Nataru sebelumnya. Jika Nataru sebelumnya, Stasiun Yogyakarta memberangkatkan 209.286 penumpang, pada Nataru 2025/2026 kali ini diprediksi akan berangkat sebanyak 241.123 penumpang. Di sisi kedatangan atau penumpang yang tiba di Stasiun Yogyakarta, KAI Daop 6 memprediksi ada pertumbuhan sebesar 5% dibandingkan dengan periode Nataru sebelumnya. Jika pada Nataru sebelumnya Stasiun Yogyakarta menerima kedatangan sebanyak 200.146 penumpang, maka pada Nataru 2025/2026 kali ini diprediksi menjadi 210.154 penumpang.Dok KAI Daop 6 Yogyakarta KAI Daop 6 Yogyakarta memprediksi adanya pertumbuhan volume keberangkatan penumpang sebesar 15% jika dibandingkan dengan periode Nataru sebelumnya. Jika Nataru sebelumnya, Stasiun Yogyakarta memberangkatkan 209.286 penumpang, pada Nataru 2025/2026 kali ini diprediksi akan berangkat sebanyak 241.123 penumpang. Di sisi kedatangan atau penumpang yang tiba di Stasiun Yogyakarta, KAI Daop 6 memprediksi ada pertumbuhan sebesar 5% dibandingkan dengan periode Nataru sebelumnya. Jika pada Nataru sebelumnya Stasiun Yogyakarta menerima kedatangan sebanyak 200.146 penumpang, maka pada Nataru 2025/2026 kali ini diprediksi menjadi 210.154 penumpang.

Puncak penggunaan layanan kereta api oleh turis asing pada 2025 terjadi pada Juli dengan total 89.526 pelanggan.

Diikuti pada Agustus sebanyak 89.116 pelanggan, sejalan dengan meningkatnya mobilitas wisata internasional pada musim liburan.

Selengkapnya, simak 10 stasiun keberangkatan kereta yang menjadi favorit turis asing berikut ini.

1. Yogyakarta dengan 126.768 wisatawan

2. Gambir dengan 114.877 wisatawan

3. Bandung dengan 70.271 wisatawan

4. Pasar Senen dengan 38.669 wisatawan

5. Surabaya Gubeng dengan 31.713 wisatawan

6. Malang dengan 25.874 wisatawan

7. Semarang Tawang dengan 23.695 wisatawan

8. Probolinggo dengan 20.540 wisatawan

9. Surabaya Pasar Turi dengan 14.798 wisatawan

10. Solo Balapan dengan 13.566 wisatawan

Lebih dari dua juta

Ilustrasi Gembira Lokal Zoo YogyakartaJogjaProv.go.id Ilustrasi Gembira Lokal Zoo Yogyakarta

Dilaporkan Antara pada Senin (5/1/2025), jumlah kunjungan wisatawan ke provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencapai 2,27 juta selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Meski prediksi tujuh juta kunjungan wisatawan meleset, jumlah kunjungan turis ke Yogyakarta tetap mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Sebab bila dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah kunjungan turis ke DIY meningkat sebesar 50,40 persen, dibandingkan periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 dengan total 1,5 juta turis.

Pesona alam, budaya, serta kuliner Yogyakarta menjadi alasan banyak turis berbondong-bondong datang ke provinsi DIY.

Kunjungan wisata tertinggi di Yogyakarta tercatat berasal dari tempat wisata Gembira Loka Zoo, Taman Pintar, dan Kedhaton.

Kepala Dispar DIY Imam Pratanadi mengatakan, Pantai Parangtritis dan Pantai Depok kedatagan kunjungan turis terbanyak di Kabupaten Bantul, disusul Pantai Baru dan Pantai Pandansimo, serta Goa Cemara.

Tempat wisata di Kabupaten Gunungkidul juga tidak kalah menarik. Wisata Gunungkidul meliputi Pantai Baron dan Watu Lumbung, Watugupit, serta Pantai Gesing, mencatat jumlah kunjungan turis tertinggi.

Konektivitas stasiun 

Stasiun-stasiun kereta favorit turis asing menjadi simpul utama perjalanan menuju kawasan wisata budaya, alam, dan perkotaan.

Anne mengatakan, konektivitas yang disediakan kereta api turut menggerakkan sektor perhotelan, transportasi lanjutan, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif di sekitar stasiun serta destinasi tujuan.

Rantai aktivitas inilah yang menjadi jalur utama masuknya devisa dan memperkuat struktur ekonomi daerah.

Selain berdampak pada ekonomi, penggunaan kereta api oleh turis asing juga mendukung pariwisata rendah karbon.

Sebagai moda transportasi massal dengan tingkat emisi yang lebih rendah dibandingkan kendaraan pribadi dan pesawat untuk jarak menengah, kereta api berkontribusi pada pengurangan jejak karbon perjalanan wisata.

Hal ini sejalan dengan komitmen Indonesia menuju Net Zero Emission 2060 serta penguatan citra Indonesia sebagai destinasi yang peduli lingkungan.

“Kereta api memastikan manfaat devisa pariwisata tidak hanya berhenti di pintu masuk negara, tetapi mengalir hingga ke daerah tujuan. Inilah bentuk nyata kontribusi transportasi publik dalam memperkuat ekonomi nasional sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” tambah Anne.

Ke depan, KAI akan terus memperkuat perannya dalam ekosistem pariwisata nasional melalui peningkatan kualitas layanan, penguatan digitalisasi perjalanan.

Serta integrasi antarmoda guna mendukung transformasi KAI sebagai operator perkeretaapian berdaya saing global dan mitra strategis pemerintah dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan.

Tag:  #kereta #jadi #pilihan #turis #asing #menjelajah #indonesia #dari #yogyakarta #hingga #malang

KOMENTAR